Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Kepala Bidang Ideologi Politik Kantor Panglima Tertinggi Iran, Jenderal Rasoul Sanaei-Rad , mengingatkan AS untuk menyamakan Iran dengan negara-negara lain semisal Libya, Suriah, dan Venezuela.
Mula-mula dia menyinggung pergerakan kapal-kapal AS belakangan ini di sekitar Iran. “Dulu pergerakan kapal induk dan pengiriman beberapa pesawat tempur dapat menimbulkan kepanikan dan memengaruhi tekad; tetapi kini kondisinya benar-benar berbeda,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Iran adalah bangsa yang telah melalui delapan tahun perang pertahanan suci, ada generasi baru yang mengalami epik perlawanan dalam perang 12 hari yang dipaksakan. Mereka juga punya latar belakang peradaban yang cemerlang, sebuah negara yang telah berdiri melawan kekaisaran global; musuh datang, tetapi pergi dengan penghinaan dan aib. Karena itu, jangan samakan negara kami dengan berbagai negara lain yang tidak memiliki latar belakang peradaban dan sejarah nasional; Iran bukanlah Libya, Suriah, atau Venezuela.”
Dia juga mengatakan, “Apa yang kita saksikan sekarang adalah semacam pertunjukan kekuatan oleh musuh agar mereka, menurut pendapat mereka, dapat menggunakannya di meja perundingan. Padahal ini juga salah, karena di meja perundingan, ada dukungan yang sama untuk kita seperti pada pertahanan suci delapan tahun dan epik 12 hari.”
Jenderal Sanaei-Rad menjelaskan, “Amerika memiliki pemahaman yang tidak lengkap dan salah persepsi tentang rakyat dan negara kami dan berpikir bahwa tindakan yang telah berhasil di beberapa bagian dunia juga akan efektif di sini. Karena itu, tampaknya mereka tidak akan mendapatkan apa pun selain kerusakan materi dan reputasi bagi diri mereka sendiri, dan jika mereka ingin melakukan tindakan bodoh, Republik Islam Iran tentu memiliki pengalaman berharga yang akan mereka gunakan.”
Sembari menekankan peralatan, fasilitas, dan tekad bangsa Iran, dia menegaskan, “Kehendak kami adalah berdiri teguh, karena kami tahu bahwa setiap langkah mundur dapat membawa musuh ke ruang ilusi ketika menghadapi kita. Saat ini, sebagian dari kesalahan perhitungan Amerika disebabkan oleh pengaruh rezim Zionis, yang telah menyampaikan kesan palsu kepada Gedung Putih bahwa Iran berada dalam keadaan lemah, bahwa persenjataan regional Iran telah rusak, dan bahwa tidak ada kemungkinan bagi Iran untuk menanggapi AS secara serius.”
Jenderal Sanaei Rad terakhir memperingatkan, “Jika Amerika ingin melakukan kesalahan, mereka harus siap menerima banyak barisan peti mati tentara mereka sendiri. Masalah ini akan lebih disesalkan bagi Amerika sendiri, yang hari ini, dengan provokasi Netanyahu dan sejalan dengan tujuan gerakan Zionis, harus menanggung korban ini,sebuah gerakan yang paling dibenci di dunia, dan Amerika tidak seharusnya dipaksa untuk membayar harga kebencian ini.” (mm/alalam)