Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

0
4847

Otong Sulaeman*
LiputanIslam.com –Palestina kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan sebuah proposal yang ia beri nama Deal of The Century (Perjanjian Abad Ini). Isi dari proposal ini secara umum menguntungkan Israel, dan dipersepsi sangat negatif oleh kaum Muslimin dan para pegiat HAM. Salah satu yang paling banyak disorot adalah soal pengabaian atas berbagai kejahatan yang dilakukan Israel atas bangsa Palestina.
Memanasnya Palestina ini mendorong munculnya perdebatan teologis klasik soal pandangan Al-Quran terhadap kaum Yahudi. Sebagian kaum Muslimin meyakini bahwa Yahudi memang punya gen kriminal di dalam darahnya. Berbagai ayat Al-Quran kemudian dijadikan sebagai dalil atas klaim ini.

Sebenarnya, di dalam Al-Quran sendiri bertebaran ayat-ayat yang menyebut Israel (Yahudi) sebagai kaum terpilih. Misalnya, “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kalian atas segala umat. (Al-Baqarah: 47)

Akan tetapi, teks-teks Al-Quran lainnya memang menggambarkan Bani Israil (dan ummat Yahudi) sebagai kaum yang buruk, yaitu sebagai entitas yang dimurkai ollah Allah. Semua ahli tafsir sepakat bahwa maksud dari frasa “yang dimurkai oleh Allah” (ghayril maghdhuubi ‘alaihim) yang terdapat pada surah Al-Fatihah adalah orang-orang Yahudi.  Jadi, dalam pandangan ummat Islam, Yahudi dan Israel adalah entitas yang dimurkai. Citra buruk tersebut semakin menebal karena adanya ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang menyebutkan sifat-sifat buruk mereka berikut ini.

1.    Tidak Memiliki Integritas

Bani Israil memiliki citra sebagai orang-orang tidak memiliki integritas (tidak sesuai antara kata-kata dan perbuatan). Mereka menyuruh orang lain supaya berbuat kebaikan, tapi mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka ucapkan itu.
“Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (kewajiban) kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir?” (Al-Baqarah: 44)

2.    Materialis
Bani Israil memiliki citra sebagai orang yang materialis, yaitu orang-orang yang mencintai kehidupan dunia lebih dari bangsa manapun.

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 96)

3.    Ingkar Janji
Citra buruk lainnya yang melekat pada Bani Israil adalah sifat ingkar janji mereka. Jika mereka berjanji, dengan mudahnya mereka mengkhianati perjanjian itu.
“Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? “ (Al-Baqarah: 100)

4.    Pembunuh Para Nabi
Citra sebagai pembunuh orang-orang baik, yaitu para nabi yang diutus, melekat erat pada kaum Yahudi (Bani Israil).
Katakanlah: ‘Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu benar-benar orang yang beriman?” (Al-Baqarah: 91)
Citra sebagai pembunuh para nabi ini sangatlah negatif. Kaum Muslimin umumnya menggunakan penalaran yang sederhana untuk sampai kepada kesimpulan bahwa Bani Israil adalah orang-orang yang kejam. Kepada para nabi saja mereka sampai berani melakukan pembunuhan, apalagi kepada orang-orang biasa. Padahal, para nabi itu hadir di tengah-tengah mereka dengan menunjukkan sifat-sifat kebaikannya; dan padahal, para nabi itu berasal dari sanak dan kaum kerabat mereka sendiri.

5.    Rasis
Bani Israil memiliki citra sebagai kelompok yang rasis. Mereka dicitrakan sebagai orang yang percaya bahwa mereka adalah ras yang unggul di dunia dan akhirat. Hanya karena mereka adalah orang Israil, mereka yakin bahwa merekalah penguasa dunia. Bahkan lebih dari itu, mereka juga percaya bahwa dengan keyahudian dan keisrailan mereka, nasib mereka di akhirat sudah terjamin sebagai penghuni surga.
“Katakanlah: ‘Jika kalian (menganggap bahwa) rumah akhirat (surga) itu khusus untuk kalian di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka mohon segerakanlah kematian (kalian), jika kalian memang benar.
“Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 94-95)

6.    Iri dan Dengki
Di satu sisi, Bani Israil sangat bangga dan yakin dengan keunggulan ras mereka. Akan tetapi, di sisi lain, fakta menunjukkan bahwa sangat banyak ummat lain yang dalam beberapa hal menunjukkan keunggulan dibandingkan kaum Yahudi. Adanya kesenjangan antara keyakinan dan fakta tersebut melahirkan sifat buruk lainnya yaitu iri dan dengki. Inilah citra buruk lain yang melekat pada Bani Israil.
“Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepada kalian dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Baqarah: 105)

Gambaran Komprehensif
Dari berbagai pemaparan di atas diketahui bahwa ada dua model penggambaran yang ditunjukkan oleh Al-Quran terkait dengan Bani Israil. Di satu sisi, Al-Quran menggambarkan mereka sebagai kaum terpilih. Dari kelompok merekalah Allah mengutus banyak sekali nabi. Bahkan nabi-nabi terkenal sepanjang sejarah yang telah terbukti mampu menorehkan prestasi besar dalam sejarah peradaban dunia, berasal dari Bani Israil.

Nabi Ya’qub adalah Israil itu sendiri. Kemudian, ada nama Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa. Mereka adalah nama-nama besar yang mustahil dihapus dari pentas sejarah peradaban dunia.

Dalam pandangan Islam, para nabi yang berasal dari Bani Israil juga memiliki posisi yang sangat mulia. Mereka juga disebut sebagai nabi oleh orang-orang Islam. Seorang Muslim wajib beriman kepada para nabi itu, tidak peduli mereka berasal dari bangsa mana. Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan para nabi lainnya yang berasal dari keturunan Ya’qub (Bani Israil) adalah nama-nama yang sangat mulia dan dihormati oleh kaum Muslimin. “Katakanlah: ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 136)

Dari sisi ini, citra Israel (Bani Israil) dalam pandangan kaum Muslimin bisa sangat positif. Akan tetapi, masih terkait dengan para nabi itu, Al-Quran juga menggambarkan bagaimana reaksi buruk yang ditunjukkan oleh Bani Israil terhadap para nabi tersebut. Ditambah lagi dengan beberapa ayat Al-Quran lainnya yang menggambarkan secara negatif Bani Israil dengan cara menyebutkan beberapa sifat buruk mereka.

Penggambaran secara negatif dengan menunjukkan sifat-sifat buruk tersebut menunjukkan bahwa yang dibenci oleh kaum Al-Quran dari Bani Israil bukanlah keyahudian atau keisrailan mereka, melainkan adanya sifat-sifat buruk yang sudah mereka tunjukkan, dan yang tetap mereka pertahankan hingga sekarang. Al-Quran tidak mengajarkan kebencian kepada Bani Israil (dan penganut agama Yahudi) atas dasar ras dan kelompok, karena justru salah satu yang dikecam oleh Al-Quran dari Bani Israil itu  adalah sifat rasis Bani Israil.
*Peneliti ICMES, Dosen STFI Sadra

 

DISKUSI:
SHARE THIS: