Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Sabtu (21/9/2019) memamerkan pesawat-pesawat nirawak yang disebutnya drone musuh yang tertembak jatuh maupun yang berhasil dibajak dan didaratkan Iran dengan selamat selama beberapa tahun terakhir.

Pameran ini digelar di saat situasi di kawasan Teluk Persia semakin memanas setelah Iran dituduh oleh AS dan Arab Saudi berada di balik serangan drone yang menerjang kilang minyak Abqaiq dan Khuraish milik perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco, pada 14 September 2019.  Iran sendiri membantah keras tuduhan itu.

Pameran yang dinamai “Pemburu Nasar” dan diresmikan oleh Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami di Musium Pertahanan Suci di Teheran, ibu kota Iran, itu, memajang 10 unit drone yang sebagian di antaranya berhasil ditangkap sehingga dapat dipamerkan dalam kondisi utuh, dan sebagian lain ditembak jatuh sehingga dipajang dalam bentuk bangkai dan serpihan.

Baca: Jika Diserang, Maka Badai Pembalasan Iran akan Menjangkau Laut Tengah Hingga Samudera India

IRGC memperlihatkan serpihan sebuah drone AS yang dirontokkan oleh sistem pertahanan udara Iran pada Juni lalu di perairan selatannya.

Pada 21 Juni, Iran mengumumkan telah menjatuhkan drone siluman pengintai Global Hawk RQ-4 milik AS yang melanggar wilayah udara Iran di dekat Selat Hormuz.

IRGC juga menampilkan Aerosonde HQ milik Angkatan Darat AS yang berkemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal serta digunakan untuk muatan multi-intelijen seperti perang elektronik dan relay komunikasi dalam satu penerbangan.

Desert Hawk adalah drone Amerika lain yang ditangkap dan dipajang  di pameran itu.  Drone ini memiliki panjang 0,86 meter dengan berat 3,2 kg, dan berdaya tahan sekitar satu jam.

Selain itu, drone Phoenix milik Inggris yang belum lama ini diciduk oleh IRGC di wilayah teritorial Iran juga dipamerkan. Phoenix adalah drone pengawasan tempur semua cuaca, siang atau malam, dan real-time.

Baca: Iran Minta Saudi Hentikan Perang di Yaman Daripada Menuduh Pihak Lain

Pada tahun 2011 pesawat siluman Sentinel RQ-170 milik AS berhasil diturunkan Iran dengan kerusakan minimal saat melesat di angkasa kota Kashmar Iran, dekat perbatasan Afghanistan. Drone itu juga turut dipertontonkan.

Pada pameran tersebut Komandan IRGC Hossein Salami menegaskan Iran tidak akan pernah membiarkan perang terjadi di negaranya. Dia mengancam bahwa Iran akan memburu dan menghancurkan “agresor” apa pun yang bahkan sekedar melancarkan serangan terbatas terhadap Iran.

“Kami akan menyerang siapa pun yang melanggar perbatasan kami,” katanya, sembari menambahkan bahwa Iran sejauh ini hanya menunjukkan sebagian dari kemampuan militernya. (mm/sputnik/xinhua)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*