Pemimpin Jihad Islam Palestina: Yaman Kembaran Palestina dalam Resistensi

0
325

Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah, bersama Mantan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Alm. Qasem Soleimani.

Gaza, LiputanIslam.com –   Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (Palestinian Islamic Jihad/PIJ) Ziyad al-Nakhalah menyebut Yaman sebagai negara kembaran Palestina dalam perjuangan dan resistensi.

“Yaman menjadi kembaran Palaestina dalam resistensi dan ketahanan, dan kami selalu merasakan dukungannya kepada resistensi Palestina. Ada solidaritas, komunikasi, dan pendirian yang jelas dari bangsa Yaman kepada bangsa Palestina, yang dilakukan oleh bangsa lain, dan ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Al-Nakhalah, seperti dikutip laman berita Al-Alam, Selasa (6/4).

Dia juga mengatakan, “Bangsa Palestina terbiarkan sendirian di bawah blokade, sementara bangsa Yaman diserang agresor dengan dalih palsu. Semula kami berharap ‘Badai Mematikan’ (sandi operasi militer Saudi dan sekutunya di Yaman – red.) dilancarkan terhadap rezim pendudukan Israel, bukan terhadap bangsa Yaman… AS di belakang serangan terhadap kawasan Arab untuk memecah belahnya, dan dilakukan demi kepentingan proyek Zionis. Energi yang terkuras di Yaman dan bahkan kerugian yang menimpa Saudi, semuanya demi kepentingan musuh, Israel.”

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang lebih dari enam tahun silam antara kubu gerakan Ansarullah (Houthi) dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan.

Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman yang merasa negaranya kaya senjata dan peralatan perang serta didukung Barat dan Israel menjelang invasi itu sempat bersumbar bahwa pihaknya akan dapat menumpas Ansarullah dalam tempo beberapa hari atau paling lambat beberapa minggu.

Nyatanya, Ansarullah dan tentara Yaman yang mendapat dukungan mental, asistensi, dan politik dari Iran semakin tangguh serta gencar melesatkan rudal balistik dan drone ke wilayah Saudi sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya.

Sedangkan Palestina yang juga didukung penuh oleh Iran sudah sekian dekade dijajah oleh kaum Zionis Israel yang didukung AS dan negara-negara besar Eropa. Kaum Zionis hanya menyisakan sebagian kecil tanah Palestina untuk penduduk pribuminya, itupun dengan status otonomi.

Jihad Islam Palestina adalah salah satu faksi besar pejuang Palestina yang bermarkas di Jalur Gaza, kawasan yang sudah belasan tahun diblokade secara ketat oleh Israel, namun tetap sanggup bertahan dan terus menjalankan perjuangan dan resistensinya terhadap pendudukan kaum Zionis. (mm/alalam)

Berita terkait:

Jenderal IRGC: Misi AS di Irak Gagal, Pasukannya akan Segera Terusir dari Kawasan

Pasukan Ansarullah Yaman Lesatkan Rudal Balistik ke Jeddah

Sarkasme Israel Soal Gejolak Yordania, Pelajaran Bagi Semua Negara Arab dan Muslim

DISKUSI: