Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Bagaimana Sikap Kita Terhadap Alquran?

Published 03/10/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

alquran“Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada(pula) yang lebih dulu dalam berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar” (Q.S. Fathir : 32).

Dalam ayat di atas, umat dalam menerima Alquran terpecah kepada 3 kelompok : yang menganiaya diri sendiri, yang pertengahan, dan yang terdepan dalam berbuat kebajikan.

Orang yang menzalimi dirinya padahal Alquran telah diterimanya adalah orang-orang yang menikmati saja kondisi yang di hadapinya. Bagi mereka ada atau tidak ada Alquran sama saja. Mereka tak merasa perlu memahami dan menerapkan ajaran-ajaran suci Alquran. Inilah orang yang diberi kebaikan, tetapi menolaknya. Mereka bahkan merasa khawatir jika Alquran diterapkan, maka kodisi “nikmat” yang mereka rasakan akan berubah pula. Mereka adalah para “penikmat kondisi dan mengacuhkan Alquran”.

 Adapun orang yang pertengahan, mereka ini adalah orang yang tahu bahwa Alqura adalah Kitab Suci yang menginginkan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Mereka juga tahu bagaimana situasi dan kondisi kehidupan yang mereka alami. Karena itu, mereka berusaha beradaptasi serta memanfaatkan kondisi yang ada dan berusaha menyesuaikannya dengan Alquran. Tapi tak jarang, Alquran yang mereka tarik agar disesuaikan dengan kondisi kehidupan mereka, daripada harus menyesuaikan kehidupan mereka terhadap Alquran. Mereka adalah para “pemanfaat Alquran.”

Sedangkan yang paling baik adalah “Orang yang terdepan dalam kebajikan”. Mereka adalah para “perombak kondisi.” Mereka menyadari kondisi ummat tidak sesuai dengan Alquran, tuntunan Allah dan bimbingan rasul-Nya, maka dia berjuang untuk merubahnya. Meraka menyadari umat berada dalam kekalutan dan kebingungan maka mereka mencerahkan, membimbing dan menghiburnya. Mereka adalah para pioneer perbaikan ummat. Mereka bukan sekedar “orang baik-baik” , tapi mereka adalah “orang yang membuat perbaikan”. Inilah umat pilihan yang menerima warisan tak ternilai harganya, yaitu Alquran dan menjadikannya sarana perunahan , “…Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.” (Q.S. 14 : 1).

Di antara tiga kelompok ini kita sebagai umat Islam pilihan Tuhan, sudah semestinya berusaha menjadi kelompok ketiga. Karena, Alquran itu diwariskan (diturunkan) kepada kita yang nota bene adalah umat pilihan, untuk membuat perubahan. Perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekedar untuk menjadi bacaan penghibur suntuk, atau diperdebatkan di seminar-seminar, apalagi menjadi tunggangan seseorang dalam menggapai ambisi politiknya.

Umat Islam sebagai umat pilihan Allah, dengan nabi Muhammad saw sebagai rasul utama pilihan Allah, yang membawa Alquran sebagai Kitab Suci terpilih yang sempurna. Sebagai Kitab Suci yang diperuntukkan bagi manusia, Alquran janganlah “dikeramatkan” di tempat yang tak terjangkau atau tak boleh dibaca kecuali oleh orang-orang tertentu karena kesuciannya. Tapi jangan pula secara serampangan dipahami tanpa ilmu yang memadai. Karena dibalik lahiriah Alquran, ada isyarat-isyarat tersembunyi yang harus digali makna dan kandungannya dengan pengerahan segala potensi akal. Selain itu, kesucian Alquran tidak sekedar terletak pada otentitasnya melainkan juga karena Alquran mampu membentuk pribadi-pribadi suci dan membangun masyarakat yang suci.

Sebagai umat pilihan, kaum muslimin seharusnya tidak sekedar membanggakan diri, bahkan harus membuktikan keterpilihan itu. Kebanggaan sebagai umat terbaik hendaknya bukan sekedar sebagai klaim belaka yang tak terbuktikan. Jangan sampai—sebagaimana dikatakan Shabir Akhtar—predikat    “agama terbaik dengan penganut terburuk” melekat bagi kita ummat Islam.

Kita bisa saksikan, sekian persen penduduk dunia yang buta huruf adalah ummat Islam, padahal membaca adalah perintah pertama dalam Alquran. Negara kita tercinta Indonesia yang mayoritas penduduknya ummat Islam adalah negara yang tingkat budaya korupsinya menduduki papan atas, begitu juga tingkat kemesumannya, juga kesemrawutannya; padahal Islam sangat menekankan kesucian dan keteraturan. Betapa ironis memang, kita yang merupakan bagian dari umat pilihan, tidak menyadari keterpilihannya. Karena itu, jadikanlah Alquran sarana perubahan umat, bukan hanya dalam teori kata tetapi dalam bukti  nyata. (hd/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account