Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Perang Suriah: “Jihad” Membunuh Santri

Published 06/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

JIhad membunuh santriLiputanIslam.com –– Pagi itu, (29/4) adalah hari yang cerah di Suriah. Musim semi hampir berlalu dan hawa mulai terasa panas. Bunga bunga indah bermekaran dan dedaunan melambai. Tak terkecuali di Syaghur,  sebuah kota tua Damaskus.

Di kota tua ini, berdiri sebuah madrasah untuk siswa setingkat MTs dan Aliyah.  Madrasah Syeikh Badruddin al Huseini, demikian madrasah itu disebut. Terletak di dekat komplek pemakaman Ahlul Bait, madrasah ini telah mencapi  usia ratusan tahun. Bangunannya masih kokoh, dan diperkirakan dibangun sekitar abad kelima atau keenam Hijriah.

Pada awalnya berdirinya bernama Madrasah Aminiyah, namun akhirnya diganti. Siswa dari seluruh penjuru dunia berdatangan, tak terkecuali dari Indonesia. Para siswa tidak dipungut biaya sama sekali. Malahan, makanan, asrama, dan uang jajan pun ditanggung oleh pihak madrasah. Buku dan kitab kitab juga disediakan secara cuma-cuma.

Pada umumnya, pelajaran yang diberikan kepada para siswa mengacu pada mazhab Syafi’i, namun jika ada pelajar yang di negara asalnya menganut mazhab Hanafi (biasanya dari China, India, dan bekas negara Uni Sovyet), maka mereka pun mendapatkan pelajaran yang mengacu pada mazhab Hanafi.

Peristiwa naas itu terjadi saat matahari perlahan  mulai meninggi. Sekitar pukul sepuluh waktu setempat suasana damai di madrasah seketika berubah. Dentuman keras dari empat buah mortir di pelataran madrasah dalam sekejap telah merengut 14 korban jiwa, dan 8 orang diperkirakan terluka. Menurut SANA, yang kemudian dikutip AFP, dinyatakan bahwa mortir tersebut ditembakkan oleh pasukan pemberontak.

Secara de facto, daerah Damaskus sampai hari ini masih berada dalam kontrol Tentara Suriah, dan dalam perkembangannya, banyak tempat pertahanan pemberontak yang kemudian diambil alih oleh pasukan pemerintah Suriah. Akhirnya, pihak pemberontak mulai melancarkan strategi lainnya, yaitu dengan melesakkan roket.

Jihad Membunuh Santri

Sebagai sesama muslim yang harus dijaga darah dan kehormatannya, tentu saja aksi terorisme ini adalah perbuatan biadab yang tak berkeperimanusiaan, dan bukan ajaran Islam. Salah apa para santri di madrasah tersebut sehingga mereka harus dibunuh?

Menilik kebrutalan para pemberontak yang ringan tangan menghancurkan fasilitas umum, tidak salah jika Syrian Associated Press mengungkapkan bahwa keberadaan para pemberontak di Suriah yang terpecah menjadi banyak kelompok, tak lain dan tak bukan merupakan kaki tangan Barat dan Arab, juga negara Teluk untuk menghancurkan Suriah.

Suara lantang mereka yang menyerukan demokrasi, teriakan mereka yang menuntut tegaknya khilafah di Suriah, sesungguhnya hanya pepesan kosong. Tidak ada demokrasi ataupun kebebasan yang mereka perjuangkan, target mereka hanya satu: Suriah harus hancur. Dan mengapa Suriah begitu penting untuk dihancurkan? Temukan jawabannya di sini.   (fa/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account