Iran dan Turki Menentang Perjanjian Bahrain dengan Israel, Mesir Mendukung

0
58

Teheran, LiputanIslam.com –  Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran Majelis Permusyawaratan Islam untuk Urusan Internasional, Hussein Amir Abdollahian, mengutuk keras normalisasi rezim Bahrain dengan Israel dan menyebutnya “pengkhianatan besar” terhadap perjuangan Islam dan rakyat Palestina untuk pembebasan kota suci Al-Quds (Yerussalem).

“Kompromi rezim Bahraini Israel adalah pengkhianatan besar bagi perkara Islam dan Palestina,” cuitnya di Twitter, Jumat (11/9/2020).

“Para pemimpin yang ceroboh di UEA dan Bahrain tidak boleh membuka jalan bagi skema Zionis.. Mereka hendaknya memetik pelajaran dari sejarah. Besok hari sudah terlambat, sementara garis hidup Amerika Serikat (AS) sudah sekian tahun melemah,” kecamnya.

Kutukan terhadap Bahrain juga meluncur dari pemerintah Turki. Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan pihaknya sangat mengutuk keputusan Bahrain tersebut dan  menilainya sebagai pukulan baru bagi upaya membela perjuangan Palestina.

“Israel akan semakin memberanikan praktik ilegalnya terhadap Palestina dan upayanya untuk melestarikan pendudukan tanah Palestina,” ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Bahrain telah bergabung dengan UEA dalam menjalin kesepakatan pemulihan hubungan dengan “Israel”.

Penasihat senior sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, mengatakan kepada Reuters bahwa perjanjian Israel-Bahrain akan mencakup pembukaan kedutaan besar masing-masing.

UEA menyambut gembira perjanjian Bahrain dengan Israel itu dan berharap dapat “berpengaruh positif bagi iklim perdamaian dan kerjasama di kawasan dan dunia”.

UEA sendiri bersama Israel dijadwalkan akan menjalani upacara penandatangan perjanjian normalisasi hubungan antara keduanya di Gedung Putih pada 15 September mendatang.

Berbeda dengan Iran dan Turki, Mesir mendukung perkembangan baru itu. Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengaku menghargai “langkah penting” yang telah diambil Israel dan Bahrain dalam menyetujui pengadaan hubungan diplomatik.

El-Sisi menilai Perjanjian akan membantu membangun “stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah, dengan cara yang mencapai penyelesaian yang adil dan permanen atas masalah Palestina”. (mm/raialyoum/aljazeera)

Baca juga:

Para Pejabat Pelestina Sebut Normalisasi Israel-Bahrain Tikaman Baru dari Belakang

Saudi dan UEA Sogok Palestina agar Setujui Normalisasi dengan Israel

Bahrain Jalin Hubungan dengan Israel, Palestina Tarik Dubesnya dari Manama

 

 

DISKUSI: