Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Ilmuwan Juga Pantas Disebut Ulama

Published 11/05/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

ilmuwan-muslimDalam memajukan umat Islam, kita tidak cukup hanya membangun lembaga pendidikan. Tetapi yang terpenting adalah ‘soft ware’ pendidikannya yaitu kerangka keilmuan yang diajarkan di sebuah lembaga pendidikan. Karena itu, diperlukan komitmen dan respon yang bertanggung jawab untuk merumuskan kerangka keilmuan yang berwawasan Islam sebagai upaya integrasi keilmuan dan keagamaan yang selama ini mengalami dikotomi yang membahayakan. Untuk itu, integrasi keilmuan dan keagamaan tersebut harus menyentuh wilayah pribadi, masyarakat, lembaga, dan seluruh aspek lainnya yang menjadikan pendidikan Islam beroperasi dengan penuh dinamika dan progresifitas.

Dalam hal ini, sudah semestinya, kerangka keilmuan Islam kembali dirumuskan secara sistematis berdasarkan pada landasan filosofis dan kemudian bergerak merumuskan landasan metodologisnya. Landasan filosofis bergerak dalam tiga bagian yakni ontologis, epistemologis, dan axiologis. Sedangkan metodologis bergerak dalam tiga tahap. Pertama, mengkonstruksi bangunan ilmu berdasarkan konsep iptek yang valid. Kedua, menghimpun-menyusun-menelaah ayat al-Quran dan hadits yang relevan. Ketiga, memunculkan teori atau konsep dasar tentang berbagai hal keilmuan dalam Islam.

Dengan memperhatikan beberapa hal-hal di atas, jelaslah bahwa kita membutuhkan proses islamisasi sains yang lebih intensif. Namun untuk tidak terjebak dalam kontra yang berkepanjangan seputar peristilahan “mengislamkan ilmu”, sebaiknya menggunakan ungkapan ‘Iptek yang berwawasan Islam’. Meskipun dengan istilah ini, masih ada kesan bahwa ilmu tidak netral dan mengotomisasikan ilmu agama dan ilmu non agama menjadi dua domain yang saling mandiri. Namun istilah tersebut, lebih menunjukkan pada alasan bahwa,      jika ilmu itu bebas nilai, maka ilmu akan bergerak ke arah yang tidak bisa terkendali, dan dampaknya akan dapat menghancurkan manusia dan membuat dehumanisasi. Sebab, landasan filsafat Barat tentunya melihat ilmu itu tidak terkait dengan nilai. Sedangkan ilmu menurut pandangan Islam tidak bisa melepaskan diri dari keterkaitannya dengan nilai. Oleh karena itulah, dalam landasan axiologi, Iptek itu mesti berwawasan nilai-nilai, dan Nilai-nilai itu tentu berwawasan Islam

Peranan pendidikan Islam dalam kehidupan pengembangan beragama yang merespon berbagai problema manusia dan upaya penciptaan masyarakat madani. Pendidikan Islam juga befungsi untuk meningkatkan kualitas hidup baik material maupun spiritual manusia. Agar terciptanya hal tersebut, pemberdayaan lembaga pendidikan Islam, baik pesantren, madrasah, ataupun perguruan tinggi harus dimaksimalkan ditambah dengan peran serta organisasi dan pusat-pusat kajian Islam.

Selain itu diperlukan juga usaha merekonstruksi makna ulama. Kita secara umum, biasanya menganggap ulama sebagai orang yang ahli dalam ilmu-ilmu keislaman, yang berkutat dengan al-Quran dan sunnah, yang memberikan fatwa-fatwa keagamaan. Akan tetapi, pada dasarnya ulama tidak hanya sebatas pengertian tersebut, karena secara generic kata ulama adalah bentuk jamak dari ‘alim sebagai sighah mubalaghah yang berarti orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang sesuatu. Dengan mensitir al-Quran dan sunnah serta perkembangan penggunaan kata ulama dalam sejarah Islam, Prof. Haidar Daulay pernah menyampaikan dan menarik kesimpulan bahwa makna ulama disesuaikan dengan perkembangan zaman. Saat sekarang ini, menurut beliau, kita harus mendudukkan peristilahan ulama sesuai dengan profesi yang sebenarnya, yakni tidak hanya untuk orang yang mendalami ilmu-ilmu agama saja, tetapi juga bagi yang mendalami ilmu-ilmu lain seperti ilmu sosial, ilmu alam, dan humaniora dapat digolongkan kepada ulama asalkan memiliki landasan iman, islam dan ihsan serta khashyah (takut) kepada Allah swt. Singkatnya, ilmuan atau saintis dapat juga disebut ulama, karenanya sudah sepatutnya kita memberikan perhatian lebih kepada usaha para ilmuan bukan hanya usaha para agamawan. (hd/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account