Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

PKS dan HTI Cuma Bisa Menuduh NU Liberal

Published 05/11/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

logo-NULiputanIslam.com–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah partai dan ormas yang kerap mengangkat wacana takfirisme, yaitu menuduh pihak lain yang tak segolongan dengan mereka sebagai pihak kafir; atau “minimalnya” mereka tuduh liberal. Tuduhan yang kerap disampaikan para kader PKS dan HTI sampaikan kepada kalangan NU biasanya adalah tuduhan ‘liberal’.  Menurut Savic Ali, aktifis muda Nahdlatul Ulama, tuduhan liberal adalah satu-satunya senjata yang dimiliki PKS dan HTI dalam menghadapi kalangan intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU).

“Senjatanya kader/simpatisan PKS dan HTI dlm menghadapi anak muda NU progresif itu cuma satu: cap liberal,” tulis Savic dalam akun twitternya, (3/11/2014)

Menurut Savic, satu-satunya senjata orang PKS dan HTI itu dikarenakan mereka tidak memiliki kemampuan dalam forum yang ilmiah seperti bahtsul masaail.
“Soale nek bahsul masail kalah”, tambah Savic, seperti dikutip muslimedianews.com.

Di pesantren, kata Savic, santri-santri terbiasa bahas masalah atau menggelah bahtsul masail. Mereka berdebat tentang berbagai hal dari perspektif kitab, tanpa pretensi paling benar. (baca: Begini Sikap NU Terhadap Khilafah)

Pandangan NU Terhadap Liberalisme

Pada tahun 2009, (mantan) Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengatakan, NU bukan liberalisme dan liberalisme bukan NU. Keislaman NU didasarkan pada kaidah-kaidah yang sudah ditentukan.

“Pengembangan pemikiran NU harus melalui manhaj (kaidah yang sudah ditentukan),” katanya, seperti dikutip beritajatim.com (14/5).

Apa yang diyakini ormas Islam terbesar di Indonesia itu, lanjut Hasyim, tentu saja berbeda dengan yang diyakini kelompok Islam liberal. Kelompok liberal dinilainya membuat pemikiran sendiri yang mengkritisi semua, termasuk Al-Quran. Hasyim setuju dengan kritisisme, asal sesuai dengan koridor.

Pandangan NU Terhadap Takfirisme

Khatib Aam PBNU, K.H. Malik Madani, mengatakan bahwa dalam pandangan NU, fenomena mudah mengkafir-kafirkan orang atau takfiri itu merupakan perwujudan dari sikap intoleran. Takfirisme merupakan sikap tidak adanya tasamuh dalam menghadapi perbedaan pendapat.
“Kami, sebagai pengusung paham Ahlusunnah wal Jamaah, sudah dikenal sebagai pengusung paham yang moderat, paham yang toleran. Kami tidak mudah mengkafir-kafirkan sesama Muslim hanya karena adanya perbedaan di antara kita,” demikian kata KH Malik Madani, seperti dikutip situs ahlulbaitindonesia.org.

“Kita memegang teguh apa yang ditegaskan oleh para ulama Sunni terkemuka semacam Hujjatul Islam, Abu Hamid al-Ghazali, yang menyatakan la yukaffiru ahadan min ahlil kiblat. Kami tak bisa mengkafirkan seorang pun dari kalangan ahlul kiblat. Yaitu orang yang sama shalatnya menghadap ke kiblat. Tidak mungkin kami mengkafirkan orang yang seperti itu,” lanjutnya.

Kyai Muda NU, KH. Alawi Al Bantani mengatakan, sejak zaman dulu, bahkan sebelum Indonesia merdeka, yang dibutuhkan adalah sosok yang agamis dan nasionalis, sebab dengan terkumpulnya dua karakter ini tidak akan berusaha memecah belah umat.“Kalau cuma beda madzhab tak usah saling mengkafirkan. Harusnya kita meniru Rasulullah. Rasul saja sangat ramah kepada orang yang beda agama apalagi cuma beda madzhab. Ulama mesti memiliki visi ukhuwah Islamiyah,” tegas KH. Alawi, seperti diberitakan liputanislam.com.“Jika ada ulama yang senang dengan perpecahan tandanya pemahaman agama mereka belum mencapai level yang mapan dan mantap. Mereka hanya ingin kita ikut Islam gaya mereka dan membuat Islam kacau balau,” lanjutnya. (fa)
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account