Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Kajian Islam

Abu Thalib Pemilik Cinta (6)

Published 07/02/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

 abu thalibLiputanIslam.com — Ketika suatu hari Rasul sedang bermunajat kepada Tuhannya, naik ke alam tertinggi dan tenggelam di dalam dunia roh, tiba-tiba orang Quraisy datang untuk menghinakannya. Rasul sedang menunaikan shalat, dan mereka ingin mengganggu shalatnya. Pekerjaan tersebut ditugaskan kepada Abdullah bin az-Zabari. Orang ini pun melaksanakannya dengan semangat. Ia mengambil kotoran dan darah sembelihan binatang lalu mendatangi Rasul yang sedang bersujud di dalam keutamaan, lalu melemparkannya ke tubuh Rasul.

Rasul tidak memiliki tempat mengadu selain Abu Thalib. Ia ingin mengadukan kepadanya penderitaan yang diterimanya agar orang tua tersebut membelanya. Setelah selesai menunaikan shalatnya Rasul pun menemui Abu Thalib dan menceritakan kejadian yang menimpanya.

Abu Thalib berang atas apa yang menimpa anak saudaranya. Ia harus menuntut balas kepada mereka. Sambil membawa anak saudaranya dan meletakkan pedang di pundaknya ia menemui kaum itu.  Kata-kata seperti guntur keluar dari mulutnya

“Demi Allah, kalau seorang saja berdiri, ia akan kutebas dengan pedangku”

Mereka pu bertiarap di tanah seperti orang yang kehilangan semangat. Abu Thalib berpaling kepada anak saudaranya dan bertanya; “Anakku, siapa yang melakukan ini kepadamu?”

Rasul menunjuk ke Ibn az-Za’bari. Tanpa basa basi, Abu Thalib menebas hidungnya hingga darah berceceran mengenai kaum itu serta membasahi wajah janggut serta pakaian mereka. Ia berbicara keras kepada mereka. Kemudian, ia kembali kepada anak saudaranya dengan bahasa penuh pembelaan, “Wahai anak saudaraku, apakah engkau telah puas? Aku bertanya siapa engkau? Engkau adalah Muhammad bin Abdullah, sungguh rangkaian nasab yang mulia. Engkau, demi Allah keturunan yang paling mulia dan memiliki kedudukan yang paling tinggi di tengah mereka. Wahai sekalian kaum Quraisy, siapa saja diantara kalian yang ingin pergi, lakukanlah. Inilah aku yang telah kalian kenal.”

Selanjutnya, ia membaca bait bait berikut:

Engkaulah Nabi Muhammad

Pemimpin yang mulia dan pemberani

Dari keturunan yang memiliki kemuliaan

Mereka mulia dan yang dilahirkan pun mulia

Pemelihara Ka’bah satu-satunya

Remehan keju pada kelopak mata

Dan kehidupan Mekkah yang sulit

Dengan demikian, terbitlah sunah

Di dalam roti diremukkan

Kami memberi minum jamaah haji

Dengannya anggur kering dicairkan

Aku telah berjanji padamu dengan tulus

Dalam ucapan yang tidak berlebihan

Kau selalu berada dalam kebenaran

Dan kau anak yang muda belia

*****

Abu Thalib membuka qasidah ini dengan pengakuan yang jelas, yang tidak menyisakan sedikitpun perdebatan.

Apakah bedanya antara orang yang mengatakan “Aku bersaksi bahwa Muhammad dalah utusan Allah,” dan orang yang mengaku “Engkaulah Nabi Muhammad….” ?

Fakta membuktikan bahwa dalam hal itu tidak ada perbedaan. Keduanya merupakan pengakuan akan kenabian Nabi Muhammad Saw. Kemudian ia memuji keturunannya dan menyebutkan pekerjaan Bani Hasyim yang mentradisikan pemberian makan kepada jamaah haji pada saat Mekkah dilanda kemarau dan kekeringan. Dalam kehidupan yang susah itu, ia memberikan harapan dan kelapangan, dan menghilangkan kehidupan yang sulit. Dengan demikian, ia menenangkan hati yang gelisah, mengenyangkan perut yang lapar dan memuaskan kerongkongan yang dahaga.

Setelah itu, dia menunjukkan kasih sayang kepada anak saudaranya sehingga tidak tersentuh tindakan sewenang-wenang selama ia masih di muka bumi ini, selama kelopak mata masih berkedip dan kaki masih berjalan . Dia bukanlah seorang yang pengecut, sementara di sekelilingnya terdapat singa-singa yang siap memangsa yang dapat membinasakan setiap orang yang menimpakan keburukan atas segala sesuatu yang tidak disukainya.

 

Dikutip dari buku Abu Thalib Mukmin Quraisy karya Abdulah al-Khanizi. (LiputanIslam.com/AF)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kajian Islam

Hakekat Dzul Qarnain

By Rachel
Kajian Islam

Citra Buruk Yahudi dalam Al-Quran

By Farid
Kajian Islam

Mendekati Tuhan dengan Menjadi Orang yang Berilmu

By Farid
otong sulaiman
Kajian Islam

Falsafah Kematian: Mengenang Gugurnya Soleimani

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account