Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Hijrah Maknawi

Published 24/10/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

hijrahhSaat ini kita telah berada di awal tahun 1436 Hijriyah, awal tahun yang merupakan harapan akan adanya kebaikan bagi kita semua dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Itulah kebaikan yang dianugerahkan oleh Allah bagi kita yang harus kita syukuri, suatu kebaikan yang perlu persiapan diri secara lahir maupun batin untuk menerimanya Sungguh – suatu kemajuan dalam hal kebaikan pasti akan diperoleh oleh kaum muslimin dengan anugerah dan pertolongan Allah SWT.

1436 tahun yang lalu, tonggak sejarah perubahan ummat manusia telah ditegakkan dengan terjadinya peristiwa Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan berpindahnya beliau dari Kota Makkah menuju Kota Yatsrib. Sejak saat itulah kota Yatsrib berganti nama menjadi Madinatur Rasul (Madinah) dan dijuluki dengan Madinah al-Munawwarah (Kota Yang Gemilang). Dengan peristiwa hijrah ini, terjadilah suatu perubahan drastis bagi kemanusiaan, yang sebelumnya diliputi oleh kegelapan menjadi peradaban yang bergelimang cahaya.

Sebuah perjalanan panjang dan penuh liku menuju darul hijrah (negeri tempat berhijrah) telah dijalani oleh kaum muslimin awal, dan selama tiga belas tahun Rasulullah di Mekah dengan tabah dan gigih menyampaikan kebenaran Islam, mengajak serta membimbing manusia menuju keselamatan. Tetapi, apa yang diperoleh Rasulullah saw, bukanlah penerimaan yang baik dari masyarakat Makkah pada saat itu, malah hinaan, dan penentangan yang sengit bahkan rencana pembunuhan terhadap beliau.

Karena dakwah tidak lagi diterima oleh masyarakat, dan orang-orang yang menerima seruan beliau adalah kaum yang lemah secara ekonomi, politik dan budaya; sementara itu penindasan terus menerus dilakukan oleh para penguasa terhadap mereka, maka jalan keluarnya adalah dengan berhijrah,  “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa : 100).

Sebenarnya berhijrah, bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah perilaku (hijrah maknawi), dalam arti berubahnya perilaku dari yang buruk menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik, sebagaimana firman Allah, “War rujza fahjur”, “Dan perbuatan dosa, tinggalkanlah” (Q.S. Al-Muddatsir : 5).

Semua perbuatan dosa akibat jauh dari bimbingan Tuhan,  cara berfikir materialistis yang dilambangkan dengan penyembahan berhala, kerendahan moral dan ketidakpedulian akan nasib orang lemah dan tertindas, penindasan orang-orang kuat terhadap orang lemah,  pembodohan dari orang berilmu terhadap orang-orang awam,  kemewahan yang ditonjolkan orang-orang berharta di hadapan orang-orang miskin dan merana, penipuan,  mengambil sesuatu yang bukan haknya, semua itu adalah perbuatan yang menjijikkan.

Itulah makanya hijrah secara fisik, adalah tidak akan berguna banyak dan tidak akan memperoleh keridhaan Allah tanpa disertai hijrah secara maknawi. Hijrah secara maknawi yaitu dengan mengadakan perubahan tehadap cara berfikir, sikap dan perbuatan.

Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berhijrah untuk (memperoleh keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka (dia akan memperoleh nilai) hijrah-nya itu dari Allah dan Rasul-Nya. Namun barangsiapa yang berhijrah agar memperoleh kenikmatan dunia atau perempuan yang ingin dinikahinya, maka dia hanya akan memperoleh apa yang diniatkannya.” 

Mari kita menjadi muhajir sejati, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah: “Muhajir sejati adalah orang yang menjauhi hal-hal yang dilarang Allah“. Kita berhijrah agar terjadi perubahan dalam kehidupan masyarakat. Kita berhijrah dari kesyirikan menuju tauhid,  dari keraguan menuju keyakinan,  dari sikap dan tindakan yang salah menuju sikap dan tindakan yang terbimbing,  dari kesemrawutan menuju keteraturan, dari kelemahan menuju kekuatan, dari kekalahan menuju kemenangan, dan terutama dari perpecahan menuju keutuhan dan kesatuan.  Semoga. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account