Foto: Ulama Suriah Syaikh Abdullah Mustafa Rahhal (Iqbal/ detikcom)

Foto: Ulama Suriah Syaikh Abdullah Mustafa Rahhal (Iqbal/ detikcom)

LiputanIslam.com — Selanjutnya, Syaikh Abdullah Mustafa Rahhal menyebutkan, “Kami sendiri yang menangkap anggota ISIS, bahkan bukan hanya orang biasa, tapi pemimpin-pemimpinnya. Mereka yang kami tangkap jika tidak perwira militer pemerintahan, atau perwira dari Iran atau Rusia kemudian dari intelejen Garda Nasional Suriah. Mereka berasal dari sana,” paparnya. (Baca bagian pertama: Membantah Artikel Detik.com, Ketika ‘Ulama’ Merangkai Fitnah di Atas Fakta)

Pernyataan tersebut yang menyatakan bahwa perwira Iran menjadi anggota ISIS merupakan pengulangan propaganda yang telah berhembus sejak lama. Sebagaimana yang telah disampaikan di sini, kemunculan ISIS disebut sebagai rekyasa Syiah.

Lalu kini, Iran yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah dituduh bergabung dengan ISIS.

Bukankah ISIS telah melakukan pembantaian kepada orang-orang Syiah di Irak? Bahkan baru-baru ini, sebuah pengeboman masjid Syiah di Arab Saudi juga didalangi ISIS. Sehingga bagaimana  mungkin, Syiah membentuk ISIS untuk membantai Syiah itu sendiri? Bagaimana mungkin, Iran mengirimkan perwiranya untuk bergabung dengan ISIS?

Laporan dari media pro-ISIS, Al-Mustaqbal yang telah diarsipkan Liputan Islam, juga tidak terima dengan adanya anggapan bahwa ISIS merupakan rekayasa Syiah, untuk itu mereka pun membuat bantahan dengan menyebutkan, bahwa telah banyak orang-orang Syiah yang mereka bantai.

***

Iran merupakan salah satu negara yang berkomitmen penuh dalam memerangi terorisme. Dalam pidatonya di Konferensi Asia Afrika yang baru saja digelar di Indonesia, Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani menyatakan, ”Para teroris dan ekstremis, khususnya di Irak dan Suriah dan beberapa negara Afrika, melakukan metode paling barbar dalam membunuh orang-orang tidak bersalah untuk kepentingan politik mereka sendiri dan untuk menghancurkan infrastruktur dari negara-negara tersebut. Sementara para sponsor mereka (teroris) mengabaikan fakta bahwa ketidakstabilan yang terus-menerus di negara-negara yang dilanda krisis akan membawa ketidakamanan ke seluruh dunia, termasuk negara-negara mereka sendiri.”

Presiden Rouhani mengajak para pemimpin Asia- Afrika untuk menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung, yang dianggap dapat mencegah dan mengatasi berbagai konflik yang dihadapi negara-negara Asia dan Afrika sekarang ini.

Sebagi bukti keseriusan Iran memerangi terorisme, negara ini pun terjun langsung di wilayah konflik. Berikut ini adalah berita-berita yang mendokumentasikan perjuangan Iran memerangi teroris ISIS:

Jadi, masihkah ada yang percaya bahwa perwira Iran bergabung dengan ISIS? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL