iran hossein dehghanBaghdad, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan menyatakan negaranya siap memberikan dukungan militer lebih optimal kepada Irak dalam perang melawan teroris ISIS. Sebagaimana dilaporkan Anatolia, hal itu dia nyatakan dalam kunjungannya ke Baghdad, ibu kota Irak, Senin (18/5), untuk jangka waktu yang tak diumumkan.

Dalam siaran pers kantor Perdana Menteri Irak Haider Abadi disebutkan bahwa dalam pertemuan Abadi dengan Dehghan telah dibahas tema penguatan kerjasama kedua negara di bidang keamanan dan militer, perang melawan kelompok teroris ISIS, dan berbagai isu regional lain.

Abadi menegaskan pentingnya bantuan semua negara kepada Irak, khususnya negara-negara regional, “karena gerombolan DAISH (ISIS) sudah menjadi ancaman bagi semua negara.” Dia juga mengapresiasi besarnya dukungan Iran selama ini kepada Irak.

Di pihak lain, Hossein Dehghan menyatakan negaranya mendukung penuh rakyat dan pemerintah Irak dalam perang melawan ISIS serta kesiapan Iran memberikan dukungan lebih besar di berbagai bidang.

Dehghan juga mengadakan pertemuan dengan sejawatnya di Irak, Khaled al-Obeidi, dan membahas kerjasama militer kedua negara dan perkembangan situasi keamanan Irak.

Dalam statemennya, Obeidi memberikan laporan singkat mengenai operasi yang sedang berlangsung melawan ISIS serta menyatakan apresiasinya atas dukungan Iran kepada Irak.

Iran selama ini gigih memberikan dukungan senjata serta mengirim para penasehat militernya ke Irak untuk operasi kontra teroris. Namun demikian, Iran menolak terlibat dalam koalisi anti ISIS yang pimpin oleh Amerika Serikat (AS). Iran malah menuding AS tidak serius memerangi ISIS.

Menteri Pertahanan Iran berkunjung ke Baghdad ketika dalam beberapa hari terakhir ini tentara Irak terdesak hebat di Anbar hingga ibu kota provinsi ini, Ramadi, jatuh ke tangan ISIS.

AFP dalam laporannya Senin kemarin menyebutkan bahwa jatuhnya Ramadi ke tangan ISIS merupakan pukulan telak bagi kubu perang anti ISIS yang dipimpin AS serta menimbulkan pertanyaan tersendiri mengenai strategi perang Washington dan kemampuan militer sekutu Gedung Putih di Irak.

Menurut AFP, pasukan keamanan Irak di Anbar terdesak oleh ISIS padahal koalisi pimpinan AS mengklaim telah melancarkan 160 kali serangan udara dalam satu bulan lalu serta memberikan dukungan senjata dan pelatihan militer bagi pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok suku di Irak selama satu tahun terakhir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL