Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Menuju Koalisi Indonesia Berkah

Published 18/10/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
foto: tempo
foto: tempo

LiputanIslam.com — Koalisi itu pada prinsipnya adalah kerja sama beberapa unsur politik yang memiliki tujuan sama. Koalisi politik boleh saja bersifat sementara, karena perbedaan kepentingan unsur-unsurnya.

Sementara Indonesia berkah, dalam arti bangsa yang memiliki kebaikan melimpah (al-khair al-katsir) adalah tujuan bersama negara ini sepanjang sejarahnya.

Oleh karena itu, tujuan menjadi Indonesia berkah itu tidak sementara. Pun, menuju Indonesia berkah tidak hanya menjadi tugas aliansi politik.  Koalisi Indonesia berkah menjadi tugas tiap kelompok orang, bahkan setiap warganegara.

Benang merahnya, karakter koalisi Indonesia berkah itu ada dua: bersifat permanen dan melibatkan semua unsur bangsa Indonesia. Bagaimana caranya? Allah telah mengikrarkan dalam surah al-A’raf ayat 96 yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Sesuai janji Allah dalam ayat tersebut, Indonesia akan menjadi negeri berkah dengan syarat jelas: penduduknya beriman dan bertakwa. Lalu, bagaimana kunci dan manifestasi iman—takwa itu?

Mengkaji Alquran mulai awal hingga akhir, kita akan menemukan tipsnya. Kita perhatikan, ternyata ciri orang bertakwa yang pertama kali disebutkan Alquran dalam urutan mushaf, tepatnya dalam al-Baqarah ayat ketiga, adalah “mereka yang beriman kepada yang gaib”.

Tentang pengertian gaib, pakar tafsir abad ke-7 H, Muhammad al-Qurthubi, menjelaskan, gaib itu sesuatu yang tidak terlihat dan tidak ada di hadapanmu (kullu ma ghaba ‘anka). Sementara gaib yang dimaksud dalam ayat tersebut memiliki beberapa makna. Intinya, sebut al-Qurthubi, semua informasi dari Rasulullah yang sementara tak terlihat, seperti azab kubur, hari kebangkitan, jembatan (shirath), timbangan perbuatan (mizan), surga, dan neraka, itu semua perkara gaib.

Ujian bagi kita sebagai manusia, hal-hal gaib itu, baik pahala maupun dosa, surga atau neraka, tidak langsung diperlihatkan oleh Allah. Sedang andai semua hal gaib tersebut langsung diperlihatkan oleh Allah di dunia ini, bisa dijamin, seluruh manusia akan berbuat taat, dan tidak akan ada satu pun yang berbuat maksiat!

Nah, menguatkan keyakinan dan kesadaran tentang adanya sesuatu yang gaib inilah kunci ketaatan bangsa ini, hingga dapat menemukan keberkahannya. Orang yang keimanannya pada hal gaib mantap, akan memiliki keyakinan kuat bahwa hidup ini ada tanggung jawabnya, dunia dan akhirat. Itulah ciri orang cerdas spiritual menurut Rasulullah, yaitu, “Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan paling baik dalam mempersiapkan kehidupan setelah kematian.” (HR Ibnu Majah dan al-Thabrani)

Orang ingat mati dan senantiasa mempersiapkan kehidupan setelah kematian, pasti akan berusaha melakukan yang baik, dan tidak akan melakukan perbuatan negatif, apalagi merugikan orang lain.

Secara pribadi, dia akan istiqamah ibadah dan mengawasi ibadah keluarganya, terutama shalat. Siapa yang melakukan itu, hidupnya akan berkah (lihat: QS Thaha: 132). Karena yakin hidup ini ada tanggung jawabnya, seorang atau kelompok pedagang, wirausahawan, pemegang tender, akan berbisnis dengan jujur, tidak akan melakukan penipuan, dan itulah sebab datangnya keberkahan, seperti diriwayatkan Abu Wail (lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyah: 3/309).

Pun, seorang pejabat akan berlaku adil, karena dia yakin, bila lalim atau melakukan korupsi, dia akan dimintai pertanggungjawaban, dunia dan akhirat. Dengan begitu, roda pemerintahannya akan berjalan baik dan mendapatkan keberkahan.

Pendek kalam, setiap pribadi dan semua kelompok bangsa ini bertanggung jawab mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negeri berkah. Tingkatkan keimanan pada sesuatu yang gaib, keyakinan bahwa hidup memilki tanggung jawab, lakukan kebaikan dan tinggalkan kemaksiatan.

Pasalnya, jelas ulama, kemaksiatan itu menyebabkan krisis, sedang ketaatan itu menjadi penyebab turunnya berkah (al-ma’ashi sabab al-jadb wa al-tha’ah sabab al-barakah). Itulah tips dan manivestasi iman-takwa menurut al-A’raf ayat 96 itu, yang akan meniscayakan guyuran berkah untuk negara dan bangsa ini. Wallah al-Musta’an.

Disalin dari tulisan Faris Khoirul Anam di Republika.co.id.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account