Soal Hadap-Hadapan AL AS dan Iran di Teluk, Pasukan Elit Iran Sebut AS Bercerita ala Hollywood

0
953

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menepis keras narasi AS tentang insiden hadap-hadapan antara angkatan laut kedua pihak di Teluk Persia, dan menyebutnya sebagai “cerita ala Hollywood” setelah Kemhan AS menuding Iran melakukan tindakan “berbahaya dan provokatif”.

Menurut narasi AS, kapal-kapal Iran telah mendekati enam kapal militer AS ketika mereka melakukan operasi integrasi dengan helikopter Angkatan Darat di perairan internasional pada hari Rabu pekan lalu, dan pada satu titik, kapal-kapal Iran itu berada dalam jarak 10 yard dari pemotong Coast Guard AS, Maui.

Kemhan AS mengklaim bahwa setelah ada beberapa peringatan, termasuk ledakan dari klakson kapal dan suara akustik jarak jauh oleh kapal-kapal AS, kapal-kapal Iran lantas menyingkir setelah sekitar satu jam.

IRGC balik menyatakan bahwa Angkatan Laut AS “telah menyajikan narasi yang salah dan memicu agenda hadap-hadapan” itu dan menyebut narasi AS sebagai “cerita ala Hollywood”.

“Kami menyarankan kepada Amerika agar mengikuti peraturan internasional dan protokol laut di Teluk dan Teluk Oman serta menghindari petualangan apapun dan cerita-cerita palsu,” bunyi pernyataan IRGC yang dirilis pada Ahad (19/4/2020).

IRGC juga menyebut kapal-kapal AS telah “memblokir jalan” kapal-kapal Iran Shahid Siavoshi pada 6 dan 7 April dengan “perilaku berbahaya sambil mengabaikan peringatan”, dan karena itu  IRGC lantas meningkatkan patroli maritim hingga kemudian berhadapan dengan kapal perang AS pada 15 April.

IRGC menjelaskan bahwa meskipun kapal-kapal AS semula mengabaikan peringatan dari kapal-kapal IRGC dan berperilaku tidak profesional dan provokatif, tapi akhirnya harus mengosongkan jalan bagi kapal-kapal AL IRGC dan menyingkir.

“Pada saat yang sama, Armada Kelima AS, yang ditempatkan di kawasan itu, menjajakan narasi yang tidak benar dan terarah mengenai insiden ini dalam pernyataan resminya, yang menandakan bahwa Amerika bermaksud menyajikan cerita ala Hollywood tentang apa yang terjadi,” ungkap IRGC.

Baca: Iran Bekali Tentaranya dengan Drone Baru dalam Jumlah Besar

IRGC memperingatkan, “Mereka harus tahu bahwa Angkatan Laut IRGC dan Angkatan Bersenjata tangguh Republik Islam Iran akan menganggap perilaku berisiko tinggi pihak asing di kawasan itu sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan garis merah mereka, dan akan memberikan tanggapan tegas terhadap salah perhitungan pihak asing.”

Baca: Iran Berobsesi Membuat Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir penting dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018.

Tensi itu memuncak ketika AS meneror dan membunuh komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, ibu kota Irak, pada Januari lalu sehingga Iranpun merudal pangkalan-pangkalan militer yang ditempati pasukan AS di Irak.

Baca: Komentar Jenaka Petinggi Ansharullah Soal Kapal Iran yang Mendekati Kapal AS

Awal bulan ini, Iran yang menyebut Presiden AS Donald Trump “lebih berbahaya daripada virus corona” dan menyatakan bahwa AS melakukan kejahatan kemanusiaan karena telah memblokir pasokan medis vital ke Iran yang sedang berjuang memberantas wabah penyakit tersebut. (mm/presstv/aljazeera)

DISKUSI: