Bintang Emon dan Kuatnya Pengaruh Koruptor di Negeri Kita

0
126

Potret komedian Bintang Emon (kiri) dan potret Novel Baswedan. Sumber foto: intipseleb.com

Jakarta,LiputanIslam.com—Kritikan komedian Bintang Emon terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut hukuman satu tahun penjara kepada dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan membuat publik tersentak sekaligus tertawa. Sebagai seorang komedian, Emon pandai membahasakan inti persoalan dengan bahasa lelucon.

Kritik tersebut viral dan menuai beragam respon. Banyak yang menyetujui inti kritikan Emon dan mendukungnya. Sayangnya, segelintir orang merasa terganggu dan menyerang Emon dengan tuduhan-tuduhan tak berdasar.  Seharusnya, jika memang tak setuju, kritik Emon terhadap putusan JPU dijawab dengan kritik dan argumen. Tapi, sebagian orang yang bersembunyi di balik tameng akun twitter itu justru membunuh karakter Emon dengan menuduhnya sebagai pengguna narkoba.

Tuduhan tak berdasar ini pun viral dan diberitakan oleh berbagai media. Teman-teman sesama komedian, seperti Arie Kriting dan Panji Pragiwaksono menegaskan bahwa tuduhan itu keliru. Mereka mengenal Emon dan bersaksi bahwa Emon tidak seperti apa yang dituduhkan. “Jangankan narkoba, disodorin rokok aja di ogah,” kata Arie menegaskan.

Untuk memperkuat bantahannya terhadap tuduhan liar itu, Emon segera melakukan tes di rumah sakit Pondok Indah, Jakarta. Hasilnya negatif dan surat keterangan itu telah ia publikasikan.

Tuduhan-tuduhan terhadap Emon yang terbukti keliru adalah tindakan kriminal. Di Indonesia sudah ada aturan terkait hal itu. Akun-akun penyebar fitnah itu bisa diselidiki dan pelaku sesungguhnya bisa dipidanakan, jika ada pihak yang melaporkan.

Siapakah Dalang Di Balik Fitnah Itu?

Kita memang tidak tahu identitas orang yang menuduh Bintang Emon, terlebih mereka muncul dalam bentuk akun di medsos. Tapi kita bisa tau, apa yang membuat mereka mengeluarkan tuduhan tersebut  dan karena itu kita bisa mengetahui kepentingan yang ingin mereka lindungi.

Tuduhan palsu yang dialamatkan kepada Bintang Emon muncul setelah komedian itu mengomentari alasan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Jelas, ada “Orang Besar (OB)” yang merasa terganggu dengan kritikan Emon yang memviralkan kejanggalan pada kasus Novel. Karena itu, OB kemudian mengerahkan buzzernya untuk membunuh karakter Emon. Lagi-lagi, identitas bos buzzer ini sama dengan identitas orang yang khawatir kebusukannya diungkap oleh Novel Baswedan.

Apakah identitas OB itu adalah Jokowi? Tentu tidak. Kasus ini tidak ada hubungannya dengan Presiden Jokowi, seperti yang disuarakan oleh sebagian netizen. Hanya saja, sebagian orang sengaja menarik nama Jokowi untuk memecah dan mengalihkan perhatian publik. Kasus ini adalah lanjutan dari kasus korupsi yang tak ingin terbongkar oleh KPK. Sosok OB yang dicurigai oleh Novel Baswedan sebagai pelaku penyiraman air keras terhadapnya juga orang yang menggerakkan buzzernya untuk membunuh karakter Emon.

Episode panjang yang kita lihat dari kasus Novel Baswedan dan tersembunyinya dalang sesungguhnya di balik serangan terhadap Novel Baswedan telah menjadi bukti betapa kuat dan kokohnya praktik korupsi di negara kita. Di saat seperti ini, penulis jadi teringat dengan almarhum Gus Dur yang ingin membubarkan DPR lantaran terlalu banyak koruptor yang hidup di dalamnya. “Karena para tikus sudah terlalu menguasai lumbung, lebih baik lumbungnya dibakar saja.”(HA/LiputanIslam.com)

Baca juga:

Novel Baswedan, Bintang Emon, dan Lucunya Penegakan Hukum di Negara Kita

 Islam dan Ketidakadilan Hukum Kasus Novel Baswedan

DISKUSI: