Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Memakmurkan Majelis Zikir

Published 06/06/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

majelis zikir“Suatu hari rasulullah saaw masuk ke dalam mesjid di Madinah di dalamnya terdapat dua majelis. Pandangan Rasulullah saaw pun tertuju pada kedua majelis tersebut yang dihadiri oleh para sahabatnya. Majelis pertama adalah kumpulan para sahabat yang sedang berzikir (majelis zikir) dan memuji Allah swt, sedangkan majelis yang satunya lagi adalah kumpulan para sahabat yang sedang belajar mengajar (majelis ilmu).

Rasulullah saaw pun senang melihat hal tersebut. Kemudian beliau berpaling ke arah seorang sahabatnya yang berjalan bersamanya sambil bersabda, “Dua majelis ini melakukan kebaikan, mereka berbahagia dan terpuji. Namun, aku diutus untuk mengajar dan menyebarkan ilmu.” Kemudian Rasulullah saaw menuju ke majelis ilmu dan bergabung bersama mereka.”

Dari riwayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu majelis yang dimuliakan Islam—selain majelis pikir (majelis ilmu)— adalah majelis-majelis zikir. Bergabung di majelis zikir ini dianjurkan untuk mendapatkan kebaikan yang banyak. Terdapat banyak riwayat dari Rasulullah saaw yang menunjukkan sunnahnya mengadakan majelis zikir. Imam an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin, mengumpulkan beberapa hadits yang menunjukkan hal tersebut, diantaranya :

لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah sekelompok orang berkumpul dan barzikir kepada Allah ta’ala kecuali mereka dikelilingi para malaikat, diliputi rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan, dan Allah menyebut mereka di kalangan malaikat di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَليهِ وَسَلّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ ؟ قَالُوْا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ وَنَحْمَدُهُ، فَقَالَ: إِنَّهُ أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ اللهَ يُبَاهِيْ بِكُمْ الْمَلاَئِكَةَ

“Rasulullah saw keluar kepada halaqah sahabat, lalu bertanya,‘Apa yang membuat kalian berkumpul dalam majelis?’ Mereka menjawab,‘Kami duduk berzikir kepada Allah dan memuji-Nya.’Maka Rasulullah bersabda: “Sungguh Jibril datang kepadaku dan memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di kalangan para Malaikat”. (HR. Muslim)

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوْا يَذْكُرُوْنَ اللهَ لاَ يُرِيْدُوْنَ بِذَلِكَ إِلاَّ وَجْهَهُ تَعَالَى إِلاَّ نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir, dan mereka tidak berharap dengan itu kecuali untuk mendapat ridla Allah maka malaikat menyeru dari langit,‘Berdirilah kalian dalam keadaan sudah terampuni dosa-dosa kalian’.” (HR. ath-Thabarani)

Dalam hadits qudsi berikut digambarkan bagaimana kemuliaan majelis zikir dengan suara perlahan maupun dengan suara yang keras, sendiri-sendiri maupun berjamaah :

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ، فَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

“Allah berfirman: “Aku berbuat seperti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku”, dan Aku senantiasa bersamanya jika ia senantiasa menyebut nama-Ku. Jika ia menyebutku dengan perlahandalam dirinya maka Aku akan menyebutnya dalam diriku, dan jika ia menyebut-Ku—secaraberjama’ah—dengansuara keras, maka Aku akan menyebutnya di kelompok yang lebih baik dari mereka—yakni paraMalaikat yang mulia”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Qadhi Iyadh menjelaskan bahwa makna “Aku berbuat seperti sangkaan hambaku terhadap-Ku” adalah jika hamba tersebut berharap untuk diampuni maka akan Allah mengampuni dosanya, jika ia mengira taubatnya akan diterima maka Allah akan menerima taubatnya, jika ia berharap doanya dikabulkan maka Allah akan mengabulkannya, dan jika ia mengira akan dicukupi kebutuhannya maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.

Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar menyatakan bahwa termasuk kesepakatan ulama akan sunnahnya berdzikir setelah melaksanakan salat baik dengan suara pelan maupun keras. Ibnu ‘Abbas menyatakan bahwa ia mengetahui berakhirnya salat Rasulullah saaw dengan adanya suara takbir, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim berikut ini :

 كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ بِالتَّكْبِيْرِ

“Aku mengetahui selesainya salat Rasulullah dengan takbir (dengan suara keras)”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lainnya disebutkan bahwa ‘Abdullah ibn ‘Abbas berkata:

 كُنَّا نَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ بِالتَّكْبِيْرِ

 “Kami mengetahui selesainya salat Rasulullah dengan takbir (dengan suara keras)” (HR. Muslim)

Kemudian beliau juga berkata:

أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ

“Mengeraskan suara dalam berdzikir ketika orang-orang telah selesai shalat fardu sudah terjadi pada zaman Rasulullah”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Bukhari juga meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari bahwa ketika para sahabat sampai dari perjalanan mereka di lembah Khaibar, mereka membaca tahlil dan takbir dengan suara yang sangat keras. Lalu Rasulullah berkata kepada mereka: “Ringankanlah atas diri kalian (jangan memaksakan diri mengeraskan suara secara berlebihan), sesungguhnya kalian tidak meminta kepada Dzat yang tidak mendengar dan tidak kepada yang ghaib, kalian meminta kepada yang Maha Mendengar dan Maha Dekat…”(H.R. Bukhari)

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa menurut para ulama ahlussunnah mengeraskan bacaan zikir dalam jamaah adalah sesuatu yang dibolehkan, tentu saja tanpa berlebih-lebihan. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account