Ruhut JokowiLiputanIslam.com — Tidak ada yang aneh jika Arrahmah akhirnya juga menyebut komplotan teroris ISIS sebagai ‘pejuang Sunni” mengingat rekam jejaknya sejak awal memang selalu terdepan membenturkan isu Sunni-Syiah. Mengutip berita dari CNN, Arrahmah menuturkan bahwa “Pejuang Muslim Sunni, semakin mendekati Baghdad”.

Sekali lagi kami tegaskan, bahwa ISIS bukanlah Muslim Sunni.

Mengapa? Temukan jawabannya di link-link berikut ini:

  1. http://liputanislam.com/multimedia/seruan-ulama-sunni-di-basra-lawan-teroris-takfiri/
  2. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-wall-street-journal/
  3. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  4. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/pm-irak-jangan-gunakan-istilah-sunni-syiah/
  5. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  6. http://liputanislam.com/tabayun/detik-com-malas-atau-sengaja/
  7. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/universitas-al-azhar-islam-berlepas-diri-dari-isis-seperti-serigala-berlepas-diri-dosa-anak-anak-yakub-as/
  8. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-vivanews-atas-irak/
  9. http://liputanislam.com/analisis/dan-kini-muslim-sunni-pun-difitnah/
  10. http://liputanislam.com/berita/fokus/ini-dia-kiat-media-anti-irak-menyokong-isis/

TEmpoTEmpoTEmpoTEmpoSelain Arrahmah, Tempo pun tak ketinggalan menyimpulkan bahwa krisis Baghdad, adalah pertikaian Sunni-Syiah. Menurut Tempo, ISIS adalah para pejuang Sunni dari kelompok bersenjata berafiliasi kepada al-Qaeda.

Apa tujuan media-media ini memberikan informasi yang jauh dari valid? Mengapa mereka harus mengobarkan konflik sekterian yang bernuansa aliran atau mazhab? Menurut Fars News Agency, tujuannya adalah:

1. Mengobarkan konflik sektarian dan bernuansa aliran atau mazhab di Irak;

2. Mengusik upaya para tokoh Irak memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk membedakan kelompok takfiri Salafi/Wahabi dengan Ahlussunnah Waljamaah;

3. Mengadu domba dan mengoyak persaudaraan antara Ahlussunnah dan Syiah;

4. Melemahkan proses persatuan antar kelompok dan mazhab di Irak

5. Menghalangi pengaruh alim ulama dalam upaya mempersatukan bangsa Irak.

Apa yang terjadi di Irak hari ini, tidak tertutup kemungkinannya akan terjadi juga di tanah air jika kita tidak kritis dalam menyikapi pemberitaan. Akibat berita yang tidak valid/ tendensius, ditambah dengan isu-isu sekterian/SARA, berpotensi menyulut perpecahan dan kerusuhan. Karena itu, mari kedepankan tabayyun. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Comments are closed.

Positive SSL