Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Tentara-Tentara yang Tak Terlihat

Published 24/03/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

malaikatPerang Khandaq atau juga disebut Perang Ahzab adalah salah satu peperangan yang dipimpin Rasulullah saw. Perang ini terjadi atas dorongan dan hasutan kaum Yahudi. Sekelompok orang Yahudi Bani Nadhir disertai beberapa orang dari kabilah Arab Bani Wail pergi ke Mekah menemui orang-orang Musyrikin Quraisy. Mereka menghasut pemimpin-pemimpin Quraysi supaya bangkit kembali memerangi Rasulullah saw di Madinah. Mereka menjanjikan dukungan kaum Yahudi kepada kaum Quraysi.

Setelah menghasut kaum Quraisy Mekah, orang-orang Yahudi itu lalu mendatangi kabilah Ghatafhan dan mengajak mereka untuk bersama-sama memerangi kaum Muslimin bersama kaum Musyrikin Mekah. Dan mereka pun sepakat. Mereka pun menentukan waktu dan penyerangan ke Madinah dengan mempersiapkan 10.000 pasukan yang terdiri dari 4000 orang dari Quraisy Mekah, dan 6000 orang dari kabilah Ghathafan. Mereka semua sepakat mengangkat panglima dan menyerahan pasukan mereka di bawah pimpinan Abu Sufyan, seorang tokoh Kafir Quraisy yang paling terkenal permusuhannya kepada Rasululah saw dan kaum muslimin.

Ketika Rasululah mendengar berita tersebut, maka ia pun mempersiapkan pasukan kaum muslimin dengan pasukan 4000 orang. Melalui musyawarah dengan para sahabat, Rasulullah saw kemudian menyetujui usulan dari Salman al-Farisi untuk menggali parit-parit di dataran Barat Laut Madinah. Dalam melaksanakan kerja besar itu, Rasulullah menetapkan setiap sepuluh orang harus menggali parit sepanjang 40 hasta. Panjang parit seluruhnya sekitar lima ribu hasta dengan kedalaman tujuh sampai sepuluh hasta dan lebar sembilan hasta. Rasulullah saw sendiri langsung terjun menggali parit-parit tersebut bahkan seringkali Rasulullah saw mengambil pekerjaan yang sulit seperti memecah batu dan menggali tanah yang keras.

Ide Salman yang cemerlang ini membingungkan pasukan Quraysi karena hal itu merupakan strategi perang terbaru yang tidak pernah dilakukan oleh bangsa Arab. Dengan adanya parit ini, maka pasukan Kafir Quraisy tidak dapat menyerang Madinah. Taktik Salman al-Farisi yang luar biasa itu mendapat sambutan riang dari kaum Muslimin. Karena itu orang muhajirin berkata, “Salman bagian dari kami.” Tak mau ketinggalan, orang-orang Anshar juga berkata, “Salman bagian dari kami.” Mendengar hal itu, Nabi saw bersabda, “Salman adalah bagian dari kami, ahli bait (keluarga Nabi).”

Dalam peperangan tersebut kaum Muslimin mendapatkan cobaan berat sebagaimana digambarkan oleh Allah swt dalam firmannya:

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian, ketika bala tentara (musuh) datang (hendak menyerbu) kalian. Kemudian Kami kirimkan angin topan dan tentara yang tidak dapat kalian lihat (yakni para malaikat). Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan. (Yaitu) ketika (bala tentara musuh) datang dari jurusan atas dan bawah kalian (dari bukit-bukit dan lembah-lembah) sehingga pandangan mata kalian (ketika itu) tidak mantap, hati kalian (demikian cemas dan gentar) dan (dada kalian) menyesak sampai ke tenggorokan. (Ketika itu) kalian dicekam purbasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. Di saat itulah orang-orang beriman diuji sehingga hati mereka terguncang hebat” (Q.S. al-Ahzab : 9-11).

Beratnya ujian yang tergambar dari ayat di atas, tercermin dalam enam jenis keadaan yang dialami kaum muslimin ketika itu, yaitu :

“musuh datang dari jurusan atas dan bawah”;

“pandangan mata kalian tidak mantap”;

“hati kalian cemas dan gentar”;

“dada kalian menyesak sampai ke tenggorokan”;

“kalian dicekam purbasangka yang bukan-bukan terhadap Allah”;

“orang-orang beriman diuji sehingga hati mereka terguncang hebat.”

Kisah ini mengingatkan kita bahwa, dalam setiap saat kita harus bersiap menghadapi musuh-musuh Islam. Kisah ini juga mengajarkan bahwa kita tidak bisa hanya berdoa kepada Allah swt untuk membantu kita. Allah swt memberikan bantuan setelah kaum muslimin mempersiapkan diri. Perhatikan dalam perang Khandaq, tidak terjadi perang besar, karena pasukan kafir Quraysi tidak jadi menyerang Madinah karena kesulitan yang mereka hadapi dengan adanya parit yang dibuat kaum muslimin di satu sisi, dan bantuan Tuhan di sisi lainnya. Bahkan dalam ayat ini, bantuan Allah swt, berupa angin serta tentara yang tak terlihat dan tak dikenal yang memporakporandakan pasukan kafir Quraysi hingga mereka memutuskan tidak jadi menyerang Madinah. Allah swt menyebut perang ini sebagai kenikmatan dari-Nya. Boleh jadi kita sering mendapatan bantuan dari tentara-tentara Tuhan yang tidak terlihat ini, tetapi kita sering melupakannya, sebagaimana kita juga sering melupakan bantuan Tuhan yang terlihat dan nikmatnya yang terus menerus diberikan kepada kita (hd/liputanislam com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account