ebola afrikaAccra, LiputanIslam.com — Menteri-menteri kesehatan negara-negara terjangkit wabah virue ebola di Afrika Barat, dalam pertemuan di Ghana, setuju untuk mencabut larangan bepergian di negara-negara mereka. Demikian laporan BBC News, Kamis (28/8).

Keputusan itu dilakukan mengikuti saran dari organisasi kesehatan dunia (WHO) yang mengatakan bahwa pembatasan tersebut menghambat distribusi makanan dan obat-obatan dan justru semakin memperparah kondisi wabah.

Pertemuan tersebut diselenggarakan di bawah payung organisasi kerjasama ekonomi Afrika Barat Ecowas (Economic Community of West African States) di Accra, secara khusus membicarakan masalah wabah virus ebola.

“Pembatasan perjalanan yang berlebihan dan penutupan perbatasan sebaliknya akan merugikan perekonomian wilayah-wilayah pinggiran,” kata Ketua Ecowas sekaligus Presiden Ghana, John Mahama.

WHO juga menyebutkan bahwa wabah yang sebenarnya bisa jauh lebih besar hingga 4 kali lipat dari laporan resmi yang mencapai 3.000 kasus lebih dan 1.500 kematian. Menurut WHO wabah ebola kali ini bisa terus merembet menjangkiti 20.000 orang.

Selain itu WHO juga mendesak agar penerbangan di jalur-jalur vital untuk dipulihkan kembali untuk memulihkan upaya pemberantasan virus.

Wakil Direktur WHO Bruce Aylward, di Genewa, Swiss, Kamis (28/8), mengatakan, “Ini bukan masalah Afrika Barat atau Afrika saja. Ini adalah masalah keamanan kesehatan global.”

Tanpa harus melakukan larangan total bepergian, menurut Aylward, negara-negara terjangkit virus perlu melakukan skrining bagi warga yang hendak keluar negeri untuk mencegah virus meluas ke negara-negara lain. Dikhawatirkan virus akan menyebar ke 10 negara lain di luar 4 negara yang sudah terjangkit: Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Nigeria.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL