Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Hikmah Ramadhan (17) : Turunnya Kalam Tuhan

Published 15/07/2014 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

alquranAlquran berasal dari bahasa Arab dari kata qira’ah, qara’a yang artinya bacaan. Jadi Alquran berarti ‘bacaan sempurna’. Adapun secara terminologis, Alquran adalah kalam Allah (perkataan Allah) yang memiliki nilai mukjizat yang diturunkan melalui wahyu kepada Rasulullah saw, yang ditulis dalam mushaf yang diturunkan secara mutawatir dan bagi siapa saja yang membacanya akan bernilai ibadah.

Alquran juga memiliki nama-nama yang indah sesuai dengan kedudukan dan fungsinya. Para ulama banyak menyebutkan nama-nama lain Alquran sesuai dengan petunjuk ayat-ayat Alquran itu sendiri. At-Thabarsi dalam kitab Majma’ al-Bayan menyebutkan tiga nama lain Alquran yaitu al-Furqan, al-Kitab, dan adz-Dzikr. Selain itu, JamaluddinAbul Futuh Razi, menyebutkan 43 nama lain Alquran yang memenuhi kualifikasi; Qadhi Azizi menuliskan 55 nama-nama Alquran, sedangkan Badruddin Zarkasyi menuliskan nama-nama Alquran mencapai sembilan puluh nama-nama yang mulia. Diantara nama-nama lain Alquran yang disebutkan oleh Alquran itu sendiri adalah : al-Kitab (Q.S. al-Baqarah : 2); al-Furqan (Q.S. al-Furqan : 1); az-Zikr (Q.S. Ali Imran : 58); al-Majid (Q.S. Qaf : 1); al-Aziz (Q.S. Fushilat : 41); al-Azhim (Q.S. al-Hijr : 87); al-Karim (Q.S. al-Waqiah : 77); al-Munir (Q.S. al-Ahzab : 46); Ruh (as-Syura : 52); al-Kalam (at-Taubah : 6)

Adapun tentang nuzul al-Quran (turunnya Alquran), para ulama menyebutkan bahwa Alquran diturunkan dalam dua tahap.

Pertama, marhalah ihkam, yaitu diturunkan secara keseluruhan di bulan ramadhan tepatnya pada malam lailatul qadar. Penurunan sekaligus ini disebut para ulama dengan istilah inzal. Maksud diturunkannya wahyu secara global adalah turunnya ilmu-ilmu Allah swt, termasuk Alquran dan rahasia-rahasia besar yang terkandung di dalamnya ke dalam hati Rasulullah saaw agar hatinya dipenuhi dengan cahaya pengetahuan Alquran. Karena itu Rasulullah saw adalah orang pertama yang mengetahui makna dan tafsir Alquran. Diturunkannya Alquran secara sekaligus dalam satu waktu hanya terjadi sekali saja, karena diturunkannya secara sekaligus tersebut adalah sebagai juru penerang dan persiapan dari Allah swt bagi Nabi saaw dalam mengemban risalah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Turunnya Alquran secara sekaligus pada bulan ramadhan di malam qadr ini disebutkan oleh Alquran sendiri, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Q.S. al-Baqarah : 185); “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada lailatul qadar ” (Q.S. al-Qadr : 1)

Kedua, marhalah tafshil, yaitu diturunkan secara berangsur-angsur hingga habis keseluruhannya selama masa kenabian yakni sekitar 23 tahun. Proses ini disebut tanzil. Hal ini disebutkan oleh Alquran, diantaranya, “Dan Alquran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Q.S. al-Isra : 106); “Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (Q.S. al-Furqan : 32)

Maksud dari diturunkannya Alquran dengan cara bertahap adalah turunnya lafazh-lafazh Alquran tertentu dan beberapa ayat secara berkelanjutan, yang semuanya itu terkadang dibarengi dengan kejadian-kejadian yang terjadi pada masa itu. Kejadian-kejadian yang meliputi dan menjadi sebab turunnya wahyu dikenal dengan istilah asbab an-nuzul. Asbab an-nuzul ini sangat penting untuk dijadikan sarana memahami dan menafsirkan Alquran. Tanpa mengetahui asbab an-nuzul, bisa terjadi kekeliruan yang fatal dalam menjelaskan makna-makna Alquran dan sasarannya.Misalnya, ada ayat menyatakan “Dia bermuka masam dan berpaling” (Q.S. Abasa: 1). Maka muncul pertanyaan siapa yang dimaksud bermuka masam dan berpaling dalam ayat tersebut? Kalau kita buka kitab-kitab tafsir, sebagian menyatakan Nabi saaw yang bermuka masam dan sebagian lagi menyatakan bukan Nabi saaw yang bermuka masam, tetapi sahabatnya. Kenapa berbeda pendapat? karenaberbedanya asbab an-nuzul yang diterima oleh masing-masing penafsir. Meskipun penting asbab an-nzul, tetapi tidak semua ayat Alquran memiliki asbab an-nuzul.

Tujuan diturunkannya Alquran secara bertahap adalah sebagai pendidikan dan juru penerang bagi umat Muhammad saw dalam menerima risalah yang baru itu. Selain hal itu, sebagaimana dijelaskan Q.S. al-Furqan : 32 di atas, dimaksudkan untuk membantu Rasulullah saw agar mereka diberikan kemantapan hati dalam menjalankan risalah yang baru tersebut. Hal tersebut mustahil dapat dicapai tanpa proses yang bertahap.

Proses penurunan Alquran secara bertahap ini dilakukan dari sisi Allah swt yang dibawa oleh Malaikat Jibril dan sampai kepada Rasulullah saw dengan menggunakan bahasa Arab, sebagaimana disebutkan Alquran, “Dan Sesungguhnya Alquran Ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta Alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas.” (Q.S. as-Syu’ara : 192-195); “Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya…” (Q.S. as-Syura : 7)

Begitu pula, Alquran merupakan kitab yang terjaga sejak turunnya hingga akhir dunia. Semua umat Islam sepakat, apapun mazhabnya bahwa Alquran tidak boleh dan tidak bisa ditambah atau dikurangi sampai kapanpun dan dimanapun. Alquran boleh diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, tetapi bahasa aslinya yang tertulis dalam bahasa Arab tetap harus dijaga. Sebagai proses penjagaan Alquran para ulama telah mensistematisasikan Alquran sesuai petunjuk Nabi saw. Artinya, Alquran disusun seperti sekarang ini tidak lain merupakan petunjuk langsung dari Allah swt melalui Rasulullah saw bahkan penyusunannya langsung di bawah pengawasan Rasulullah saw. Karena itu Alquran tidak mungkin di tahrif, diubah, ditukargantikan sampai kapanpun. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu” (Q.S. al-Qiyamah : 17-18).

(hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account