Para Pejabat Pelestina Sebut Normalisasi Israel-Bahrain Tikaman Baru dari Belakang

0
67

Ramallah, LiputanIslam.com –  Para pejabat Palestina mengutuk kesepakatan normalisasi Israel-Bahrain dan menyebutnya  sebagai satu lagi “tikaman dari belakang” oleh negara Arab terhadap Palestina.

Kesepakatan itu diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Jumat (11/9/2020), sebulan setelah Uni Emirat Arab (UEA) menjalin kesepakatan yang sama dengan Israel melalui mediasi AS.

Kata Gedung Putih, Trump mengumumkan kesepakatan itu di Twitter setelah mengadakan pembicaraan telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Palestina lantas memanggil duta besarnya untuk Bahrain untuk konsultasi.

Kesepakatan itu merupakan “tusukan dari belakang terhadap perjuangan Palestina dan rakyat Palestina”, ungkap menteri urusan sosial di Otoritas Palestina, Ahmad Majdalani, kepada AFP.

Di Jalur Gaza yang terblokade, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan keputusan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel “sangat merugikan perjuangan Palestina, dan menguntungkan rezim pendudukan (Israel)”.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat, menyebut normalisasi itu “tikaman berbahaya lain bagi perjuangan Palestina”.

“Dengan menormalisasi hubungan dengan rezim pendudukan, Bahrain melanggar semua resolusi Arab. Itu ditolak dan dikutuk serta merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina,” kata Wassel Abu Youssef, seorang pejabat senior PLO.

PLO dalam sebuah pernyataannya menyebut perjanjian itu “pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina, yang seakan melegitimasi kejahatan Israel di lapangan”.

Seorang pejabat Palestina yang dekat dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa perdamaian antara Arab dan Israel tidak akan terjadi tanpa terselesaikannya masalah Palestina dan bahwa normalisasi itu dilakukan tanpa dukungan regional. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Bahrain Jalin Hubungan dengan Israel, Palestina Tarik Dubesnya dari Manama

Saudi dan UEA Sogok Palestina agar Setujui Normalisasi dengan Israel

 

DISKUSI: