Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Islam Bilaa Hudud (2) : Islam Tanpa Batas-Batas

Published 30/08/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

OLeh : Farish A. Noor*

farisArgumentasi  saya dalam tulisan ini adalah bahwa alasan Islam dan kaum Muslim belum cukup berperan adalah karena pemahaman mereka yang eksklusif dan sempit tentang identitas dan perbedaan (difference) yang ada pada beberapa kelompok dan gerakan Islam.

Karenanya, kita memerlukan sebuah pendekatan yang berbeda terhadap keseluruhan persoalan identitas Islam dan hubungannya dengan ‘yang lain’, yaitu pendekatan yang mengenali perbedaan internal dan pluralisme di dalam umat Islam sendiri, pendekatan yang mempersoalkan identitasnya sendiri sambil menjawab keberbagaian dan perbedaan dari yang lain, dan pendekatan yang mengidentifikasi ancaman bersama yang menyatukan kita dengan yang lain.

Sebagian mungkin mempersoalkan atau bahkan keberatan terhadap pendekatan seperti itu. Alasannya adalah pendekatan tersebut sediki banyak akan ‘mengancam’ kesatuan umat, atau bahwa pendekatan itu membuat kesatuan itu rawan kritik dari luar. Keberatan ini tak berdasar, sebab, kita telah mencoba mempersoalkan dengan tepat dikotomi yang salah ini yang telah menciptakan batas-batas yang perlu diperiksa pertama kali.

Ketakutan terhadap perpecahan umat mensyaratkan kesatuan dan stabilitas umat terlebih dahulu. Hal ini adalah fiksi diskursif terbaik yang berfungsi melayani tujuan-tujuan utilitarian secara politis di masa lalu, tetapi menjadi beban bagi umat di masa kini—saat kita hidup di dunia yang multi-kultural dan plural. Apa yang diperlukan, singkatnya, adalah suatu pandangan Islam bila hudud, suatu Islam yang tanpa batas-batas dan benar-benar universal…

Apa yang kita serukan sebagai Islam bila hudud—Islam tanpa batas-batas—yang menempatkan dirinya dalam realitas kekinian yang tanpa batas (borderless), plural, multikultural, kompleks, tak adil dan tak sederajat saat ini. Kita menyerukan penolakan terhadap mentalitas dan kerangka berpikir yang sempit dan eksklusif serta mentalitas terkepung yang telah membelenggu kita dari kanal-kanal komunikasi dan kerjasama yang sangat kita perlukan.

Kita menyerukan penolakan terhadap pendekatan dialektik terhadap yang lain yang hanya bisa membingkai yang-lain dalam terminologi yang negatif sebagai musuh (atau musuh potensial) yang harus disambut dengan kecurigaan dan ketakutan. Kita juga menyerukan introspeksi dan otokritik yang akan membantu menginsyafkan kita dari sebagian mitos yang kita buat sendiri (seperti mitos tentang sebuah umat ‘sejati’, ‘asli’ dan ‘tidak terkontaminasi’ yang muncul ex nihilo).

Kita perlu menjalin chain of equivalences yang menyamakan perhatian-perhatian universal dengan perhatian-perhatian kaum Muslim dan persoalan-persoalan universal dengan persoalan-persoalan kaum Muslim. Jantung kaum Muslim tak ada darahnya bila hanya melihat tangisan kaum Muslim saja.

Jika kita tidak digerakkan oleh keadaan dan penderitaan orang lain, jika kita tidak digerakkan oleh keadaan dan penderitaan orang lain, jika kita tidak mampu merasakan kesakitan dan kebingungan orag lain, jika kita tidak bisa menuntut hak dan perlakuan yang sama bagi diri kita. Dan, kita tidak bisa mengklaim bahwa pendekatan kita adalah pendekatan yang universal terhadap Islam. Pesan universal Islam tidak dapat dan tidak akan menjadi suatu kenyataan, kecuali ia diperbolehkan berkelana melampaui wilayah dar al-Islam. Keadilan tidak berhenti pada batas persimpangan, dan keadilan tetap buta warna, buta gender, dan menutup mata terhadap pembedaan kelas.

Universalisme, yang berada di dalam jantung Islam dan pesan Islam, perlu diaktifkan kembali dan dijadikan ungkapan keimanan dalam kehidupan kaum Muslim masa kini. Perhatian kita terhadap keadilan, kesetaraan, hak dan kebebasan perlu diartikulasikan dalam konteks sebuah dunia yang tak terbatas di mana khalayak kita bukan hanya diri kita sendiri, tetapi dunia secara keseluruhan—baik di masa kini maupun mendatang.

Kita harus mengambil, mempertahankan dan mempromosikan bentuk universalisme ini sebagai bagian dari identitas kita, sebagai Muslim juga. Pastilah ada waktu ketika menjadi seorang Muslim bukan berarti hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi juga hidup untuk sebanyak mungkin “yang lain”. (hd/liputanislam.com)

*Dr. Farish A. Noor adalah seorang ilmuwan politik dan aktivis HAM malaysia, Peneliti dan Dosen di Center for Modern Orient Studies, Berlin, Jerman. Tulisan ini diambil dari karyanya Islam Progressif : Peluang, Tantangan, dan Masa Depannya di Asia Tenggara, Samha : Yogyakarta, 2006.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account