Sayid Nasrallah Puji Ketangguhan Bangsa Palestina, Yaman, dan Iran

0
564

Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidato televisi, Rabu (31/3), berbicara mengenai perkembangan situasi politik Libanon, resistensi Palestina terhadap Israel, prakarsa damai Saudi untuk krisis Yaman, dan permusuhan antara AS dan Iran.

Mengenai Libanon, dalam pidato mengenang hakim Syeikh Ahmad Al-Zain itu dia  mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir  telah dilakukan upaya serius dan kolektif untuk mengatasi hambatan dalam pembicaraan untuk pembentukan pemerintah.

“Ada upaya kolektif dan serius dalam beberapa hari terakhir untuk mengurangi krisis politik yang merintangi pembicaraan para menteri sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Mengenai Yaman, Sayid Nasrallah menilai usulan Saudi tidak serius dan semata untuk kepentingan propaganda Riyadh untuk memojokkan bangsa Yaman.

“Pengumuman Saudi mengenai prakarsa untuk mengakhir perang di Iran merupakan perang propaganda baru terhadap bangsa Yaman… Apa yang ditawarkan kepada orang-orang Yaman adalah tipu daya dan penyesatan, yaitu gencatan senjata di tengah berlanjutnya berbagai bentuk peperangan… Tawaran yang diajukan kepada orang-orang Yaman adalah tipuan, namun para pemimpin Yaman dan bahkan anak-anak kecil negara ini tak akan terpedaya olehnya, ” terang Sayid Nasrallah.

Dia mengatakan, “Saudi dan AS hendaknya mengetahui bahwa mereka membuang-buang waktu setelah menjajal orang-orang Yaman, yang tak akan pernah terpedaya… Gencatan senjata tanpa pencabutan blokade adalah penyesatan dan mencerminkan keinginan untuk mewujudkan apa yang tak sanggup mereka wujudkan di kancah militer.”

Sayid Nasrallah menejaslan, “Prakarsa yang diajukan itu adalah seruan dialog di bawah tekanan lapar dan sakit, ini merupakan tipuan yang tak akan memperdaya orang Yaman… Apa yang dituntut orang Yaman ialah penghentian perang terhadap negara mereka.”

Ditujukan kepada Saudi dia mengatakan, “Jangan membuang-buang waktu, permainan kalian tak akan dapat memperdaya orang Yaman, bergegaslah untuk menghentikan perang dan menyudahi blokade.”

Sekjen Hizbullah memuji keteguhan bangsa Palestina dalam menghadapi tekanan Rezim Zionis Israel dan AS.

“Kebertahanan Palestinalah adalah penyebab tidak dijalankannya Perjanjian Abad Ini dan ketersembunyiannya dari peredaran,…. Perjanjian Abad Ini mati akibat keteguhan orang Palestina dan keterjatuhan salah satu tonggaknya, yaitu Trump,” ungkap Sayid Nasrallah.

Dia menambahkan, “Tonggak kedua terkait runtuhnya Perjanjian Abad Ini adalah Netanyahu yang berada dalam kondisi sulit dan krisis internal, sebagaimana yang direfleksikan oleh pemilu…. Orang-orang Israel memperlihatkan kerisauannya terhadap perkembangan Poros Resistensi yang terus menghimpun kekuatan.”

Mengenai permusuhan antara Iran dan AS, Sayid Hassan Nasrallah mengatakan, “Apa yang tak diberikan Iran di tengah sanksi maksium dan ancaman perang sekarang juga tak diberikan.”

Dia menilai Iran sudah hampir melewati tahap blokade dan saksi, serta membuktikan kekuatan dan ketangguhannya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hamas Kecam Keputusan Bahrain Bentuk Perwakilan Diplomatik di Tel Aviv

Ansarullah: Saudi Ingin Berunding agar Kami Bersamanya dalam Kezaliman

Menlu Iran Minta Biden “Tendang” Trump

DISKUSI: