Israel Mengaku Lumpuhkan Jaringan Intelijen Perempuan yang Direkrut Iran

0
293

Quds, LiputanIslam.com –   Rezim Zionis Israel mengaku berhasil membongkar dan melumpuhkan “sebuah jaringan intelijen” yang terdiri atas orang-orang perempuan Israel yang direkrut oleh  agen Iran untuk berbagai misi, termasuk mendapatkan dokumen militer Israel dan pengambilan gambar Kedubes Amerika Serikat (AS).

Badan Keamanan Israel Shin Bet dalam sebuah pernyataannya, Rabu (12/1), menyebutkan bahwa sejumlah orang perempuan Israel, yang identitasnya masih dirahasiakan, telah direkrut melalui Facebook oleh seorang agen Iran yang menggunakan nama Rambod Namdar dan mengaku sebagai seorang Yahudi yang tinggal di Iran.

“Sesuai permintaan Rambud, Komunikasi dengan para tersangka perempuan itu dilanjutkan via aplikasi WatsApp, dan dalam video chat Rambod enggan  memperlihatkan wajahnya dengan dalih kamera miliknya tidak berfungsi,” bunyi pernyataan tersebut.

Shin Bet menambahkan, “Meskipun mereka mencurigai Rambud sebagai intelijen Iran, beberapa dari mereka terus menghubunginya dan setuju untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepada mereka dan menerima uang darinya.”

Nama-nama perempuan itu tak boleh dipublikasikan sesuai dalam putusan pengadilan atas permintaan pembela para tersangka.

Disebutkan bahwa salah satu tersangka utama dalam kasus ini adalah seorang wanita berusia 40 tahun dari Holon, dekat Tel Aviv, yang telah berhubungan dengan Rambod selama beberapa tahun. Dia melakukan berbagai tugas, termasuk mengambil gambar Kedutaan Besar AS di Tel Aviv.

Rambod meminta tersangka pertama untuk mengarahkan putranya, yang akan mendaftar sebagai tentara Israel, untuk bertugas di Divisi Intelijen Militer.

Tersangka kedua, seorang wanita 57 tahun dari kota Beit Shemesh dekat Quds (Yerusalem), juga menerima permintaan untuk mendesak putranya bergabung dengan Intelijen Militer dan telah mendapat upah sebesar US$ 5000 dari Rambod untuk beberapa tugas selama periode empat tahun.

Di antara tugas yang dilakukan oleh tersangka kedua adalah “mentransfer dokumentasi militer kepada putranya, merekam video upacara wajib militer putranya, mendirikan klub untuk orang Yahudi asal Iran di Beit Shemesh, mengirimkan rincian tentang orang Israel yang aktif di klub, dan foto serta video kegiatan dan pertemuan klub”.

Perdana Menteri Naftali Bennett memuji Shin Bet karena dianggap berhasil melumpuhkan sebuah jaringan intelijen Iran.

“Israel sedang dalam kampanye melawan Iran. Kami melihat upaya yang jelas dan tiada hentinya oleh Korps Garda Revolusi Iran untuk merekrut warga Israel,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Iran tidak hanya mencoba menyerang Israel secara fisik, melainkan juga mengincar  warga sipil dan masyarakat Israel, untuk menabur perpecahan dan mengacaukan Israel secara politik.

Desember lalu beberapa situs Israel terhantam gelombangan serangan siber yang oleh para ahli dikaitkan dengan serangan Iran.

Dan pada bulan November lalu jaksa penuntut umum Israel mendakwa seorang pria yang bekerja di rumah Menteri Pertahanan Benny Gantz sebagai mata-mata untuk kelompok peretas Black Shadow, yang juga dianggap terkait dengan Iran. (mm/raialyoum/jp)

Baca juga:

 

Hamas:

Mantan PM Israel:  Israel Tak Sanggup Menyerang Nuklir Iran

Siapa yang Dihadapi Ansharullah di Yaman, UEA atau Israel?

 

DISKUSI: