Oleh: Sofia Abdullah

Berdasarkan penelusuran kami untuk mengetahui bentuk sebenarnya dari arca Cangkuang, kami membandingkan arca cacat di Candi Cangkuang dengan arca yang lazim terdapat dalam Hindu India pada sebelah kiri gambar di bawah ini. Bila dilihat dari bentuk dan posisi, arca Cangkuang seharusnya bermaksud untuk menggambarkan Shiwa sebagai avatar Wisnu dengan wahana singa bersayap. Arca Shiwa di foto sebelah kiri adalah bentuk seharusnya dari arca dewa Hindu yang sesuai dengan gambaran yang diyakini dalam kitab-kitab agama Hindu di India. Sementara foto di sebelah kanan adalah arca cacat di Cangkuang. Kemungkinan besar, karena yang membuat bukan orang beragama Hindu, apalagi seorang Pandita yang mengerti kitab, jadilah arca Siwa di Cangkuang seperti yang kita lihat ini.

cangkuang-6

Arca Shiwa di India

cangkuang-5

arca Shiwa di Cangkuang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kami dapat mengatakan yang membuat arca tersebut bukan orang Hindu, karena dalam kitab agama Hindu, terdapat tata cara dan arahan dalam pembuatan arca. Bila sang pembuat arca melihat hasil buatannya tidak sempurna bahkan cacat, arca tersebut harus dimusnahkan, karena ia tidak akan rela melihat dewa yang diagungkannya berbentuk fisik seperti arca Cangkuang di atas.

Namun, karena tidak menemukan bukti bangunan atau reruntuhan bekas candi di lokasi pemakaman Cangkuang, arca yang berbentuk tidak jelas dan cacat pada saat pembuatan ini dijadikan penentu didirikannya candi Cangkuang. Karena keberadaan arca ini, pemakaman muslim kuno dikatakan sebagai situs candi Hindu, dan batu-batu andesit yang berserakan di sekitar makam dikatakan sebagai batu candi, meskipun berbentuk jelas menyerupai nisan.

Dengan berbekal penemuan lubang dan patung Siwa yang rusak, dan tentunya teori-teori rekaan yang dipaksakan dan tanpa ada perbandingan dengan bangunan yang lain, Prof. Harsoyo dan Drs. Uka Tjandrasasmita mengutarakan adanya candi Hindu dan bekas-bekas kerajaan Hindu di Jawa Barat. Penelitian yang disponsori oleh Mr. Idji Htadji-ketua CV Haruman dan bekerjasama dengan mahasiswa IKIP Bandung ini berhasil merekayasa sebuah candi yang besar kemungkinan tidak pernah ada. Apalagi, seperti yang diakui oleh pihak peneliti sendiri, Candi Cangkuang yang ada saat ini tidak lebih hanyalah hasil rekayasa yang tidak bersandarkan bukti-bukti ilmiah. Hal ini dinyatakan pula oleh Agus Aris Munandar dalam bukunya ‘Bangunan Suci Sunda Kuno’ halaman 117, bahwa bangunan Candi Cangkuang adalah rekaan belaka dan sangat mungkin keliru.

Candi Cangkuang (foto: Sofia)

Candi Cangkuang (foto: Sofia)

Candi Cangkuang nampak muka, bersebelahan dengan makam kuno yang telah dikenal penduduk beberapa generasi sebelum keberadaan Candi Cangkuang sebagai makam leluhur mereka Arif Muhammad, berdasarkan penuturan penduduk setempat. Dari bukti geologis yang masih dapat dilihat–berupa danau–dapat diketahui bahwa daerah kampung Pulo hingga tahun 1960an masih dikelilingi danau. Sekarang sebagian danau sudah di jadikan persawahan dan perumahan penduduk.

Bentuk pemakaman yang berlokasi di tengah pulau yang dikelilingi danau ini bukan satu-satunya di Jawa, bahkan di Nusantara. Pemakaman Cangkuang adalah salah satu bentuk makam dari ratusan pemakaman yang tersebar di kepulauan Nusantara yang digunakam leluhur Nusantara, bahkan sebelum masuknya Islam di Nusantara, sekitar abad ke-7 M.

Contoh jenis pemakaman leluhur di Nusantara yang berlokasi di pulau di tengah danau, dapat kita lihat pada pemakaman kuno di Ciamis Situ Lengkong, pemakaman kuno di pulau Samosir, Danau Toba, pemakaman kuno di Madura di pulau di tengah danau Telango, dan pemakaman kuno leluhur Palembang di delta Sungai Musi, dan masih banyak lagi. Pemakaman di di delta Sungai Musi sejak Suharto berkuasa telah dibangun jadi kelenteng, sehingga keberadaan makam leluhur Palembang tersebut seolah kehilangan jejak

 pemakaman muslim di sekitar Candi Cangkuang, jumlahnya ada ratusan (foto: Sofia)

makam muslim di sekitar Candi Cangkuang, jumlahnya ada ratusan (foto: Sofia)

Makam disekitar Candi Cangkuang ini jumlahnya bisa mencapai ratusan makam, namun sayangnya keberadaan pemakaman ini seolah seperti sengaja tidak pernah disebut, dan timbul kesan keberadaan makam ini-lah yang telah menghilangkan jejak peradaban kerajaan Hindu di wilayah cangkuang ini yang dikatakan dari abad ke-8, fakta yang kami dapati di lokasi situs justru sebaliknya, adanya Candi Hindu rekaan ini telah berhasil menutupi sejarah Islam di Nusantara.

Siapakah Sebenarnya Tokoh Yang Bernama Arief Muhammad Ini?

Bila kita hanya mencari informasi mengenai situs arkeologi ini melalui internet tanpa melakukan kunjungan langsung ke lokasi situs, keberadaan pemakaman muslim ini sering kali dilewatkan. Hanya satu makam yang disebutkan ada di wilayah ini, yaitu makam Arief Muhammad. Makam tokoh ini hingga kini rutin diziarahi oleh penduduk Kampung Pulo. Siapakah Arief Muhammad? Berdasarkan hasil wawancara dengan penduduk setempat, kami mendapat informasi penting bahwa Mbah Dalem Arief Muhammad adalah leluhur mayoritas masyarakat Kampung Pulo. Karenanya, penduduk setempat menyebut Arief Muhammad “Eyang Mbah Dalem Arief Muhammad”. Berdasarkan penelusuran silsilah beliau yang kami temukan di museum Cangkuang, beliau masih keturunan Nabi Muhammad saw dari putri beliau Sayyidah Fatimah Zahra (Ratu Fatimah) yang hidup sekitar abad ke-9 M atau sekitar tahun 800-an Masehi. Artinya, kurang lebih 200 tahun setelah wafatnya Rasul saw. Itulah sebabnya kita tidak akan pernah menemukan tokoh ini didalam daftar penduduk yang dibuat pemerintah kolonial tahun 1625 karena beliau hidup sekitar tahun 800-an.

 

silsilah Arief Muhammad (foto: Sofia)

silsilah Arief Muhammad (foto: Sofia)

Posisi makam Arief Muhammad di Kampung Pulo terletak pada dataran paling tinggi, yang menandakan semasa hidupnya beliau adalah orang yang disegani. Berdasarkan silsilah yang kami dapatkan dari penduduk setempat dan kisah turun temurun, penduduk kampung Pulo masih keturunan Arief Muhammad. (LiputanIslam.com)

(Bersambung ke bagian-4)

Baca bagian 2.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL