anis mattaAssalamu’alaikum Pak Anis Matta,

Sejujurnya, saya tidak terlalu kaget mendengar pernyataan Bapak yang menyebut penolakan masyarakat dunia kepada ISIS adalah sesuatu yang lebay. Melihat rekam jejak Bapak yang sebegitunya memuja gembong teroris Al-Qaeda, Osama bin Laden, saya telah menyadari satu hal: Bapak adalah pendukung terorisme yang mengatasnamakan Islam.

Bapak Anis, tahu ngga? Hillary Clinton, mantan Menlu Amerika Serikat pernah mengakui bahwa Al-Qaeda adalah bentukan intelejen AS, yang digunakan sebagai alat untuk melawan Uni Sovyet di tahun 70-an. Jika Bapak sempat, silahkan saksikan video ini: http://www.youtube.com/watch?v=Dqn0bm4E9yw

Al-Qaeda, lambat laun berkembang menjadi jaringan teroris transnasional, ada di lintas negara dengan nama yang berbeda-beda. Di Afghanistan, mereka disebut Taliban. Di Yaman mereka disebut Al-Qaeda in Arabian Peninsula, di Libya mereka bernama Ansar al-Sharia, di Nigeria mereka disebut Boko Haram, di Aljazair mereka bernama Al-Qaeda in Islamic Maghreb, di Suriah mereka bernama Jabhat Al-Nusra, dan baru-baru ini mereka membentuk cabang baru di India. Lalu kelompok Islamic State of Iraq ans Syria atau ISIS juga lahir dari ‘rahim’ Al-Qaeda, kendati kini sesama mereka kerap bertikai. Mereka adalah kelompok teroris, yang sialnya menggunakan bendera Islam, yang menyebabkan semakin meluasnya Islamphobia.

Indonesia pun tak ketinggalan. Pendukung Al-Qaeda terang-terangan mengingkari NKRI, dan bahkan, ada kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang juga melakukan aksi teror. Beberapa hari yang lalu kelompok ini menggorok seorang petani yang malang hingga tewas. Mengerikan, aksi biadab yang selama ini hanya saya saksikan di Timur Tengah, kini telah menghampiri Indonesia.

Pak Anis, mungkin Bapak akan berkilah. Mana mungkin AS membentuk teroris, padahal AS sendiri memerangi teroris sebagaimana yang dilakukannya pasca tragedi 9/11? Saat itu  AS mengumumkan “Perang Melawan Teror”. AS menyerang Afghanistan untuk memburu Osama bin Laden.

Namun bukankah akhirnya false flag itu terkuak? AS menjadikan dalih “Perang Melawan Teror” sebagai legitimasi untuk menyerang negara-negara yang berdaulat dan kaya sumber daya alam. Lihatlah Afghanistan Pak, yang kini telah menjadi negara gagal.

Senjata-senjata AS dan Israel juga banyak digunakan oleh para jihadis ini. Bukankah sebuah fakta yang aneh, bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan senjata-senjata canggih AS dalam jumlah yang besar, jika mereka adalah para gerilyawan yang tidak memiliki akses internasional? Hanya satu jawabannya, bahwa seseorang telah memberikan senjata kepada mereka.

Dan Pak Anis harus tahu, keberadaan ISIS pun tak lepas dari campur tangan AS. Awalnya, Edward Snowden mengungkap bahwa ISIS adalah bentukan dari intelejen AS, Israel, Inggris, yang bertujuan untuk menarik para pengusung jihad dari seluruh dunia untuk bergabung dengan mereka. Setelahnya, kelompok teroris ini akan menjadi musuh bagi musuh-musuh Israel di kawasan, seperti Suriah dan Hizbullah. Dan ternyata benar, mereka menghancurkan Suriah, mereka menghancurkan Irak, dan mereka juga memerangi Hizbullah di Lebanon.

Pun ketika Jabhat Al-Nusra berhasil menguasai Dataran Tinggi Golan yang berbatasan langsung dengan Israel, mereka sama sekali tidak menyerang Israel. Dan  kantor berita Israel, Haaretz menyebut, bahwa keberadaan kelompok teroris ini tidak akan membahayakan Israel.

Pak Anis, Hillary Clinton dalam bukunya yang berjudul “Hard Choice, terang-terangan mengakui bahwa ISIS merupakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak. Ia menyatakan bahwa pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah. “Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Pak Anis, sejak terorisme melanda Suriah tiga tahun lalu, lebih dari 190.000 nyawa telah melayang, dan tiga juta lainnya mengungsi. Begitu pula dengan Irak. Pasca jatuhnya Mosul ke tangan ISIS, jutaan penduduk Irak terpaksa mengungsi.

Tahukah Bapak, kejahatan kemanusiaan apa yang telah dilakukan oleh kelompok ISIS?

Di Mosul, mereka menghancurkan masjid dan situs-situs bersejarah, mereka membantai rakyat sipil, mereka mengusir kaum pemeluk Kristen, mereka memaksa para wanita untuk menjadi pemuas nafsu mereka.

Pak Anis, maukah sesekali Bapak membayangkan, jika kedua istri Bapak yang cantik nan sholeha itu diperkosa di hadapan Bapak, sebagaimana yang dialami oleh seorang ayah yang pemeluk agama Kristen di Mosul? Ia harus menyaksikan istri dan putrinya mendapatkan perlakuan brutal, diperkosa oleh anggota kelompok ISIS karena dia tidak bisa membayar pajak. Sang ayah akhirnya bunuh diri akibat trauma. Apakah Bapak masih bisa berkata bahwa perlawanan terhadap ISIS adalah sesuatu yang lebay?

Bisakah Bapak membayangkan, jika putra putri Bapak gugur oleh serangan ISIS yang menggunakan klorin, sebagaimana yang dilakukan kepada Tentara Irak ? Sebanyak 300 tentara tewas diserang ISIS.

“Organisasi teroris ISIS telah menggunakan gas klorin untuk pertama kalinya di kawasan Saqlawiyah setelah menjebak lebih dari 400 tentara, mengakibatkan banyak tentara mati lemas, sementara para geng-geng teroris itu juga meledakkan bom mobil di dalam markas brigade,” ungkap Ali al-Badri, anggota Partai Dakwah Islam, sebagaimana dikutip Iraqinews.

Kurang jelas apa fakta yang kita saksikan hari ini, bahwa ISIS dan kelompok teroris sejenis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda telah melakukan kejahatan kemanusiaan, kekejaman di luar batas yang sulit digambarkan dengan kata-kata, dan mereka melakukan itu semua atas nama Islam dan jihad, tetapi tidak menyadari bahwa mereka sesungguhnya telah dimanfaatkan oleh aliansi Zionis Internasional untuk menggambar ulang peta Timur Tengah, mengeruk kekayaan alam, dan mengamankan eksistensi Israel?

Lalu kita saksikan disini, Bapak dan banyak juga saudara-saudara Muslim kita yang begitu mendukung kelompok teror ini, hanya karena mereka memekikkan takbir sebelum menggorok? Hanya karena mereka menyebut Allahu Akbar sebelum menyantap jantung mayat?

Hanya saja Pak Anis, ada kabar buruk. Saat ini kelompok teroris ini juga acapkali bertikai. Saya tahu partai Bapak yang berideologi Ikhwanul Muslimin mendukung kelompok FSA yang disebut moderat di Suriah, dan saat ini, antara FSA, Al-Nusra dan ISIS saling bantai bukan? Mereka memang kompak, menguasai di garis-garis perbatasan Suriah, namun ketidaksamaan ideologi justru menjadi bumerang.

Tapi saya sangat bersyukur dengan pernyataan Bapak itu. Saya akhirnya mendapatkan jawaban akurat mengenai kebimbangan saya lantaran rekan separtai Bapak, Tifatul Sembiring, tetap membiarkan berbagai situs-situs radikal pendukung teroris, penyebar kebencian dan anti-pluralisme, tetap eksis di Indonesia kendati pemerintah telah secara resmi melarang gerakan ISIS.

Saya akhirnya bisa melihat jelas, ideologi yang Bapak usung dan Bapak dukung, dan sepertinya, ideologi itu sangat berbahaya untuk Indonesia.

Akhir kata, saya berharap, semoga Allah menyelamatkan Indonesia dari ancaman teroris dan pendukung teroris yang menggunakan ayat-ayat suci sebagai legitimasi untuk menyakiti, melukai, dan membantai. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL