Roadshow Suriah, klik untuk memperbesar

Roadshow Suriah, klik untuk memperbesar

LiputanIslam.com — Di awal pemberontakan, kelompok pemberontak yang digawangi oleh FSA dan al-Nusra memiliki musuh yang sama, yaitu Pemerintah Suriah dan pendukungnya. Namun memasuki tahun ketiga, mereka mulai saling memerangi satu sama lain. Pertikaian ini ditutup rapat-rapat, dan saat diungkap oleh media independent atau media yang pro Assad, mereka pun membantah keras. Namun kini, para pendukung kelompok-kelompok jihadis sudah tidak ragu lagi untuk saling serang satu sama lain. Secara garis besar, ada tiga kelompok jihadis di Suriah yang terdiri dari ratusan hingga ribuan brigade, yaitu FSA, Al-Nusra, dan ISIS. Selengkapnya: http://liputanislam.com/tabayun/jihad-palsu-suriah-mengancam-indonesia/.

Di Suriah juga, kita menemukan jihadis Arab Saudi berperang dengan sesama jihadis Arab Saudi, lantaran mereka berada dalam kelompok jihadis yang berbeda.

Kesaksian mantan jihadis “Setelah beberapa saat , ada perkembangan lain . Organisasi ISIS dan Jabhat al-Nusra mulai berkelahi satu sama lain. Ada juga pertempuran antara mereka dan faksi-faksi lain. Hal yang paling mengganggu adalah bahwa jihadis  Saudi berperang melawan jihadis  Saudi, meskipun  jika Anda bertanya kepada mereka , mereka semua akan memberitahu Anda bahwa mereka datang untuk melawan rezim Assad.“ Selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/saudi-vs-saudi-di-suriah/.

Mr Moallem, Pemimpin Delegasi Suriah saat berunding di Jenewa, telah mewanti-wanti bahwa terorisme ini merupakan ancaman bagi seluruh dunia. Dalam pidatonya, Moallem menuturkan betapa menderitanya rakyat Suriah atas berbagai aksi teroris yang didukung oleh pihak asing, ia mengajak dunia untuk memerangi terorisme bersama. Namun sayang, seruannya tidak digubris. Senjata, dana hingga jihadis-jihadis terus-terusan mengalir ke Suriah. Pidato Moallem selengkapnya: http://liputanislam.com/berita/al-moallem-di-jenewa-mari-bersatu-perangi-terorisme/.

Dan setelah Suriah, terorisme berlanjut ke Lebanon, dan Irak. Fallujah, salah satu kota di Irak jatuh ke tangan teroris ISIS, lalu Mosul dan Tikrit. Jutaan rakyat Irak menjadi pengungsi. Foto-foto eksekusi beredar luas, dan ketakutan rakyat Irak, Lebanon, dan Suriah pun sampai ke Indonesia.

Coba simak jawaban terakhir Mahfudz. Ia mengatakan, Konflik di Irak tidak hanya mengenai politik saja. Tapi sudah mengarah kepada konflik horizontal. Ada nuansa konflik antar aliran keagamaan. Bahkan dari info yang saya dapat, lebih dari 5.000 orang melarikan diri dari Irak setelah negeri tersebut berada di bawah kendali kelompok oposisi bersenjata.”

Pertama, jumlah orang yang melarikan diri dari kota yang direbut [mungkin maksudnya Mosul] jumlahnya bukan 5.000 orang, melainkan 500.000 lebih. Harap dicatat bahwa Mosul adalah salah satu kota terbesar di Irak, setelah Baghdad.

Kedua, konflik horizontal apa yang dimaksud oleh Mahfudz? Pertikaian Sunni-Syiah? Sayang sekali hal itu hanyalah propaganda dari media-media massa yang memang memiliki kepentingan. Dan jawaban  Liputan Islam bahwa konflik Irak sama sekali bukan disebabkan sentimen agama, silahkan dibaca di:

  1. http://liputanislam.com/multimedia/seruan-ulama-sunni-di-basra-lawan-teroris-takfiri/
  2. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-wall-street-journal/
  3. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  4. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/pm-irak-jangan-gunakan-istilah-sunni-syiah/
  5. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/majelis-ulama-ahlussunnah-irak-keluarkan-fatwa-perang-terhadap-isis/
  6. http://liputanislam.com/tabayun/detik-com-malas-atau-sengaja/
  7. http://liputanislam.com/berita/internasional/timur-tengah/universitas-al-azhar-islam-berlepas-diri-dari-isis-seperti-serigala-berlepas-diri-dosa-anak-anak-yakub-as/
  8. http://liputanislam.com/tabayun/membongkar-propaganda-vivanews-atas-irak/
  9. http://liputanislam.com/analisis/dan-kini-muslim-sunni-pun-difitnah/
  10. http://liputanislam.com/berita/fokus/ini-dia-kiat-media-anti-irak-menyokong-isis/
  11. http://liputanislam.com/tabayun/propaganda-arrahmah-dan-tempo-atas-krisis-irak/
  12. http://liputanislam.com/tabayun/propaganda-republika-dan-antaranews-atas-krisis-irak/
  13. http://liputanislam.com/berita/fokus/trend-media-arab-bercorak-wahabi-di-tengah-fenomena-isis/

Siapa penyeru jihad?

Mahfudz meminta agar pemerintah mengawasi WNI yang yang berangkat ke Irak ataupun ke Timur Tengah, tapi luput dari menyorot siapakah yang selama ini menyerukan jihad ke Suriah. Siapa yang mengadakan roadshow ke berbagai kota demi menggalang dana untuk Suriah dengan mengangkat isu mazhab? Siapakah yang mendoktrin anak bangsa untuk berjihad demi menegakkan khilafah, demi menggulingkan pemerintahan thagut, atau demi 72 bidadari?

Setahun silam, pada 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013  diadakan konferensi oleh lebih dari 500 tokoh agama dari  50 negara yang menyerukan wajibnya jihad ke Suriah.

Syeikh Al-Amin El Hajj, Ketua Ikatan Ulama Muslimin, berkata “Konflik Suriah  adalah persoalan kaum Muslimin karena para mujahid yang berperang  melawan rezim Bashar di sana hakikatnya demi kepentingan Islam. Jihad di Suriah hukumnya wajib bagi seluruh umat!”

Syeikh Al-Arifi, ulama Arab Saudi berkata, “Jika kalian sudah kehilangan harga diri dan kehormatan untuk membela saudara-saudara kita di Suriah, maka minimal kalian bebaskan rakyat Arab untuk bertindak membantu saudara-saudaranya di Suriah, dan kalian akan disiksa di kubur jika tidak membantu perjuangan rakyat Suriah saat ini,” tegas Al-’Arifi. Dan seruan ini disebarluaskan oleh media-media Islam mainstream di tanah air.

Pertanyaan saya, mengapa Mahfudz tidak mengecam berbagai seruan jihad ke Suriah, yang merupakan bentuk agresi kepada sebuah negara yang berdaulat? Bukankah atas fatwa-fatwa ulama tersebut, putra bangsa kita turut mengangkat senjata untuk berjihad di Suriah? Dan lantas, mereka melanjutkan petualangannya di Irak, sembari mengajak teman-teman lainnya. Jangan lupa, PKS ataupun IM punya andil besar atas konflik Suriah. Lalu, jika PKS, IM dan ulama-ulamanya mendukung pemberontakan di Suriah, menyerukan jihad untuk melawan pemerintah Suriah, mengapa mereka harus ketakutan atas berangkatnya WNI ke Irak? Bukankah mereka sama-sama berjihad? Apa bedanya berjihad di Suriah dengan berjihad di Irak? (ba)

Bersambung ke bagian ketiga. Bagian pertama bisa dibaca di sini.

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL