Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Kondisi Pengungsi, Tak Semanis Klaim Turki

Published 30/04/2016 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

pengungsi suriahLiputanIslam.com — Turki pernah mengklaim, dan bukan tanpa alasan — bahwa pihaknya telah melakukan segala upaya dalam menerima kedatangan pengungsi Suriah selama lima tahun terakhir, yang membuat negaranya menjadi negara paling berbahaya di dunia.

Dalam sebuah brosur, untuk menunjukan bahwa Turki memiliki kapabilitas untuk mengatur para pengungsi, Presiden Recep Tayyip Erdogan dan istrinya mencium seorang bocah Suriah yang menggunakan kertas koran sebagai mahkota – dan ini menjadi headline di media massa dengan judul “Smilling Faces of Syrians”.

Namun kenyataannya, tidaklah semanis yang dipublikasi media-media. Awal bulan ini terungkap, bahwa perjanjian antara Uni Eropa dan Turki mengenai krisis pengungsi ternyata tidak berjalan dengan lancar. Salah satu efeknya adalah deportasi pengungsi oleh Uni Eropa. Praktis, hal ini menyebabkan pengungsi semakin menumpuk di Turki.

Baca: Sebuah Nasehat untuk Pak Tua

Hitamnya Realitas Kehidupan Pengungsi Suriah di Turki

Middle East Eye (MEE), dalam sebuah laporannya menyatakan bahwa kisah kehidupan pengungsi Suriah di Turki sangat berbeda dengan klaim pemerintah Turki yang “menerima dengan tangan terbuka”.

“Para politisi perlu untuk mengurangi rapat, dan seharusnya bicara dengan rakyat – dan bukan hanya sekedar berbicara di antara mereka sendiri maupun bicara pada media. Mereka membuka beberapa pusat penampungan untuk keluarga, namun bagaimana dengan anak-anak yang menjual tisu di jalanan?” ungkap seorang mahasiswa Gaziantep, kepada MEE (29/4/2016).

Mantan seorang residen di Aleppo mengaku menyadari kesulitan yang dihadapi oleh Turki, namun ia tak menampik adanya diskriminasi dan stereotip tentang pengungsi Suriah.

“Orang-orang Suriah yang bekerja di pabrik-pabrik ini dibayar dibawah upah minimum, dan perlu ada monitoring dan evaluasi terhadap hal itu,” papar dia.

Para pengungsi Suriah, ditempatkan di pinggiran provinsi yang merupakan daerah miskin, jauh dari pusat-pusat pengembangan infrastruktur, pariwisata maupun bisnis. Di kamp-kamp pengungsi, mereka mendapatkan akomodasi, makanan, pelayanan medis dan kesehatan. Namun ada pula pengungsi yang memilih menetap di perumahan penduduk Turki dengan menyewa tempat. Status pengungsi tak lantas membuat mereka mendapatkan keringanan, justru sebaliknya. Karena sangat butuh tempat tinggal, sewa rumah dua kali lipat harga normal. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account