tembakauMalang, LiputanIslam.com — Virus ebola memang belum ada obatnya, tetapi penyebarannya bisa dicegah. Siapa sangka, jika tembakau yang tumbuh di Indonesia ternyata bisa dipergunakan untuk menangkal virus mematikan ini.

“Virus Ebola itu memang mirip penyakit HIV/AIDS yang masih belum ditemukan obatnya. Namun, untuk mencegah virus tersebut tidak sampai meluas, sebenarnya cukup mudah, yakni dengan tembakau yang diolah menjadi vaksin,” kata Prof Sutiman, Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, di Malang seperti dilansir Antara, pada Senin, 25 Agustus 2014.

Berdasarkan catatan dari WHO, dari 3.000 kasus yang positif terkena virus ebola, 1.500 penderita telah meninggal dunia. Selain itu, wabah ebola ini juga bisa terus merembet dan menjangkiti 20.000 orang. Penderita yang meninggal akibat ebola berasal dari  Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria. (Baca juga: Wabah Ebola: Larangan Bepergian di Afrika Barat Dicabut)

 “Kalau melihat kondisi itu, kan sangat mengerikan, apalagi obatnya belum ada dan belum ditemukan,” ujar Sutiman.

Dia menjelaskan, virus ebola ini menular lewat kontak badan atau ludah dan bisa merusak sistem peredaran darah hingga pembuluh darah pecah. Serangan virus ebola tersebut bisa mengakibatkan fungsi hati dan ginjal menurun dan darah keluar dari kulit. (Baca juga:  Cegah Ebola, Nigeria Liburkan Semua Sekolah Hingga Oktober)

Menurut dia, gejala serangan Virus Ebola pada seseorang, di antaranya ditandai dengan badan terasa panas selama dua hari hingga tiga pekan, tenggorokan sakit, otot linu-linu, kepala pening, muntah-muntah, dan diare.

Lalu, bagaimana cara mencegah penyebaran virus tersebut?

Menurut Sutiman, tembakau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, selain dipakai untuk mengobati beberapa jenis penyakit, termasuk bisa mencegah virus ebola dalam bentuk vaksin. (Baca juga:  Penderita Virus Ebola asal Inggris Jalani Perawatan di Negaranya)

Tembakau, tambah dia, diketahui sejak pertama kali ditemukan di Amerika Serikat dan orang-orang Eropa membawa tembakau Amerika ke Eropa itu untuk dibuat obat sejak 1500 Masehi hingga sekarang.

Khusus virus ebola, di dalam tanaman tembakau tersebut ada tobacco muzaic virus dan itu bisa disisipi gen antibodi untuk antiebola. Jadi, tanaman tembakau tersebut bisa memproduksi vaksin antiebola. Sutiman pun siap jika ditunjuk untuk membuat vaksin tersebut. (Baca juga:  Cegah Ebola, Pantai Gading Tutup Seluruh Perbatasan)

“Oleh karena itu, kalau kami dari Universitas Brawijaya Malang ini dipercaya dan ditunjuk membuat vaksin tersebut, sangat siap,” tegasnya.

“Indonesia selalu menjadi pasar potensial untuk vaksin virus ebola itu. Bayangkan, berapa juta orang yang harus divaksin? Nah, itu kan bisnis, padahal untuk membuat vaksinnya sangat mudah dan bahan bakunya dari tembakau yang tumbuh subur di Indonesia,” tambahnya yakin. (Baca juga:  Indonesia Antisipasi Wabah Virus Ebola)

Dengan banyaknya manfaat dari tembakau ini, dia berharap, agar semua pihak terutama pemerintah tidak terpengaruh dari kampanye global yang bisa memusnahkan kekayaan hayati tembakau, karena Indonesia memiliki varietas tembakau yang jenisnya banyak dan tidak dimiliki di belahan dunia lain.

Hanya saja, akankah ada tindak lanjut dari pemerintah terkait hal ini? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL