NewYork,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran memberi peringatan, jika AS memicu perang di Timteng, maka bukan Washington yang akan mengakhirinya.

Peringatan ini disampaikan Mohammad Javad Zarif saat diwawancarai Margaret Brennan, presenter stasiun televisi CBS.

Saat ditanya Brennan, apakah Zarif yakin bisa mencegah terjadinya perang, menlu Iran menjawab,”Saya tidak yakin kami bisa mencegahnya. Namun saya yakin, siapa pun yang memulai perang ini, tidak akan mengakhirinya.”

Baca: Situasi Memanas, Iran Malah Pamerkan Drone AS dan Inggris Yang Tertembak dan Terbajak

Ketika diminta menjelaskan maksud pernyataannya, Zarif menjawab bahwa jika perang terjadi, itu tidak akan menjadi perang terbatas.

Presenter CBS bertanya, walaupun Zarif dikenai sanksi, namun apakah pemberian visa untuknya agar bisa datang ke New York merupakan tanda keinginan AS untuk berunding?

“Tidak mesti demikian, sebab AS sebagai tuan rumah markas PBB terpaksa memberikan visa untuk delegasi negara anggota PBB,”kata Zarif.

“Dalam surat yang dilampirkan AS di visa saya, mereka terang-terangan menyatakan bahwa saya tidak memenuhi syarat untuk memperoleh visa. Namun AS melakukannya sebagai bentuk dispensasi. Jadi, mereka ingin saya paham bahwa saya tidak seharusnya berada di New York,”imbuhnya.

Waktu ditanya apa interpretasi Iran terhadap pengiriman senjata dan serdadu dari AS ke Saudi, Zarif mengatakan,”Saya rasa, bersikap pamer seperti ini tidak ada gunanya. Menurut saya, hal yang bisa membantu (pulihnya situasi) adalah menghentikan perang Yaman.”

“Menurut Anda, ini adalah sikap pamer?”tanya Brennan.

“Saya menganggapnya sebagai sikap pamer. Tindakan semacam ini bergerak menuju arah yang keliru dalam mengatasi masalah,”tandas Zarif. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Minta Saudi Hentikan Perang di Yaman Daripada Menuduh Pihak Lain

Iran Sanggup Membuat Trump Kalah di Pilpres 2020

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*