Tragedi di kamp pengungsian warga Palestina di Yarmouk (selatan Damaskus), sangatlah mengenaskan. Selama belasan hari (sebagian media menyebutnya berbulan-bulan) mereka tidak punya makanan. Gara-garanya, mereka tidak bisa keluar dari kamp, dilarang oleh pasukan bersenjata.

Nah, siapa pasukan bersenjata ini?

Setidaknya ada dua media di Indonesia yang menyebut bahwa pengepungan kamp Yarmouk adalah tentara Suriah.

1. Viva News: (tanggal 26 Januari)

Badan bantuan PBB telah beberapa kali mencoba memasuki lokasi tersebut. Pekan ini, mereka hendak mengirimkan 400 karton makanan untuk pengungsi di Yarmouk, tapi dilarang rezim Syiah Bashar al-Assad.

2. Hizbut Tahrir, yang isinya ternyata copas dari Viva News

Lalu, muncul foto berikut di jejaring sosial:

pengungsi yarmouk

Ini foto karya Ayham Soussef, yang diambil dari dalam kamp dan menunjukkan bahwa justru para pemberontaklah yang menghalang-halangi pengungsi keluar dari kamp itu.

Lalu, akhirnya, pada 30 Januari, blokade di kamp Yarmouk berhasil ditembus, dan UNRWA (badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina) berhasil masuk ke kamp dengan membawa bahan pangan.

Esoknya (31/1), konvoi bantuan kembali terhalang masuk karena ditembaki milisi bersenjata.

Di video ini, terlihat bagaimana kondisi kamp Yarmouk saat bantuan pangan berhasil masuk. Sebagian pengungsi mengaku tidak makan LIMA hari, ada yang menyebut dua hari (jadi berbeda dengan klaim Vivanews.com yang menyebut berbulan-bulan).

Para pengungsi juga mengatakan bahwa yang memblokade mereka adalah para pemberontak dan mereka berterimakasih kepada tentara Suriah yang telah menyelamatkan mereka.

Video dilengkapi subtitle Indonesia. (dw/liputanislam.com/suriahtube)


 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL