Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

Published 31/10/2023 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com – Narasi berikut ini mengandung falasi logika-material. Narasi seperti ini biasa kita dengar dari kubu Zionis.

“Palestina itu tidak layak dibela. ISIS dan Al-Qaeda punya slogan pembelaan terhadap Palestina. Organisasi-organisai ekstrem dan radikal juga pasti menyuarakan pembelaan kepada Palestina. Jadi, untuk apa bersuara yang sama seperti mereka?”

Narasi ini merupakan salah satu model proposisi bersyarat (if-clause). Dalam format yang baku, narasi di atas bisa dikemukakan dengan kalimat seperti ini. “Palestina hanya layak dibela jika tak ada ISIS dan Al-Qaeda yang ikut mendukung.”

Ketika kita jadikan sebagai proposisi yang universal (premis mayor), kalimatnya menjadi:
“Tak ada satupun gerakan yang baik ketika gerakan itu didukung oleh pihak yang buruk.”
Maka, ketika faktanya (premis minornya) menunjukkan bahwa:
“Dukungan kepada kemerdekaan Palestina itu juga datang dari kelompok teroris”,
Maka, kesimpulannya adalah:
“Palestina tak layak untuk didukung.”

Secara formal, silogisme di atas tak bermasalah. Akan tetapi, secara material (konten atau substansinya), ditemukan kecacatan pada premis mayor. Proposisi “Tak ada satupun gerakan yang baik ketika gerakan itu didukung oleh pihak yang buruk” adalah premis yang keliru.

Ada cara yang sangat sederhana untuk menguji keliru atau tidaknya materi dari sebuah premis mayor. Hubungkan saja dengan premis minor lainnya. Misalnya, hubungkan dengan gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Faktanya, kemerdekaan bangsa Indonesia itu juga didukung oleh kelompok yang saat ini disepakati mayoritas bangsa Indonesia sebagai kelompok yang buruk, yaitu PKI. Nah, jika mereka konsisten dengan premis mayor di atas, maka, mereka juga seharusnya tidak mendukung upaya perjuangan bangsa Indonesia dulu.  Bukankah PKI juga mendukung kemerdekaan Indonesia?

Dihubungkan dengan Palestina, memang benar bahwa para pendukung kemerdekaan Palestina itu datang dari berbagai kelompok, faksi, organisasi, golongan, dan milisi. Kemerdekaan Palestina memang menarik simpati banyak kelompok. Bahkan, sejumlah informasi menyebutkan bahwa ada kelompok LGBT yang mendukung kemerdekaan Palestina. Motivasi para pendukung kemerdekaan Palestina itu memang beragam. Ada yang mendukung karena murni ingin membela Palestina; karena rasa kemanusiaan mereka yang tersentuh. Tapi ada juga yang memanfaatkan isu Palestina untuk kepentingan pribadi dan golongan mereka.

Yang pasti, Palestina adalah bangsa yang terjajah. Maka, dukungan atas kemerdekaan Palestina adalah langkah yang benar, terlepas dari fakta bahwa sebagian pendukung kemerdekaan Palestina itu adalah pihak-pihak yang buruk. (os/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account