jenazah jenderal reza moqaddamiTeheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Iran mengumumkan bahwa satu lagi jenderalnya terbunuh di Irak. Menurut keterangan yang dikutip Rai al-Youm, Senin (9/2/2016), jenderal bernama Syed Reza Hussaini Moqaddam itu meninggal dunia setelah menderita luka tembak akibat serangan sniper anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Samarra, Irak.

Mengutip laporan lembaga pemberitaan Iran Tasnim, Rai al-Youm menyebutkan bahwa salah satu petinggi Garda Revolusi Islam Iran itu berada di Irak sebagai konsultan militer bagi pasukan Irak. Jenazah dimakamkan di kota Najaf, Irak, sesuai wasiatnya.

Situs Iran Defapress menyebutkan bahwa jenderal Moqaddam gugur pada Sabtu lalu (7/2/2015), dan dia termasuk orang yang datang untuk melindungi makam dua imam mazhab Syiah di kota Samarra dari serangan teroris.

Sebelumnya, satu jenderal Iran lainnya, Hamid Taqavi, juga gugur diserang penembak jitu ISIS di kota yang sama.

Iran Siap Latih Para Perwira Irak

Kepala Army Command and Staff School (DAFUS), Iran, Brigjen Hossein Valivand Zamani menyatakan negaranya siap melatih para perwira Irak.

“Tema pelatihan para perwira Irak telah dikemukakan dalam kunjungan terbaru Menteri Pertahanan Irak ke Iran,” ungkapnya, sembari menyatakan kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk mengimplementasikan rencana tersebut, sebagaimana dilaporkan IRNA, Senin (9/2/2015).

Saat ditanya apakah Iran juga bersedia melatih pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, dia mengatakan bahwa Iran pada dasarnya siap bekerjasama dengan angkatan bersenjata negara-negara dunia, termasuk melatih militer negara-negara sahabat.

Dia menambahkan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinan tersebut memang memberikan layanan pelatihan para perwira negara-negara sahabat, atau mengirim delegasi pelatih dalam bingkai kesepakatan kerjasama keamanan dan pertahanan yang ditandatangani bersama Kementerian Pertahanan Iran.

Menurutnya, dewasa ini sejumlah perwira dari Oman, Pakistan dan Suriah sedang mengikuti pelatihan di DAFUS.

Di sisi lain dia juga mengatakan bahwa Iran juga mengirim para perwiranya ke luar negeri untuk menimba keahlian, pengalaman dan seni bela diri di Cina, Pakistan dan Oman. Sedangkan untuk Suriah, Iran menghentikan pengiriman delegasi perwiranya sejak negara itu dilanda krisis.

Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi dalam kunjungan ke Iran beberapa waktu menyatakan bahwa penguatan kerjasama dengan Iran merupakan satu kebutuhan strategis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL