Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Sumpah Palsu, Caci Maki, dan Fitnah Keji

Published 25/02/2015 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

sumpah palsu“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah”. (Q.S. al-Qalam : 10-11)

Ayat ini menyebutkan tiga sifat tercela yang sangat berbahaya :

Pertama, Bersumpah dan berjanji palsu. Sumpah dan janji biasanya digunakan untuk membujuk dan meyakinkan orang lain agar mempercayai ucapannya. Karena itu, banyak orang menyebar sumpah dan janji-janji palsu hanya sekedar untuk mempengaruhi orang lain dan agar mengikuti dirinya.

Kedua, Menghina dan mencaci. Hinaan dan cacian biasa dilakukan agar orang lain dipandang rendah oleh masyarakat. Hinaan dan cacian juga sering dilakukan karena kecemburuan dan saingan. Hinaan itu terkadang memang benar dimiliki oleh yang dihina, dan ini dalam Islam di sebut ghibah (gosip).

Ketiga, Fitnah yaitu menyebarkan suatu keburukan yang tidak dilakukan oleh orang lain. Fitnah banyak menghasilkan kecurigaan, adu domba, pertengkaran, dan menghancurkan kehidupan masyarakat.

Ketiga sifat ini bukan hanya berbahaya bagi kehidupan individual, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Ketiga sifat ini, jika menyebar di tengah-tengah masyarakat akan menyebabkan kehidupan umat menjadi tidak stabil, penuh kecurigaan, hingga mengantarkan pada konflik yang membhayakan. Sistem sosial, politik, ekonomi, bahkan keagamaan akan rusak jika muncul aktor-aktor yang menyandang sifat dan karakter tersaebut.

“Suatu hari Rasululah saaw berkumpul dengan para ahabatnya, beliau memanggil Sayidina Ali bin Abi Thalib dan membisikkan sesuatu. Tiba-tiba beliau mengangkat kepala seperti terkejut, dan berkata : “Wahai Ali, keluarlah. Bawalah orang itu seperti membawa kambing ke tukang perah”. Kemudian Sayidina Ali pergi menunaikan perintah Rasul. Tidak lama kemudian, Sayidina Ali datang membawa al-Hakam bin al-Ash ke depan Nabi saaw dengan menjewer telinganya.

Pada zaman jahiliyah, Al-Hakam bin al-Ash bertetangga dengan Nabi saaw dan sering mengganggu Nabi. Setelah Fathu Makkah, ia ikut hijrah ke Madinah dan masuk Islam bersama anaknya Marwan bin Hakam. Akan tetapi kesenangannya mengganggu Nabi saaw tidak berhenti. Jika Nabi saaw berbicara dalam majelis, ia mengejek Nabi dengan meniru-niru gerakan Nabi dari belakang. Pada suatu hari, nami memergokinya saat mengejek cara bicara Nabi saaw, kemudian nabi bersabda : “Fakadzalika faltakun” (Jadilah kamu seperti itu). Sampai akhir hayatnya, tubuhnya selalu bergetar dan bergerak.

Ia juga sering mengintip pembicaraan Nabi, apabila beliau berbicara tentang nama-nama orang musryik dan munafik. Kemudian, Hakam menyebarkannya kepada orang banyak. Kadang-kadang ia mengintip Nai saaw ketika di rumah istri-istrinya. Saat itu Nabi kembali memergokinya mengintip pembicaraan Nabi, dan Nabi pun mealaknatnya : “Sesungguhnya orang ini akan mengkhianati kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Dan dari sulbinya akan lahir fitnah yang kabutnya sampai ke langit”. (Kanz Ummal 6: 39; Ushud al-Ghabah 2: 34). Tentang Hakam ini Allah kemudian menurunkan ayatnya, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah”. (Q.S. al-Qalam : 10-11) (Tafsir dur al-Mantsur 8 : 246)

Kemudian atas perintah Nabi, al-Hakam dan anaknya Marwan di usir ke Thaif. Pada zaman Utsman bin Affan, mereka kembali lagi ke Madinah dan Marwan bin Hakam menjabat sebagai sekretaris negara. Marwan kemudian menyebarkan isu-isu yang mengadu domba kaum muslimin sehingga terjadi kerusuhan massal yang menyebabkan Utsman bin Affan terbunuh.

Kemudian setelah Bani Umayyah berkuasa, Marwan bin Hakam semakin banyak menyebarkan fitnah dan sangat ingin berkuasa. Akhrinya, setelah terbunuhnya Yazid bin Muawiyah dan kedudukan kekhalifahan dijabat oleh anak Yazid yang bernama Muawiyah. Namun, Marwan kembali melancarkan fitnahnya dan merong-rong pemerintahan Muawiyah dan Yazid, hingga akhirnya Muawiyah tersingkir dari kekuasaan, dan Marwan menjadi Khalifah.

Ketika ia menjadi khalifah, ia mempunyai anak yang bernama Abdul malik bin Marwan yang juga menjadi khalifah setelah Marwan. Sebelum menjadi khalifah, Abdul Malik sering berada di mesjid. Waktunya dihabiskan dalam berdoa dan membaca al-Quran. Begitu seringnya ia di mesjid sehingga orang menggelarnya sebagai ‘hamamatul masjid’ (merpati mesjid). Ketika Marwan meninggal, kekuasan di berikan kepada Abdul Malik yang saat itu berada di mesjid. Lalu ia mengabil al-Quran dan berkata, “Salam padamu, inilah hari perpisahan antara aku dengan engkau, hai al-Quran.”

Setelah berkuasa, Abdul Malik mengangkat al-Hajjaj menjadi gubernurnya. al-Hajjaj adalah algojo yang membunuhi ribuan kaum muslimin, yang dikatakan Umar bin Abdul Aziz sebagai penjahat yang tak terkalahkan sepanjang masa. Maka benarlah ramalan nabi dan peringatan Tuhan, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah”. (Q.S. al-Qalam : 10-11)

Orang yang bersumpah dan berjanji palsu; suka mencaci dan menghina, serta hobi melakukan fitnah digolongkan oleh Allah sebagai pengkhianat dan termasuk kelompok orang-orang munafik. Orang yang memiliki ketiga sikap ini, ditegaskan Allah dalam ayat di atas untuk tidak didengar dan jangan pernah diikuti. Kisah dan ayat al-Quran di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa sumpah dan janji palsu, hinaan dan cacian, serta fitnah sangat berbahaya bagi kehidupan pribadi dan masyarakat. Dan lebih berbahaya lagi jika sumpah palsu, caci maki, dan fitnah itu disebarkan oleh orang-orang yang dianggap sebagai tokoh-tokoh masyarakat, pemimpin atau ulama. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account