Usai Covid-19, Muncul Flu Babi: Saatnya Mengubah Paradigma Kita Tentang Virus

0
111

Poret pengunjung istana yang diperiksa suhu tubuh menggunakan thermo gun. Sumber: Warta ekonomi

LiputanIslam.com—Luka yang disebabkan oleh virus Covid-19 belum hilang, bahkan virusnya masih menghantui kehidupan kita dan vaksinnya masih belum ditemukan. Aneka prediksi terbaru bermunculan bahwa wabah Covid-19 akan mengalami peningkatan pada Oktober mendatang. WHO menyebut, Covid -19 tak akan pernah berakhir.

Kini, masalah ditambah lagi dengan munculnya isu flu babi atau H1N1 yang katanya berpotensi menjadi pandemi. Meski virus ini menjangkiti hewan, tapi belakangan virus diketahui bisa tumbuh dan berkembang pada sel-sel di dalam saluran pernafasan manusia. Bahkan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mewaspadai kemungkinan serangan flu babi pada manusia.

Berbagai informasi yang tersebar luas yang didengungkan oleh WHO, pemerintah, dan media membuat kita berpikir sampai kapan pola hidup seperti akan kita lalui. Sampai kapan kita harus menjalani karantina, memakai masker, disemprot cairan disinfektan, dan mungkin ke depan akan divaksinasi jika vaksinnya sudah ditemukan.

Seperti dikatakan Dr. Ben Lynch, penulis buku Dirty Genes, menghadapi pandemi dengan paradigma seperti  ini sangat payah. Sudah beberapa bulan berlalu dan paradigma lama yang pasif itu tak kunjung mampu membuat kita aman dari Covid-19,  sementara pengeluaran untuk biaya kesehatan kian membengkak.

Menurut Dr. Ben, kita yang salama ini berpikir untuk mengontrol penyakit dengan cara membatasi aktivitas manusia dengan cara menerapkan Lock Down atau PSBB (di Indonesia)  harus mulai berpikir untuk mengubah paradigma dan mempromosikan kesehatan dengan cara meningkatkan imunitas tubuh. Apabila imunitas kita kuat, maka ekosistem dalam tubuh kita akan mampu beradaptasi dengan virus yang masuk. Hasilnya, kita akan tetap sehat meski jika dilacak dengan tes lab kita terinfeksi. Inilah yang terjadi pada mereka yang mendapat label OTG, orang-orang yang sehat padahal telah terpapar Covid-19.

Pemerintah bisa mengalihkan dana ratusan trilyun itu untuk mendukung promosi kesehatan ini secara masif tanpa khawatir dengan runtuhnya perekonomian masyarakat. Sebab, dengan imunitas yang kuat, masyarakat akan tetap beraktivitas normal tanpa takut dengan Covid-19.

Dr. Ben memperingatkan bahwa model penyakit semacam ini akan terus muncul selamanya. Pemerintah nampaknya tidak akan siap. Karena itu, kita harus mempersiapkan kesehatan masing-masing.

Mereka yang selama ini berteriak: “Pakai Masker!”, “gunakan Vaksin!”, “Diam di rumah saja!”, “ Bunuh virusnya!”, “Ayo tangani bersama.”

Teriakan-teriakan ini harus diganti dengan: “Vitamin D!”, “Cahaya Matahari!”, “Kurangi Karbohidrat!”,”Glutathione!”, “Jadikan tanggung jawab pribadi!”. (HA/LiputanIslam.com)

Baca juga:

Jokowi dan Selisih Paham Terhadap Covid-19 di Indonesia

Berkaca Pada Pandemi COVID-19 dan Flu Spanyol di Nusantara

DISKUSI: