Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Pemikiran

Berkaca Pada Pandemi COVID-19 dan Flu Spanyol di Nusantara

Published 30/06/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Sumber: Republika

LiputanIslam.com — Pandemi global Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang sudah mencapai 55.092 kasus positif nasional pada tanggal 29 Juni pukul 12.00 WIB bukan kali pertama melanda nusantara. Sekitar 102 tahun lalu, negeri ini pernah dihantam pandemi influenza. Wabah itu dikenal dengan nama flu Spanyol (Influenza Ordonnantie).

Sudah 6 bulan berlalu, pandemi COVID-19 masih belum mengalami tren penurunan kasus, justru semakin bertambah. Meskipun demikian, Pemerintah mencanangkan new normal untuk masyarakat di tengah pandemi sembari menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepanikan pemerintah dan masyarakat dalam menangani flu Spanyol dahulu hampir sama dengan kondisi COVID-19 saat ini. Keterbatasan fasilitas kesehatan, pengetahuan, serta lambannya kebijakan merupakan salah satu faktor wabah yang terus meluas ke seluruh pelosok negeri.

Berdasarkan catatan Mongabay, Serupa dengan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), flu Spanyol diperkirakan berawal dari Tiongkok pada awal 1918, dan membunuh paling banyak orang di Spanyol. Namun menurut catatan Historia, asal-muasal virus ini masih menjadi perdebatan. Menurut Frank Macfarlane Burnet, virologis Australia yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari influenza, pandemi 1918 bermula di Camp Funston dan Haskell County (Kansas) Amerika Serikat. Sementara menurut North China Daily News, seperti dikutip harian Pewarta Soerabaia, pandemi bermula di Swedia atau Rusia lalu menyebar ke Tiongkok, Jepang, dan Asia Tenggara.

Pada pertengahan 1918, flu Spanyol mulai masuk ke Nusantara, mulai dari Jakarta dan menyebar ke daerah-daerah lain. Pada 1919, pemerintah Hindia Belanda membuat peraturan mengenai upaya penanganan influenza. Salah satunya, mengenai peraturan karantina, direksi Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM) memprotes. Hampir setahun, aturan itu kemudian disahkan akhir 1920. Berlaku pada 1 Januari 1921.

Obat-obatan yang tersedia masa itu hanya ada aspirin, pulvis doveri, dan aimphora. Obat-obatan ini dicetak ratusan ribu pil dan dibagikan ke masyarakat.

“Di samping obat-obatan medis, di Rembang, misal, di kalangan masyarakat beredar ramuan obat-obatan yang terbuat dari unsur-unsur tanaman. Temulawak salah satunya. Ramuan ini merupakan sarana untuk mencegah orang kedinginan dan memulihkan semangat fisik pasien flu. “Ini membuktikan, kedinginan dan tubuh lemah salah satu gejala influenza yang ditunjukkan setiap penderitanya,” tulis Prayitno dkk dalam “Yang Terlupakan Pandemi Ifluenza 1918 di Hindia Belanda”, seperti yang dikutip Mongabay.

Hanya dalam hitungan bulan, flu Spanyol telah membunuh jutaan orang. Flu Spanyol membunuh sekitar dua sampai 20 persen penderita yang terinfeksi. Persentase tersebut jauh lebih besar dibandingkan influenza biasa yang hanya mampu membunuh 0,1 persen dari total penderita. Dahsyatnya serangan wabah ini membuat virologis Amerika Serikat Jeffery Taubenberger menyebut Flu Spanyol sebagai “The Mother of All Pandemics.”

Di Nusantara sendiri, korban Flu Spanyol mencapai 1,5 juta jiwa. Hingga pada Desember 1920, Flu Spanyol berhasil dihentikan berkat adanya herd immunity dari pasien yang berhasil sembuh. Lalu bagaimana dengan pandemi COVID-19 saat ini? Jika belum ditemukan vaksin yang tepat untuk membunuh virus, maka setidaknya herd immunity lah yang bisa dijadikan pacuan seperti halnya Flu Spanyol.

Selain itu, menurut Imperial College COVID-19 Response Team, cara intervensi nonfarmasi pernah diterapkan dalam mengatasi pandemi flu Spanyol. Cara tersebut pun dapat diterapkan dalam mengatasi pandemi COVID-19 saat ini. Cara tersebut memiliki peran potensial dalam mengurangi penyebaran virus.

Intervensi nonfarmasi bisa dilakukan dengan isolasi diri dan karantina secara sukarela di rumah, pembatasan sosial dengan orang lain, serta menutup sekolah, gereja, bar, dan tempat publik lainnya.

Imperial College COVID-19 Response Team menyampaikan, ada dua strategi dalam melaksanakan intervensi nonfarmasi. Yang pertama adalah mitigasi, yakni berfokus pada ‘pelambatan’ penyebaran epidemi–mengurangi kesibukan petugas medis saat merawat pasien yang sudah terinfeksi virus corona.

Yang kedua merupakan supresi, yaitu bertujuan untuk mengubah arah langkah wabah, mengurangi kasus hingga serendah-rendahnya, dan mempertahankan situasi tersebut sampai pandemi selesai. (Ay/Mongabay/Historia/Today Line/National Geografi)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemikiran

Peran Filologi dalam Memahami Teks Filsafat Islam

By Rachel
Pemikiran

Sejarah Penyebaran Manuskrip di Dunia Islam

By Rachel
Pemikiran

Filologi Islam: Definisi dan Sejarah Perkembangannya

By Rachel
Pemikiran

Pentingnya Filologi Islam: Menyelami Warisan, Menegaskan Identitas (2)

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account