Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Menjadi Setitik Noktah

Published 09/08/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Otong Sulaeman

Bartawaf di musim haji tidaklah ‘senyaman’ jika dilakukan di masa umrah. Kita harus berdesak-desakan dengan ribuan, bahkan jutaan orang, yang datang bergelombang silih berganti selama 24 jam dalam sehari. Sangat sulit untuk berdiri secara nyaman di sudut Hajarul Aswad dan menyampaikan salam baiat ke arah Ka’bah. Juga sangat sulit bertawaf masuk ke ‘lorong’ antara Maqam Ibrahim dan Ka’bah. Jika kita ingin bertawaf dengan jarak yang pendek, kita harus melakukannya di lingkaran terdekat ke Ka’bah, dan itu berarti kita akan berdesakan dan tergencet oleh orang lain. Jika ingin agak longgar, kita harus menjauh dari Ka’bah, dan itu artinya kita menempuh jarak yang melelahkan.

Istri saya yang beberapa bulan lalu melakukan ibadah umrah sempat ciut untuk melakukan ibadah tawafnya di waktu musim haji ini. Meskipun akhirnya bisa menyelesaikan dengan baik, ia tetap terlihat kelelahan.

Selain terkait dengan urusan tawaf, musim haji juga bermakna sangat repotnya melakukan berbagai macam ibadah sunnah lainnya di sekitar Ka’bah. Di musim haji ini, hampir mustahil bisa mencium Hajarul Aswad, berdoa di Multazam, salat di Hijir Ismail, dan lain sebagainya. Banyak yang kemudian merasa  kecewa, karena kehilangan kesempatan mendapatkan pahala dari ibadah-ibadah sunnah tersebut.

Besoknya, saya dan istri saya naik ke lantai atas Masjidul Haram. Kami memandangi orang-orang yang bertawaf dari atas. Sangat indah, sangat teatrikal. Ribuan orang mementaskan pagelaran seni koreografi yang sangat artistik. Seperti putaran bintang mengelilingi pusat galaksi; atau seperti sekumpulan laron yang mengelilingi cahaya.

Kami melihat titik-titik yang bergerak melingkar secara alamiah; memadat di satu waktu, lalu merenggang di waktu lain. Di saat ada ruang kosong, segera ada titik yang mengisinya. Lalu ada titik-titik yang menjauh dari pusaran. Itulah mereka yang selesai melakukan tawaf. Tapi, tak lama kemudian, datang gelombang titik-titik yang baru bergabung. Sedangkan Sang Magnet, yaitu Ka’bah, dengan agungnya kukuh dan tegak berada di tengah pusaran.

Air mata kami mengalir sambil mengucapkan tasbih menyaksikan pemandangan yang menakjubkan itu. “Ma, kemarin, kita adalah noktah itu, lho,” kata saya. “Dan hampir pasti, saat kita menjadi bagian dari pementasan itu, ada orang yang memandangi kita dan merasakan keagungan rumah Allah, sebagaimana yang kita rasakan saat ini.”

Haji adalah panggilan Tuhan kepada seluruh orang Islam. Haji dilaksanakan dilaksanakan di tempat tertentu, dan di waktu tertentu. Ada sekitar 2,5 juta orang yang memenuhi panggilan, dan semuanya secara bergiliran menjadi noktah di setiap pementasan tawaf. Saat kita menjadi noktah, kita melebur dan membentuk gelombang syiar Rumah Tuhan. Setiap diri kita meleburkan ego, menjadi tak tampak. Tapi, titik-titik itu menjadi bagian penting dari sebuah pementasan maha dahsyat

Dengan persektif seperti itu, alih-alih kecewa, kita mestinya merasa bangga di saat kita harus berdesakan dan berlelah-lelah melakukan tawaf. Inilah salah satu bentuk penghambaan yang hakiki. Bahkan, kalau direnungkan lebih jauh lagi, inilah justru tujuan dari ibadah haji: menghancurkan ego ke-aku-an. Kita menjadi bagian dari syiar, tanpa ketahuan oleh siapapun, kecuali oleh Allah.

Hari ini, kami berangkat menuju Arafah di hari Tarwiyah. Besok, tanggal 10 Agustus, kami akan melaksanakan wuquf di Arafah, dan kami kembali menjadi titik teramat kecil dari jutaan hujjaj yang akan mementaskan pertunjukan malakuti yang lain. Labbaik Allahumma labbaik!

(Catatan tanggal 9 Agustus 2019)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berita Video

[Video] Mengenaskan, Pemandangan Manasik Haji Tahun Ini

By Muhammad
Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account