Teheran, LiputanIslam.com –  Republik Islam Iran mengutuk kebercokolan pasukan asing di Teluk Persia, dan mengumumkan bahwa pada minggu ini pihaknya akan mepresentasikan rencana kerja sama regional yang diharapkan dapat “menjamin” keamanan wilayah di mana AS bermaksud memperkuat pasukannya.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato pada parade militer di Teheran, Ahad (22/9/2019), menyatakan bahwa kawasan Teluk Persia sedang melintasi “periode sensitif nan penting dan bersejarah”.

Menurutnya, keberadaan pasukan asing di Teluk Persia menjadi biang akumulasi “absennya keamanan”. Karena itu kepada AS dan para sekutu baratnya, Rouhani menegaskan, “Keberadaan kalian selalu saja mendatangkan penderitaan dan bencana ke kawasan ini. Kawasan kami aman jika kalian menjauh darinya.”

Baca: Zarif: AS Tidak Ingin Saya Hadiri Sidang Umum PBB

Dia menambahkan, “Dalam pandangan kami, keamanan Teluk Persia berasal dari dalam, keamanan Teluk Persia tumbuh dari dalam, dan keamanan Selat Hormuz tumbuh dari dalam. Sedangkan pasukan asing adalah sumber problema dan absennya keamanan bagi bangsa kami dan kawasan ini.”

Tanggal 22 September diperingati di Iran sebagai hari pertama Pekan Pertahanan Suci, yaitu peringatan peristiwa perang Iran-Irak tahun 1980-1988.

Baca: Trump Sebut Tak Akan Temui Presiden Iran, Rouhani, di PBB

Mengenai negara-negara Arab pesisir Teluk Persia yang terlibat ketegangan dengan Iran Rouhani mengatakan, “Kami siap melupakan kesalahan-kesalahan di masa lalu, karena situasi sekarang adalah situasi di mana musuh-musuh Islam dan kawasan, yaitu AS dan kaum Zionis, bermaksud  buruk dengan memanfaatkan perpecahan kita.”

Baca: Situasi Memanas, Iran Malah Pamerkan Drone AS dan Inggris Yang Tertembak dan Terbajak

Presiden Iran juga menyatakan bahwa pada sidang Majelis Umum PBB yang akan digelar di New York, AS, Selasa (24/9/2019) pihaknya akan mengemukakan rencana kerja sama regional yang dinamai “Amal” (Harapan) dan bertujuan menjamin keamanan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Selat Oman dengan “bantuan negara-negara kawasan”.

Baca: Iran Pamerkan Rudal Balistik “Khorramshahr” dengan Hulu Ledak Terbaru

Rouhani dijadwalkan bertolak ke New York pada hari ini, Senin (23/9/2019), dan akan berpidato di depan Majelis Umum PBB Rabu mendatang (25/9/2019). Sedangkan Menlu Iran Javad Mohammad Zarif yang dikenai sanksi oleh AS sudah bertolak sebelumnya dan tiba di New York.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*