Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Sebuah Saran untuk Pak Tua

Published 20/04/2016 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

presiden turki erdoganLiputanIslam.com — Sepertinya Presiden Turki benar-benar mengharapkan agar sekutu Barat-nya memenuhi janji. Tapi ada pertanyaan, memangnya siapa Erdogan? Seorang politisi yang cerdas? Seorang pria tua yang setiap saat bisa dibuang? Atau seorang pemain poker kelas dua yang duduk di meja para pengkhianat? —Costantino Ceoldo.

Baca: Thierry Meyssan: Perang Suriah Akan Terus Berlanjut, Kecuali…

Pertanyaan menusuk di atas sepertinya relevan untuk mengawali tulisan ini. Setidaknya untuk saat ini, ketika Turki berang karena perjanjiannya dengan Uni Eropa yang berkaitan dengan krisis pengungsi Suriah ternyata tidak berjalan dengan lancar.

Mari kita melongok kembali ke belakang.

Membanjirnya pengungsi Suriah ke Eropa merupakan masalah pelik (dan mungkin sebelumnya tidak diprediksi akan seserius ini) oleh negara-negara Eropa yang mendukung pemberontakan di Suriah. Ibarat bermain api, mereka akhirnya terbakar. Tetapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.

Lalu Uni Eropa pun mencoba merayu Turki – mengingat posisi negara ini yang menjadi pintu keluar-masuk Suriah. Akhirnya, Uni Eropa dan Turki menyepakati perjanjian, yang bertujuan mengekang arus masuk pengungsi ke Eropa, yang merupakan krisis pengungsi terbesar wilayah itu sejak Perang Dunia Kedua. Berikut ini butir-butir kesepakatan antara Turki dengan Uni Eropa:

  1. Semua migran tak berdokumen resmi yang menyeberang dari Turki ke Yunani mulai 20 Maret akan dikirim kembali ke Turki. Setiap migran yang datang akan ditinjau secara menyeluruh oleh aparat Yunani.
  2. Untuk setiap migran asal Suriah yang dikembalikan ke Turki, migran Suriah yang telah berada di Turki akan dikirim ke Uni Eropa. Prioritas akan diberikan bagi mereka yang belum mencoba masuk Uni Eropa secara ilegal dan jumlahnya dibatasi hingga 72.000 orang.
  3. Warga Turki akan diberikan visa Schengen yang berlaku di semua negara anggota Uni Eropa mulai Juni mendatang.
  4. Uni Eropa akan mempercepat dana bantuan sebesar 3 miliar euro (Rp44,2 triliun) ke Turki untuk menolong para migran.
  5. Baik Uni Eropa maupun Turki sepakat menyegarkan kembali permintaan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa. Perundingan akan dimulai pada Juli mendatang.

Melihat bagaimana kalapnya Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada Uni Eropa, bisa disimpulkan bahwa kesepakatan ini berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan Turki.

“Kesepakatan yang kami lakukan dengan Uni Eropa sangat jelas. Kami menginginkan tragedi kemanusiaan ini berakhir, Uni Eropa memberlakukan bebas visa bagi warga Turki, dan pertimbangan kembali bagi Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa. Namun jika Uni Eropa tidak menepati janji, maka kami akan membatalkan semua perjanjian,” ucapnya, seperti dilansir RT (19/4/2016).

Rasa skeptis Turki tercermin pada awal bulan ini ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa “saat ini adalah kondisi tepat untuk memperingatkan Uni Eropa, atau kalau tidak, maka perjanjian tersebut akan gagal”. Pernyataannya ini menyiratkan bahwa Erdogan sendiri tidak memiliki kepercayaan yang cukup terhadap Uni Eropa, meskipun hal ini menjadi sangat anomali, karena meskipun menyadari bahwa Turki mungkin dianggap tak lebih dari sekedar “anak bawang”, namun Erdogan dan pejabat tinggi Turki lainnya sangat berambisi menjadi bagian dari Uni Eropa.

Pertimbangan Uni Eropa

Turki berpenduduk 70 juta orang lebih. Gagasan memberikan visa yang bisa digunakan di seluruh negara Uni Eropa bisa dibilang terlalu nekad, atau mendekati gila. Bagaimana tidak, Turki memiliki rekam jejak dalam mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah (tidak kurang bukti dan saksi mengenai hal ini). Turki juga menjadi pintu keluar masuk bagi teroris. Bagaimana jika di antara warga Turki tersebut adalah anggota, atau simpatisan teroris? Terlepas dari siapa dalang di balik serangan teror di Eropa, namun yang banyak disorot: pelaku dari serangan tersebut adalah kelompok-kelompok teroris ISIS.

Harian Jerman Die Welt menerbitkan laporan, bahwa para pejabat Uni Eropa mudah saja untuk menerbitkan klausul yang secara otomatis menangguhkan perjanjian bebas visa atas berbagai pertimbangan, misalnya tentang pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah Erdogan dituduh telah menempatkan pengungsi Suriah di zona perang yang membahayakan, melakukan penganiayaan kepada etnis Kurdi di Turki, juga membungkam pers dan oposisi. Alasan-alasan itu bisa dijadikan dalih untuk mengingkari perjanjian yang telah dibuat.

Sementara itu, kesepakatan repatriasi tampaknya telah menguntungkan Uni Eropa. Frontex (lembaga Uni Eropa di perbatasan) menyebutkan bahwa pengungsi yang melakukan perjalanan dari Turki ke Eropa pada bulan Maret hanya 26.640 orang saja, setengah dari jumlah pengungsi yang masuk ke Eropa pada bulan Februari. Yang tidak memenuhi syarat langsung dideportasi.

Kita belum tahu, bagaimana permainan ini akan berakhir. Erdogan masih berambisi, seperti biasa. Tetapi, Anda sudah terlalu sering ditipu, Pak Tua. Mungkin di masa mendatang, sebaiknya Anda lebih bijak dan berhati-hati ketika menyepakati perjanjian dengan Uni Eropa atau siapapun yang Anda anggap sebagai sekutu. Ingatlah, keledai pun tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account