Pasukan Irak Bebaskan Belasan Pejuang Kataeb Hizbullah yang Ditangkap Pekan lalu

0
51

Hizbullah Irak membawa poster pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini

Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan Irak, Senin (29/6/2020), membebaskan 14 pejuang Kataeb (Brigade) Hizbullah yang ditangkap pada pekan lalu terkait dengan kasus-kasus serangan roket terhadap Kedutaan Besar dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Dalam foto yang diedarkan di media sosial disebutkan bahwa kedatangan 14 anggota Kataeb Hizbullah yang baru dibebaskan itu telah disambut di salah satu markas faksi bersenjata ini.

Pasukan kontra-terorisme Irak mencakup pasukan paling lengkap dan terlatih, yang dibentuk AS pasca invasi militernya ke Irak pada tahun 2003 dan biasanya ditugaskan untuk misi yang paling sulit.

Juru bicara militer Kataeb Hizbullah, Jaafar Al-Husseini, mengatakan kepada AFP bahwa ke-14 pejuang itu dibebaskan “karena tidak adanya bukti”.

Al-Husseini menambahkan, “Langkah selanjutnya adalah mengajukan dakwaan terhadap Perdana Menteri (Mustafa Kadhimi) demi kepastian supremasi hukum, bukan keadaan keinginan pribadi.”

Kataeb Hizbullah Irak sejak sekian bulan lalu menuduh Kadhimi terlibat dalam kasus serangan AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan wakil ketua pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Sebuah sumber Al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa hakim al-Hashd telah membebaskan belasan pejuang tersebut.

Namun, sebuah sumber pemerintah Irak mengatakan bahwa berkas perkara belasan orang itu belum ditutup.

Baca: Tegang, Pasukan Irak Bersama Pasukan AS Tangkap Tiga Tokoh Kataeb Hizbullah

“13 orang telah dibebaskan dengan jaminan, dan satu orang masih ditahan karena ada bukti yang menunjukkan keterlibatannya,” ujarnya kepada AFP.

Sementara pengamat Irak Michael Knights berkomentar, “Jika Kataeb Hizbullah mampu mengimunisasi diri dari peradilan Irak, maka mereka akan menyulitkan pemerintahan Kadhimi”.

Baca: AS Bantah Pasukannya Terlibat Penangkapan Para Pemimpin Hizbullah Irak

Operasi penangkapan tersebut menjadi preseden yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi politik atau militer antara pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi yang dilatih dan dipersenjatai Iran di satu pihak dan pasukan pemerintah Irak yang dilatikan oleh pasukan AS di pihak lain.

Baca: AS di Balik Upaya Perang Saudara di Irak

Dalam sebuah aksi unjuk kekuatan, Senin, para anggota Kataeb Hizballah membakar bendera AS dan Israel, serta menginjak poster Perdana Menteri Kadhimi.

Brigade Hizbullah adalah bagian dari al-Hashd al-Shaabi, pasukan relawan besar yang dibentuk sebagai pengamalan fatwa jihad ulama besar Irak Ayatullah Sayid Ali al-Sistani melawan teroris ISIS pada tahun 2014.  Pasukan relawan yang dikenal tangguh dan berperan besar dalam penumpasan ISIS ini kemudian dianggap sebagai bagian dari pasukan resmi Irak. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: