Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Ruh dalam Kajian Pemikiran Islam (2)

Published 06/09/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Ruh manusiaSufi besar Islam, Imam Al-Ghazali membahas tentang ruh secara sufistik sekaligus mengutip Alquran dan hadits. Saat menjelaskan tentang Q.S. An-Nur : 35, Al-Ghazali memisalkan Wujud Murni dengan matahari dan ruh manusia dengan cahaya dasar.  Wujud Murniberhubungan dengan ruh seperti matahari berhubungan dengan cahaya dasar. Sinar mentari ini termasuk urusan Tuhan (QS. Al-Isra’: 85).

Al-Ghazali juga berbicara tentang ruh dalam konteks suatu energi kehidupan yang memberikan kekuatan pada raga yang membandingkannya dengan radiasi cahaya lampu yang menerangi raga. Jadi, ruh adalah sebuah sumber spiritual yang menghidupkan raga dan mengendalikannya. Al-Ghazali menggolongkan jiwa manusia ke dalam empat tingkat: (1) jiwa indrawi, (2) jiwa imajinatif, (3) jiwa rasional, (4) jiwa transendental.

Para pemikir Muslim maupun doktrin Alquran, meyebutkan bahwa eksistensi dan pengetahuan menyatu dalam ruh. Ia adalah ‘aql dan eksistensi. Sedangkan pada tingkat realitas berikutnya (yang lebih rendah), pengetahuan dinisbahkan pada jiwa dan eksistensi para raga. Al-Razi memercayai ruh abadi, dan akal manusia diciptakan dari substansi Ilahi. Ide-ide Ibn Miskawaih memperlihatkan pengaruh Plato. Dia menyatakan bahwa esensi jiwa adalah gerak. Gerak ini ada dua jenis: satu menuju akal dan yang lain menuju materi. Gerak pertama membawa manusia semakin dekat pada sumber akal dan karena itu tercerahkan serta pada gilirannya menerangi materi. Hal ini menunjukkan aspek transendental diri manusia yaitu ruh dan aspek indrawi yaitu nafs.

Setiap bahasan tentang ruh tidak akan sempurna tanpa menyebutkan filosof Shadrudin as-Syirazi atau Mulla Shadra. Dia berpendapat bahwa hubungan jiwa dan raga tidak sama dengan hubungan bentuk fisis biasa dan materinya.Semua bentuk fisis inheren dalam materi-materinya sedemikian rupa sehingga keduanya tidak membentuk suatu susunan (murakkab) dua unsur yang secara eksistensi dapat dibedakan, tetapi menyatu secara total untuk membentuk sebuah kesatuan sempurna (ittihad), dalam eksistensi dan, karenanya, bentuk itu berfungsi secara langsung dalam materi tersebut. Namun, jiwa berfungsi pada materinya melalui perantaraan bentuk-bentuk atau kemampuan yang lebih rendah.  Shadra, karena itu, mengatakan bahwa jiwa adalah sifat esensial raga materi sejauh ia berfungsi melalui ‘organ-organnya’.

Meskipun demikian, dia berpendirian bahwa kata ‘organ-organ’ tidak bermakna organ-organ fisis, seperti tungkai dan lengan, hati, atau perut, tetapi fakultas atau kemampuan yang melaluinya jiwa berfungsi, seperti nafsu makan, nutrisi, dan pencernaan. Karena percaya pada kesatuan Wujud, dia melihat ruh sebagai realitas tunggal yang dimanifestasikan dalam tingkat yang berbeda-beda.

Ruh, yaitu sebuah manifestasi Ilahi, yang pada gilirannya dimanifestasikan dalam nafs dan fakultas-fakultasnya. Ruh adalah tingkat eksistensi yang lebih tinggi dan lebih sederhana daripada nafs (jiwa). Ia berada pada tingkat paling sederhana dan paling tinggi, lalu muncul sebagai manifestasi esensi yang meresap dalam jiwa dan dimanifestasikan dalam tingkat-tingkat eksistensi yang lebih rendah, yakni binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lain-lain. Karenanya, dapat disimpulkan ruh adalah sebuah kesatuan yang dimansifestasikan berbeda-beda dalam setiap tingkatannya.

Ide-ide yang dikemukakan sejauh ini membuktikan bahwa pandangan Islam tentang diri manusia pada dasarnya mencakup unsur nonfisik dan transendental yang gaib dan abadi yang dipercaya berasal dari, atau telah diciptakan, Tuhan atau Diri Ilahi. Ia diidentifikasi sebagai ruh atau kecerdasan pertama. Jiwa atau nafs adalah sebuah dimensi atau manifestasi Ruh ini pada tingkat eksistensi yang lebih rendah atau, dari sudut pandang kehadiran Ilahi, Ruh lebih dekat dengan Diri Ilahi daripada jiwa dan raga dan lain-lainnya. Diri paling sering hadir dalam Ruh dan paling jarang hadir dalam raga atau materi. Jadi, sekarang kita akan mengkaji langkah berikutnya dalam hierarki eksistensi, yakni nafs.

Adapun tentang peciptaan ruh manusia, terdapat dua pendapat. Pertama, ruh diciptakan terlebih dahulu sebelum jasad dicipta. Pendapat ini meyakini bahwa ruh itu telah ada di alam ruh atau di alam gaib sebelum jasad ada, dan setelah jasad seorang bayi di dalam rahim sempurna yaitu diperkirakan  berusia empat bulan, maka Allah swt meniupkan ruh yang telah ada di alam gaib itu ke dalamnya. Kedua, jasad terlebih dahulu diciptakan barulah ruh tercipta. Yaitu, jasad bayi dalam kandungan berkembang sesuai tahap-tahap perkembangannya dan kemudian setelah ia sempurna, barulah diciptakan ruh untuknya. (hd/liputaislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account