Eramuslim mencintai semua faksi teroris yang disebutnya sebagai "mujahidin"

Eramuslim mencintai semua faksi teroris yang disebutnya sebagai “mujahidin”

LiputanIslam.comEramuslim, salah satu portal media “Islam”, pada 5 Agustus 2014 lalu menyatakan sikapnya secara resmi terkait kelompok teroris transnasional ISIS.  Eramuslim menyebut ISIS sebagai “Mujahidin”, dan mencintainya.

“Semua alasan-alasan  itu membuat kami hanya bersikap husnudzhan terhadap faksi faksi jihad tersebut, dan berdoa kepada Allah agar mereka semua kembali menyatukan dan merapatkan barisannya, dan menyingkirkan tiupan tiupan fitnah Iblis dan para pasukannya yang sengaja dihembuskan untuk memporak-porandakan barisan Mujahidin Islam di manapun. Ya Allah, Kami mencintai mereka semua, para Mujahidin…kabulkanlah permohonan kami ini…Aamiin,” demikian keterangannya. Berikut ini pernyataan lengkap Eramuslim:

Akhir akhir ini , Faksi Mujahidin ISIS telah menjadi pembicaraan di mana-mana , termasuk banyak netters juga menanyakan apa dan bagaimana sikap media Eramuslim. Menjadi ISIS’S Fansboy atau Anti ISIS.

Apalagi ketika ISIS telah menguasai wilayah sebagian wilayah Suriah dan Irak kemudian mendeklarasikan kekhilafahan di wilayah itu. Seketika saja berita itu segera menjadi topik terpanas , bahkan menjadi lubang fitnah dan pro kontra di kalangan para Mujahidin maupun Muslim sedunia, dari perdebatan para ulamanya, hingga kepada masyarakat umum, dan tidak terlepas perdebatan itu hadir di bumi Indonesia ini, dari Presiden, Menteri Agama, Kepolisian , bahkan sebagian tokoh agama dari berbagai organisasi bersegera menentukan sikap penolakannya, dengan alasan agama maupun alasan ketidak-sesuai paham ISIS dengan dasar Negara Pemerintahan Republik Indonesia, yaitu Pancasila.

Banyak tulisan, video, wawancara bahkan dari kalangan Syeikhul Jihad seperti Syekh Al Maqdissi, Syeikh Abu Qatadah, Syeikh Abu Bashir, maupun Syeikh Aiman Al Jawahiri, dan beberapa ulama lainnya ikut memberikan pendapat penolakannya atas kehadiran Khilafah Daulah Islam ini.

Ditambah lagi dengan hadirnya alunan musik yang dikomandani oleh pihak Barat (tentunya AS sebagai motor penggiring opini dunia), memberikan arahan kepada setiap negara negara yang dibawah pengaruhnya untuk koor bersama untuk mencegah kehadiran ISIS karena dipandang sebuah gerakan super ekstrimis dan menjual kekerasan, bahkan bukan saja hadirnya milisi maupun simpatisannya yang dilarang , atributnya pun  dilarang juga penampakannya, bahkan penampakkan simbol simbol ISIS telah dianggap sebagai sebuah bentuk kejahatan.

Bagaimana dengan kami melihat itu semua?

Kami memandang setiap perjuangan kaum Muslimin di berbagai dunia haruslah kami informasikan, karena kami sadar , masih adanya bentuk perlawanan tersebut telah menjadi sebuah kabar gembira untuk kami sebarkan kepada para netter. Karena kehadiran mereka, kami menaruh harapan akan masa depan Islam akan jaya suatu waktu nanti, walau dengan banyaknya pengorbanan darah dan nyawa mereka di medan Jihad.

Kami beritakan perlawanan Hamas di Palestina, Kami beritakan perlawanan para Mujahidin di Libya, Yaman, Afghanistan , perjuangan Ikhwanul Muslimin di Mesir melawan Thagut Militer As Sisi, dan tentunya kebahagiaan tersendiri dengan munculnya perjuangan kaum muslimin di Suriah dan Irak , sebagai kabar berita yang membenarkan kabar Rasulullah SAW tentang keberkahan bumi Syam yang memunculkan para pejuang akhir zaman.

Kami memberitakan berita berita perjuangan mereka sebagai Fastabiqul-khairot, mereka ingin menjadi pelaku sejarah yang  mampu berbuat banyak di bumi jihadnya. Walaupun kami sadar,  khususnya masih banyaknya pertikaian antar faksi Jihad di Irak dan Suriah akhir akhir ini , dan kami sengaja tidak membahas lebih dalam, mengingat masalah tersebut sangat begitu kompleks, dan membuat kami harus berhati hati bersikap, apalagi  ikut terlibat mencela, ungkapkan berita miring terhadap salah satu faksi jihad.

Sebagai bentuk sadar diri, kami dalam posisi yang tidak pantas untuk menilainya, apalagi mencela, memfitnah dan memberikan label label takfiri, khawarij, dan label label negatif lainnya terhadap salah satu dari mereka.

Kami khawatir bisa jadi mereka para mujahidin yang kami fitnah dan hina ternyata lebih baik di hadapan Allah.

Apalagi kami sebagai media , yang dibaca ratusan ribu netters per harinya , tidak ingin mempertanggung-jawabkan perbuatan hinaan dan celaan kami di hadapan Allah di pengadilan akhirat kelak.

Semua alasan-alasan  itu membuat kami hanya bersikap husnudzhan terhadap faksi faksi jihad tersebut, dan berdoa kepada Allah agar mereka semua kembali menyatukan dan merapatkan barisannya, dan menyingkirkan tiupan tiupan fitnah Iblis dan para pasukannya yang sengaja dihembuskan untuk memporak-porandakan barisan Mujahidin Islam di manapun .

Ya Allah, Kami mencintai mereka semua, para Mujahidin…kabulkanlah permohonan kami ini…Aamiin

Maafkan…beginilah pandangan kami…

(Redaksi)

 

Imam Masjid Al-Aqsa

Imam Masjid Al-Aqsa

Tentunya sah-sah saja jika Eramuslim mencintai atau membenci kelompok tertentu, hanya saja, layakkah berbagai faksi teroris ini dicintai?

Kecaman Imam Masjid Al Aqsa

Jauh -jauh hari, Imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Salah al-Din bin Ibrahim Abu Arafa mengecam atas apa yang telah dilakukan oleh berbagai faksi teroris di Suriah. Ia menyalahkan para ulama yang telah menyerukan peperangan di Suriah, menyeru kepada umat untuk melakukan jihad suci, padahal yang diperangi adalah sesama Muslim. Video pernyataannya bisa disaksikan di http://www.youtube.com/watch?v=KtgGDq7tbwk

“Semua ini adalah kesalahan dari para ulama yang menyerukan perang dan pertumpahan darah. Ini salah mereka. Kami melihat kasih sayang telah hilang, anak-anak dan wanita tidur dan terbangun dalam perut keroncongan,” ucapnya.

Menurut Abu Arafa, motif kawanan teroris ini berperang di Suriah bukanlah untuk menegakkan Islam, melainkan semata-mata demi kekuasaan.

“Anda ingin berperang dengan berbagai macam alasan, namun sudah terang benderang, bahwa mereka berperang semata-mata demi kekuasaan. Semuanya telah terungkap. Kami bisa melihat Libya dan tempat-tempat lainnya. Dan apa salah orang-orang Palestina?”

Kawasan Kamp Yarmouk yang menjadi tempat tinggal bagi rakyat Palestina yang mengungsi di Suriah, kondisinya sangat mengenaskan. Warga terkepung di dalam kamp, terjebak antara faksi-faksi teroris yang tengah baku hantam. (Baca: Siapa yang Mengepung Yarmouk?)

“Kami melihat kelompok ISIS membunuh kelompok Al-Nusra. Kami juga melihat Al-Nusra membunuh kelompok dari  Islamic Front. Kami berada di Yarmouk, dan mereka datang. Jika penduduk Yarmouk menerima Al-Nusra, maka mereka tidak akan selamat dari ISIS. Jika menerima ISIS, mereka tidak selamat dari Islamic Front. Namun jika menerima semuanya, maka ketiganya akan membantai mereka,“ jelas ulama Ahlussunah ini.

“Kapankah mereka akan sadar? Kapankah kita akan berdiri berdampingan? Apa yang telah dilakukan Yarmouk kepada Anda? “

Syekh Arifi di London

Syekh Arifi di London

Menurutnya, jika ingin menolong warga di Kamp Yarmouk, seharusnya mereka diberikan roti. “Siapapun yang hendak mendirikan negara Islam dengan menumpahkan darah kaum Muslimin , sesungguhnya ia tidak bernegara dan tidak beragama.  Itulah yang Allah dan Rasulnya sampaikan! Kami muak dengan semua kebohongan Anda. Bantulah orang-orang di Yarmouk dengan memberikan roti. Dan tolonglah kami dengan tulus ikhlas, berhentilah membohongi kami. Hentikan semua kepalsuan Anda,” ucapnya lagi. (baca: Kelaparan di Kamp Yarmouk, Dosa Assadkah?)

Tak luput, ia pun mengkritik seorang ulama yang berapi-api menyerukan jihad ke Suriah, namun ia sendiri terbang ke London dan Turki. “Kami melihat seorang ulama bertamsya ke London dan Turki, tinggal di hotel dan tempat yang mewah. Sedangkan, ia sendiri menyerukan kepada umat manusia untuk berperang yang disebutnya ‘jihad suci’ di Suriah,” kecamnya.

Ulama yang dimaksud oleh Abu Arafa adalah Syeikh Muhammad al-Arifi, ulama Arab Saudi yang menyerukan jihad ke Suriah. Namun dua hari kemudian, ia tertangkap kamera tengah berada di London, sedang  check-in di salah satu hotel dengan tas-tas kopernya.

Menurutnya, seharusnya sesama Muslim harus saling menjaga dan melindungi. Kekerasan dan pembantaian sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, dan bukan untuk hal ini Nabi diutus.  “Rasulullah tidak pernah mengajarkan ini, beliau diutus bukan untuk ini. Buang jauh-jauh klaim bohong Anda, lindungi darah kaum Muslimin dan jangan menumpahkannya.  Anda telah mempermalukan kaum Muslimin, dan tidak melakukan kebaikan apapun untuk sesama manusia,” tandasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL