Jenewa, LiputanIslam.com – Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan menyebutkan delegasi Iran mengajukan proposal kepada pihak AS dalam putaran ketiga negosiasi nuklir.
Proposal ini, kata mereka, akan menghilangkan semua dalih AS mengenai program nuklir damai Iran.
Menurut mereka, jika Gedung Putih menolak proposal ini maka memperkuat pesimisme awal tentang kurangnya keseriusan Washington dalam diplomasi dan menunjukkan bahwa retorika mereka tentang diplomasi hanyalah sandiwara.
Mereka juga menyatakan bahwa proposal tersebut disampaikan kepada pihak AS oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut. Sumber itu tidak memberikan rincian kepada koresponden IRNA tentang isi proposal tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Jenewa pada Rabu malam (25/2) selaku ketua delegasi diplomatik dalam putaran ketiga negosiasi nuklir dengan AS. Dia kemudian bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman selama satu setengah jam, di mana ia memberikan penjelasan mengenai hasil yang diinginkan Iran terkait potensi kesepakatan tentang pencabutan sanksi dan isu nuklir.
Putaran ketiga pembicaraan nuklir dijadwalkan berlangsung hari ini, Kamis, di Jenewa, dengan mediasi Kesultanan Oman.
Beberapa media telah melaporkan detail mengenai potensi kesepakatan antara Iran dan AS. Namun, menurut sumber media, laporan-laporan ini tidak dapat diandalkan dan lebih merupakan spekulasi, yang beberapa di antaranya dipicu oleh kalangan yang berafiliasi dengan entitas Zionis atau oleh elemen pro-perang di AS, dengan tujuan memengaruhi para pembuat keputusan AS.
Yang pasti, Iran, sesuai dengan pendiriannya, tetap teguh pada komitmennya untuk menghindari upaya apa pun untuk memperoleh senjata nuklir dan untuk mempertahankan sifat damai dari program nuklirnya, sambil secara bersamaan menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan keuangan yang dikenakan terhadapnya.
Sementara itu, Kapal induk AS USS Gerald R. Ford meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut Souda Bay di pulau Kreta, Yunani, pada hari Kamis, sementara negosiasi AS-Iran berlanjut di Jenewa, Swiss.
Media Yunani melaporkan bahwa USS Gerald R. Ford, yang dikenal sebagai kapal induk terbesar di dunia, bergerak dari Souda Bay menuju Mediterania timur.
Kapal induk raksasa itu telah tiba di Souda Bay awal pekan ini untuk menangani kebutuhan logistik.
Pada hari Rabu, data penerbangan sumber terbuka mengungkapkan bahwa AS telah mengerahkan lebih dari 300 jet tempur dan pesawat militer lainnya ke pangkalan Komando Pusat AS (CENTCOM) di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait program nuklirnya.
Menurut data tersebut, lebih dari 300 pesawat militer dan jet tempur AS dikerahkan di wilayah tersebut, terutama didistribusikan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. (mm/alalam/raialyoum)