Assad 2LiputanIslam.com — Jika kerapkali kita disuguhi informasi tentang konflik Suriah dari sudut pandang pihak anti-Assad, maka melalui artikel ini, Liputan Islam akan mengetengahkan konflik Suriah dari sudut pandang Assad.

Assad sebagai sosok yang dituding biang kerok dari konflik Suriah, siapakah ia sebenarnya, dan bagaimana posisinya dalam memandang kekacauan di negaranya? Berikut ini adalah wawancara ekslusif yang berhasil dihimpun Paris Match, dan bagian pertama, bisa dibaca di sini.

Paris Match: Mari kita bicara tentang ISIS. Beberapa orang mengatakan bahwa rezim Suriah yang memicu munculnya ekstrimis Islam ini untuk memecah kekuatan oposisi. Bagaimana Anda menanggapi itu?

Bashar al-Assad: Suriah adalah sebuah Negara, bukan (dikuasai) oleh sebuah rezim. Pertama-tama, kita harus sepakat terlebih dahulu tentang hal ini.

Kedua, dengan asumsi bahwa apa yang Anda katakan adalah benar, bahwa kami mendukung ISIS, ini berarti bahwa kami telah meminta organisasi teror ini untuk menyerang kami, menyerang pangkalan militer kami, membunuhi tentara kami, dan menduduki kota-kota dan desa? Logika macam apa ini?

Lalu, apa yang kami dapat dari semua ini? Apakah kekuatan oposisi akan terpecah dan melemah – seperti yang Anda katakan?

Kami tidak perlu merusak unsur-unsur oposisi. Barat sendiri menyatakan bahwa sesungguhnya keberadaan oposisi adalah kepalsuan semata. Obama sendiri yang mengatakan hal ini. Jadi, anggapan Anda salah. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Yang benar adalah, ISIS diciptakan di Irak pada tahun 2006, dan saat itu Amerika yang menduduki Irak, bukan Suriah. Abu Bakar Al-Baghdadi ada di penjara Amerika, bukan penjara Suriah. Jadi siapa yang menciptakan ISIS, Suriah atau Amerika?

Paris Match: Rakyat Suriah yang kami temui di Damaskus lebih banyak bicara tentang para jihadis yang mendekam di penjara Barat dibandingkan dengan berbicara tentang perang melawan ISIS. Bukankah ini aneh?

Bashar al-Assad: Terorisme adalah sebuah ideologi, bukan sebuah struktur organisasi; dan ideologi tidak memiliki perbatasan apapun. 20 tahun yang lalu, terorisme diekspor ke wilayah kami, terutama dari negara-negara Teluk, dan Arab Saudi.

Sekarang, teroris datang ke wilayah kami dari Eropa, terutama dari Perancis. Persentase terbesar dari teroris Eropa yang datang ke Suriah adalah berasal dari Perancis; dan Anda juga menemukan sejumlah insiden di Perancis. Ada juga serangan di Belgia terhadap museum Yahudi. Jadi, terorisme di Eropa tidaklah sedang tertidur, melainkan sebaliknya, telah bangkit.

Paris Match: Amerika dengan langkahnya melawan ISIS, tentunya adalah sekutu taktik (bagi Suriah-red) . Apakah Anda masih berpikir bahwa campur tangan mereka merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional?

Bashar al-Assad: Pertama, Anda mengatakan bahwa (memerangi ISIS-red) adalah sebuah taktik, dan ini adalah poin penting. Anda tahu bahwa taktik tanpa strategi tidak menghasilkan hasil, sehingga tidak akan bisa mengalahkan terorisme. Ini adalah intervensi ilegal, pertama karena tidak diizinkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, dan kedua karena tidak menghormati kedaulatan negara, dalam hal ini, Suriah. Jadi, sekali lagi itu adalah intervensi ilegal, dan merupakan pelanggaran kedaulatan.

Paris Match: Menurut Agence France Presse, angkatan udara Anda melakukan setidaknya 2.000 sorti dalam 40 hari, dan ini adalah jumlah yang besar. Ketika pesawat Anda melintasi pesawat aliansi AS, misalnya dalam perjalanan mereka menuju Raqqa, apakah Anda telah mengkoordinasikan hal tersebut atau apakah Anda memiliki perjanjian non-agresi?

Bashar al-Assad: Tidak ada koordinasi langsung. Kami menyerang terorisme di mana-mana, terlepas dari apa yang dilakukan oleh aliansi AS.

Anda mungkin merasa aneh bahwa jumlah serangan udara Suriah terhadap teroris lebih besar dari yang diluncurkan oleh pasukan aliansi AS. Tidak ada koordinasi untuk hal ini; namun pada saat yang sama Anda harus menyadari bahwa serangan udara pasukan aliansi AS hanyalah sebuah topeng.

Paris Match: Tapi serangan udara (aliansi AS) ini membantu Anda, dan salah satu alasan mengapa Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengundurkan diri adalah karena ia meyakini bahwa mereka mendukung pemerintahan dan posisi Anda.

Bashar al-Assad: Tidakkah Anda menyadari bahwa pertanyaan Anda ini bertentangan dengan pertanyaan Anda sebelumnya, yang menyatakan bahwa kami mendukung ISIS? (LOL- red)

Ini berarti, bukankah kami adalah musuh bagi ISIS…

Paris Match: Saya mengatakan, ada beberapa orang yang menyatakan, bahwasanya Anda telah mendukung ISIS untuk memecah oposisi…

Bashar al-Assad: Dan saya juga tidak bermaksud menuduh ‘Anda’ terhadap pernyataan saya barusan. Artinya, ‘beberapa orang tersebut’ yang saya maksud.

Paris Match: Karena salah satu hasil dari serangan udara aliansi, dari perspektif Amerika, adalah pengunduran diri Chuck Hagel, apakah Anda berpikir bahwa serangan udara aliansi AS membantu Anda?

Bashar al-Assad: Terorisme tidak bisa dihancurkan dari udara, dan Anda tidak dapat mencapai hasil di lapangan tanpa adanya pasukan darat yang tahu rincian geografis daerah, dan bergerak secara bersamaan dengan serangan udara. Itu sebabnya, setelah dua bulan serangan udara oleh pasukan aliansi AS, tidak ada hasil yang nyata di lapangan.

Itulah sebabnya kami mengatakan bahwa tidak benar serangan udara yang diluncurkan pasukan aliansi AS telah membantu kami (dalam memerangi ISIS -red). Seandainya serangan udara tersebut telah serius dan efektif, saya akan mengatakan bahwa mereka memang berguna bagi kami. Tapi kami adalah orang-orang yang melakukan pertempuran melawan ISIS di daratan, dan kami tidak merasakan adanya perubahan, apalagi, Turki masih memaksimalkan dukungannya secara langsung kepada ISIS. (ba)

Bersambung ke bagian ketiga

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*