Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

“Nyepi” dalam Islam

Published 21/03/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh Subagyo*

nyepi 2Mari kita kembali kepada suatu waktu silam, ketika alam ini sepi, sunyi, suwung. Ketika itu Allah adalah Wujud yang sendiri tak ada apa-apa atau siapa-siapa kecuali Dia. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.” (QS Fushshilat: 41). Tuhan menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan sedikitpun tidak ditimpa keletihan (QS: Qaaf: 38). Dia berkata: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.” (QS-Ad-Dukhaan: 38). Lalu sekarang kita tanya diri kita: “Apakah aku sedang bermain-main dalam hidup ini? Apakah aku telah mempermainkan nasib manusia lain atau makhluk lain?”

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”, kata Tuhan (QS: Al-Mu’min: 40). Jadi, jangan buru-buru mengira kita ini makhluk terhebat, sebab ada rahasia yang tak terbatas yang tak kita ketahui.

Alam semesta terwujud dan Tuhan menyinarinya. Allah adalah Cahaya langit dan bumi. (QS An-Nur: 35). Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Baqarah: 29).

Ke mana kita bisa menjumpai Tuhan yang Awal eksistensi itu? Dia menjawab, “Di manapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah.” (QS: Al-Baqarah: 115). Sudah pernah melihat Tuhan? Nabi Musa meminta Tuhan memperlihatkan diriNya kepada Musa. Tapi Allah memberi contoh, Dia memperlihatkan diriNya kepada bukit, lalu bukit itu hancur. Tapi mengapa Allah mengatakan “di manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah”? Allah berkata dalam hadits qudsi, “Manusia adalah rahasiaKu dan aku adalah rahasianya.” Tapi Nabi Muhammad berkata, “Barangsiapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya.” Mengapa manusia bisa tidak mengenal Tuhannya? Nabi Muhammad bersabda, “Jika setan-setan itu tidak berkeliling di dalam hati anak Adam maka anak-anak Adam itu mampu melihat ke alam malakut yang tinggi.”

Setan tak selalu jadi kambing hitam sebab Allah mengatakan bahwa yang menjadi setan itu bisa dari golongan jin (lelembut) dan manusia (QS: An-Naas: 4-6). Manusia bisa menjadi setan bagi dirinya sendiri dan bagi manusia lainnya. Bahkan di jaman kemajuan ini setan kelihatannya sudah bisa duduk-duduk santai sebab para manusia semakin canggih untuk berbuat kejahatan dengan sains dan teknologi, menipu atau membohongi dengan analisis-analisis keahlian. Setan tak perlu bersusah-payah menggoda manusia untuk menemani para setan di neraka kelak.

Manusia semakin terlelap dalam mimpi kegaduhan dunia, dirasuki hawa hedonisme, tak peduli harus menyuap, menerima suap, korupsi, melacurkan intelektualitas, bisnis haram, melakukan persaingan bisnis curang, mengkhianati kawan atau bahkan masyarakat kecil yang dibela, membajak karya cipta orang lain, dan lain-lain. Semakin lama semakin larut dalam kegaduhan itu, dan semakin jauh dari Tuhan yang dikiranya hanya dapat didekatkan dengan shalatnya yang ditumpuki perilaku gaduh itu. Tuhan dikiranya bisa didekati dengan harta haram yang disumbangkan kepada kaum lemah.

Maka umat Islam jika ingin melacak jejak Tuhan tempat kembalinya harus ‘nyepi’ dari kegaduhan itu dengan cara tapa ngrame (bertapa dalam keramaian). Dalam keramaian itu bekerja untuk memberi makan, pakaian dan menjenguk Tuhan yang sedang dalam penderitaan. Tuhan dalam derita (menurut hadits qudsi) adalah mereka yang miskin dan kekurangan, membutuhkan pembelaan. Tuhan tak perlu dibela, kata Gus Dur, jika konteksnya adalah menyerang atau membunuh sesama karena perbedaan gagasan atau keyakinan. Tapi Tuhan harus dibela dalam konteks membela mereka yang lemah (kaum mustadh’afin). Tuhan akan menggunakan hak prerogratif untuk menolak kaum rajin ibadah ritual yang mengesampingkan ibadah sosial, sehingga tak akan memasuki surgaNya yang bahkan malaikat pun terheran-heran. Sebab Tuhan dalam hal khusus telah mengidentikkan diriNya dengan kaum lemah. Maksudnya, Tuhan sendiri Maha Segalanya yang tak butuh apa-apa dari manusia. Dalam menyembahNya yang terpenting adalah memahami manunggaling sapada kang cinipta, peduli sesama. Itulah salah satu rahasiaNya.

Jika nyepi itu sempurna dilakukan, manusia akan mampu masuk ke alam malakut, manunggal dengan Allah, dalam keindahan sejati yang seperti mimpi tapi bukan mimpi. Seperti Ali bin Abi Thalib yang hatinya selalu bergetar melihat Allah ada di dedaunan, pepohonan, gunung-gunung, kerumunan manusia, dan lain-lain, bukan hanya di dalam masjid. Masjid bisa saja menjadi musuh Allah jika menjadi bagian kegaduhan yang mencoba mempermainkan penciptaan Tuhan.

“Shanti, shanti, shanti... dalam keesaanMu ya Allah aku adalah sunyi, senyap, lenyap, kosong dan hanya Diri-Mu. Kembali kepada yang Sejati…”

 *Pengamat sosial, Sumber http://masbagio.blogspot.com/2008/03/nyepi-dalam-islam.html

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account