Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Jangan Selewengkan Sejarah

Published 05/03/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

aliPada 19 Ramadhan 40 H, Ali bin Thalib dibunuh ketika salat subuh. Ia menjadi ssyahid mimbar yang pertama. Kekuasaan beralih ke tangan Muawiyah. Untuk menghilangkan pengaruh Ali, ia menetapkan keharusan mengutuk Ali dalam mimbar-mimbar pertemuan, khutbah-khutbah Jumat, bahkan dalam qunut subuh. Nama dan peranan Ali dihilangkan dari sejarah Islam.

Orang-orang yang meriwayatkan jasa-jasa Ali dibungkam. Mereka yang pandai membuat cerita tentang dosa-dosa Ali diberi penghargaan. Nashr bin Ali meriwayatkan hadis mengenai keluarga Ali. Khalifah Mutawakkil mengleuarkan perintah untuk mencambuk Nashr seribu kali. Tidak henti-hentinya ia dicambuk, sampai Ja’far bin Abdul Wahid mengingatkan Mutawakkil, “Hadza min Ahlissunnah.” Al-Hafiz Ibnu al-Saqa dikeroyok dan dipukuli hanya karena meriwayatkan Rasulullah saaw menjamu Ali dengan daging burung (Lihat Ibnu Hajar, Tahdzib at-tahdzib pada bagian berkenaan dengan orang-orang tersebut).

Keadaan ini berlangsung lebih dari 60 tahun. Sehingga dalam satu masa, pernah kaum Muslimin meragukan apakah Ali menjalankan salat. Pada zaman Abdul Malik (Khalifah V Bani Umayyah), seorang khatib di Damaskus, berusaha sedikit meluruskan kembali sejarah. Ia menceritakan sebagian jasa Ali. Abdul Malik marah, “Aneh benar, orang belum juga melupakan Ali. Potong lidah khatib itu!.”

Berkenaan dengan peristiwa ini seorang penyair Arab menulis :

Di atas mimbar kalian nyatakan kecaman kepadanya

Padahal dengan pedangnya

Tonggak-tonggak mimbar itu

Diserahkan kepadamu

Para penguasa yang mengutuk Ali di mimbar-mimbar memerintah dunia Islam. Semua orang tahu bahwa pada awalnya kekuasaan Islam itu ditegakkan dengan pedang Ali. “Sekiranya tidak karena pedang Ali dan harta khadijah…”, kata Rasulullah saaw pada suatu saat.

Pada tahun 99 H, Sulayman bin Abdul Malik meninggal digantikan oleh Umar bin Abdul Aziz, khalifah yang terkenal adil. Ia berusaha meluruskan kembali sejarah. Ia melarang pengutukan terhadap Ali. Pada akhir khutbah ketika sebelumnya orang mengutuk Ali, Umar bin Abdul Aziz memerintahkan khatib membacakan Q.S. al-Hasyr : 10 dan an-nahl : 90 :

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنا وَ لِإِخْوانِنَا الَّذينَ سَبَقُونا بِالْإيمانِ وَلا تَجْعَلْ في قُلُوبِنا غِلاًّ لِلَّذينَ آمَنُوا رَبَّنا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحيمٌ

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”

 إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسانِ وَ إيتاءِ ذِي الْقُرْبى وَ يَنْهى عَنِ الْفَحْشاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan kezaliman. Dia memberi nasihat kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”

Berkat Umar bin Abdul Aziz, sampai sekarang para khatib jumat mengakhiri khutbahnya dengan kedua ayat  di atas. Ketika ia ditanya mengapa ia membuat peraturan itu, ia berkata, “Ketika kecil aku mengaji kepada Utbah bin Mas’ud. Pada suatu hari, ketika ia berada di dekat kami, kami bermain-main. Dalam permainan itu kami mengutuk Ali. Guruku kelihatan sedih. Ia meliburkan kelas dan pergi ke mesjid. Ia terus-menerus melakukan salat. Aku tahu ia marah pada kami. Aku tanyakan kenapa sebabnya.”

“Anakku, sampai hari ini engkau masih melaknat Ali?” tanyanya.“Betul” jawabku.

“Dari mana kamu tahu bahwa setelah meridhai ahli Badar, Tuhan murka kepada mereka?” tanyanya. “Ustadz, apakah Ali termasuk mujahid dalam perang Badar?” aku balik bertanya.

“Anakku tersayang, bukankah Ali pemegang bendera dalam perang Badar? Bukankah ia pemimpin pasukan Muslimin waktu itu?”

“Kalau begitu, sejak saat ini aku tidak akan mengutuk Ali lagi.”

Setelah itu, Umar menceritakan pengalaman lain. Ia pernah menghadiri khutbah Abdul Aziz, ayahnya. Khutbah itu sangat bagus. Tetapi, ketika sampai pada bagian yang mengutuk Ali, ia terpatah-patah. Khutbahnya menjadi kacau balau. Ketika ia bertanya apa pasalnya, Abdul Aziz berkata, “Anakku, kau lihat orang-orang Syam dan lain-lain berada di bawah mimbar kita? Sekiranya apa yang diketahui bapakmu tentang keutamaan Ali diketahui mereka, tidak seorang pun di antara mereka yang akan menaati kita.” (Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjul Balaghah 4: 58). Rupanya, sejak dahulu, karena alasan politik orang sering memalsukan sejarah!

*Disadur dari buku Tafsir bil Ma’tsur : Pesan  Moral Alquran 1 : 59-61 . (cr/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account