Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Menyahuti Seruan Allah

Published 30/09/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

allahDalam Alquran dalam banyak tempat termaktub seruan Allah dengan firman-Nya : “Wahai orang-orang yang beriman”, “Wahai manusia”,“Wahai anak Adam”, “Wahai jiwa yang tenang”, dan sebagainya.

Seruan Allah ini tentu ditujukan bagi manusia, karena manusia yang dianugerahkan alat untuk menangkap pesan dan menanggap seruan. Seruan Allah bagi manusia ini tidaklah berupa bunyi-bunyian yang getarannya ditangkap oleh gendang telinga, atau berupa tulisan yang bentuk dan jalinan hurupnya hanya bisa dibaca oleh mereka yang dapat melihat dan mampu membaca.

Seruan Allah ini adalah suara yang getarannya menyentuh “telinga” hati, sehingga disahutinya dengan pernyataan, sami’na (kami mendengar). Pesan Allah adalah cahaya yang menerangi pandangan jiwa sehingga nampak baginya betapa indah ganjaran yang disediakan Allah bagi orang yang menanggapi seruan-Nya. Mereka yang memiliki ketajaman mata hati dengan penuh kesadaran akan menyatakan, wa atha’na (dan kami patuhi) menanggapi seruan Allah dan bersegera melaksanakannya di panggung kehidupan.

Terhadap mereka yang tak mendengar seruan Allah dan tak menanggapi pesan-pesan-Nya, Allah mencela mereka dengan keras sebagai makhluk yang sama saja bahkan lebih sesat daripada hewan ternak, “…bagi mereka ada hati namun tiada memahami, pada mereka ada mata namun tiada melihat dan pada mereka ada telinga namun tidak mendengar. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.(Q.S. Al-A’raf ayat 179).

Setiap manusia yang memiliki hati nurani pasti memilki naluri beribadah, karena hanya dengan beribadahlah manusia dapat mencapai kesempurnaannya. Hanya saja dalam hal peribadatan ini ada yang tepat dan ada yang salah arah.

Diantara manusia ada yang begitu bodohnya sampai menyembah berhala yang dipahat dan diukir dan kemudian diberinya nama, lantas meletakkan kepalanya kebawah kaki berhala bisu tersebut. Tapi kalau sekarang ini orang seperti itu sudah jarang didapati. Sekarang ini keberhalaan tersebut mengambil bentuk yang lebih canggih lagi. Berhala-berhala tersebut dipahat dalam angan-angannya dan diukir dengan ambisinya, lantas diberinya nama : kekuasaan, pangkat, jabatan, kekayaan, kemewahan, ketenaran. Kemudian diletakkannya berhala-berhala tersebut dalam altar jiwanya dengan penuh cinta, lantas dia melakukan berbagai macam cara yang menyimpang sebagai persembahan.

Untuk mendapat kekuasaan mereka menggadaikan idealisme, untuk meraih kekayaan dan hidup dalam gelimang kemewahan mereka membunuh hati nurani, guna menyandang ketenaran mereka menginjak-injak moralitas dan membuang rasa malu. Upacara penyembahan mereka lakukan dengan bertelanjang, “Telanjang dari moralitas”. Gerak ibadah mereka adalah dengan melakukan sikut sana sikut sini. Kekhusyukan dalam ibadah mereka artikan dengan hilangnya rasa peduli. Alih-alih kesempurnaan yang mereka raih, malah kehidupan mereka berantakan karena terjadi pertentangan. Alih-alih kebahagiaan yang mereka dapat, malah kecemasan dan ketakutan menggerogoti jiwa mereka akibat permusuhan yang dihasilkan.

Oleh sebab itulah Allah—dengan sifat rahman dan rahim-Nya—mengutus para Rasul-Nya untuk membimbing manusia agar tidak salah arah dalam hal peribadatan ini. Para Rasul membenahi pola fikir manusia agar berfikir cerdas dan memilih yang terbaik bagi dirinya (iman). Para Rasul mengarahkan sikap dan perilaku manusia untuk mentradisikan (mensunnahkan) aktifitas perbaikan dalam hidup dan kehidupan (amal shalih). Para Rasul menuntun manusia untuk mengayunkan langkah bersama memperjuangkan kehidupan yang damai, selamat dan sentosa di tengah-tengah pentas peradaban.

Pribadi-pribadi takwa adalah nilai sempurna bagi manusia yang beribadah tepat menurut ketentuan Allah dan bimbingan Rasul-Nya. Pribadi tersebut adalah orang yang telah mendengar seruan Allah dalam jiwanya untuk mengabdi kepada-Nya semata dan disahutinya. Seruan tersebut didengar dengan telinga jiwanya,“Wahai manusia, ibadahilah Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, supaya kalian menjadi orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah : ayat 21). (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account