Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Dari Sunnah Menjadi Hadis (3)

Published 16/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Oleh : Jamal al-Banna

jamalPara pembesar sahabat lainnya seperti Abu Ubaidah, Sa’ad bin Abi Waqqash, ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan yang lainyya sangat hait-hati terhadap penulisan sunnah. ‘Aisyah pernah berkata: “Al-Quran sudah cukup.” Kita juga melihat sahabat yang menceritakan hadits melarang orang yang mendengarnya agar jangan ditulis. Mereka berkata: “Apakah kalian menjadikannya sebagai mushaf?” Kisah para sahabat tersebut menjelaskan beberapa hal :

Pertama, penulisan hadits telah bermula sejak masa Nabi dan terus berkembang di masa sesudahnya, terutama di masa “penderitaan”, tahun 35 Hijriah.

Kedua, Nabi, Abu Bakar, Umar, Utsman, ‘Aisyah dan para pembesar sahabat lainnya telah mencoba menghalangi hal ini. namun faktor subjektivitas dan objektivitas telah memelihara kecenderungan ini hingga memosisikan hadits di tempat palign atas.

Ketiga, larangan para sahabat terkait dengan penulisan hadits disertai dengan seruan bahwa Al-Quran sudah cukup. Karena Al-Quranlah yang betul-betul dijaga oleh Allah. Apa yang mereka lakukan murni karena kebenaran. Bukan seperti mereka yang datang sesudahnya. Yang mana mereka menjadikan hadits sebagai profesi, produksi, dan moda. Hingga mereka membelanya walaupun dengan cara yang salah.

Keempat, pemberhalaan atas hadits menjadi kenyataan ketika Mu’awiyah mengapresiasi para ahli cerita, terutama Ka’ab Al-Akhbar dengan memosisikan mereka di dalam masjid. Hal inilah yang kemudian memberikan “raung bernafas” bagi para pemalsu hadits dan ini terus berlanjut hingga masa kodifikasi.

Kelima, ratusan ribu hadits palsu mempunyai pengaruh (walaupun telah disaring) terhadap kehidupan umat Islam. Karena hal ini bersamaan dengan berdirinya “madrasah hadits”. Madrasah hadits secara tidak langsung telah menjadi “badan pengesah” hadits-hadits palsu yang kemudian dijadikan dasar-dasar hukum dalam Islam. Dengan demikian, penyaringan hadits, walaupun berhasil secara kuantitas (dari ratusan ribu menjadi puluhan ribu) namun tidak secara kualitas. Karena hal ini tidak mampu mengembalikan suasana pada keadaan semula (menjadikan Al-Quran sebagai sumber segalanya). Penyaringan ini hanya berhasil mencegah keadaan tidak lebih buruk.

Seseorang akan terkejut bila melihat banyak hadits tentang penghalalan dan pengharaman dalam musnad-musnad yang tidak sesuai dengan Al-Quran. Hanya sebagian kecil saja yang sesuai dengan Al-Quran. Mayoritas hadits-hadits tersebut tersedot ke dalam dua pembahasan. Pertama, perincian ibadah tertentu seperti shalat yang menganjurkan doa-doa tertentu di hari dan di bulan tertentu pula. Kedua, hadits yang bertujuan untuk menakut-nakuti, seperti siksa kubur, surga, neraka, dan siksa sampai datangnya Al-Mahdi. Dua pembahasan inilah yang menjadi jalur besar hadits dalam musnad-musnad yang ada. Dan dua pembahasan ini kemudian membentuk “psikologi umat Islam” dan berhasil menjadi “Muslim ideal.” (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account