virus ebola4Yamoussoukro, LiputanIslam.com — Pantai Gading mengikuti langkah negara-negara tetangganya dengan menutup seluruh wilayah perbatasanya sebagai upaya pencegahan merebaknya wabah virus ebola.

Setelah melarang penerbangan dari dan ke 3 negara tetangganya yang terserang wabah virus ebola, Pantai Gading akhirnya menutup perbatasan daratnya dengan Liberia dan Guinea. Demikian laporan BBC News, Sabtu (23/8).

Sebelumnya Gabon, Senegal, Kamerun dan Afrika Selatan telah melakukan langkah serupa dengan menutup perbatasan daratnya dengan negara tetangga, meski WHO menyebut langkah tersebut “tidak bermanfaat”.

Sejauh ini sebanyak 1.427 orang telah tewas sejak wabah ini merebak bulan Februari lalu. Sedangkan jumlah kasus penularan yang tercatat mencapai 2.615. Berdasar kecepatan dan luasnya cakupan wilayah, WHO menyebut wabah ini sebagai “tidak pernah terjadi sebelumnya”.

Sementara itu Filipina telah memanggil 115 prajurit penjaga keamanan yang bertugas di Liberia untuk pulang.

“Menghadapi ancaman terjadinya wabah di tempat-tempat baru dan tempat-tempat lama, pemerintah Pantai Gading
memutuskan untuk menutup perbatasan dengan negara saudara Guinea dan Liberia,” demikian pernyataan resmi pemerintah Pantai Gading, Jumat (22/8).

WHO sendiri mengatakan bahwa pembatasan bepergian tidak banyak pengaruhnya untuk menghentikan penyebaran. Yang diperlukan, kata WHO, adalah tambahan dokter dan aparat  untuk melacak dan menangani mereka yang tertular, serta tambahan laboratorium bergerak.

Pada hari Jumat (22/8) pejabat WHO Dr Keiji Fukuda menyatakan keprihatinannya atas apa yang disebut “zona-zona bayangan”, yaitu wilayah dimana pasien tidak bisa dijangkau dan tidak bisa dideteksi. WHO menyebut sejak tanggal 19 Agustus telah terjadi 142 kasus penularan baru dan 77 kematian.

Berbicara di depan konperensi internasional wabah virus ebola di ibukota Liberia, Montrovia, Dr Fukuda mengatakan menyebutkan bahwa diperlukan waktu selama beberapa bulan kerja keras untuk menghentikan wabah virus ebola.

“Kita tidak pernah melihat wabah ebola terjadi di kota-kota dan desa-desa begitu cepat dan luas,” kata Fukuda.

Sejauh ini belum ada obat yang dinyatakan ampuh untuk membunuh virus ebola. Namun obat baru yang masih dalam tarap ujicoba, ZMapp, dikabarkan telah menunjukkan tanda-tanda positif. 2 pasien ebola asal Amerika yang dirawat di negaranya dikabarkan telah hampir sembuh dan kembali ke rumahnya setelah mendapatkan pengobatan ZMapp.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL